Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Dua Kali Menembus Gelombang, Bantuan BAGUNA Akhirnya Tiba di Palue

Minggu, 23 Agustus 2026 | Agustus 23, 2026 WIB Last Updated 2026-08-23T07:51:09Z

 



Maumere, NTT — Perjuangan Tim BAGUNA PDI Perjuangan untuk menjangkau masyarakat Pulau Palue di tengah situasi tanggap darurat pascagempa akhirnya membuahkan hasil.


Setelah sempat gagal menurunkan bantuan karena kondisi laut yang tidak memungkinkan, Tim BAGUNA akhirnya berhasil mencapai Pulau Palue pada Sabtu, 22 Agustus 2026. Bantuan logistik dari Maumere kemudian didistribusikan langsung kepada warga di empat desa, yakni Desa Maluriwu, Desa Reruwairere, Desa Kesokoja, dan Desa Lidi.


Perjalanan kemanusiaan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala BAGUNA Kabupaten Sikka, Yansen Seda, bersama tim yang membawa berbagai kebutuhan bagi masyarakat terdampak gempa.


Upaya pertama dilakukan pada 19 Agustus 2026. Tim BAGUNA berangkat dari Wuring menggunakan kapal motor carteran dengan membawa bantuan logistik untuk masyarakat Palue.


Namun, ketika mendekati Pulau Palue, kondisi gelombang laut cukup tinggi sehingga kapal tidak memungkinkan untuk langsung bersandar.


Melihat kondisi tersebut, juragan kapal mengarahkan kapal ke bagian barat perairan Palue yang memiliki kondisi relatif lebih tenang. Kapal kemudian lego jangkar dan bertahan semalaman.


Meski demikian, perjalanan tersebut tetap menghadapi risiko. Derasnya arus laut menyebabkan sampan yang ditonda bersama kapal terseret dan akhirnya harus dilepaskan. Tim pun kehilangan sampan tersebut.


Hingga pagi 20 Agustus 2026, kondisi laut masih belum memungkinkan kapal untuk bersandar. Demi keselamatan penumpang dan kru, juragan kapal akhirnya memutuskan memutar haluan dan kembali ke Maumere.


Bantuan belum berhasil diturunkan. Namun, kegagalan perjalanan pertama tidak menyurutkan semangat Tim BAGUNA untuk kembali menjangkau masyarakat Palue.


Pada Sabtu, 22 Agustus 2026, Tim BAGUNA kembali bergerak menuju Palue. Kali ini, tim menggunakan kapal feri penyeberangan dari Pelabuhan Kewapante.


Perjalanan kedua akhirnya membuahkan hasil. Kapal berhasil mencapai Pulau Palue dan bantuan yang dibawa dapat diturunkan untuk kemudian disalurkan kepada masyarakat terdampak.


Bantuan tersebut didistribusikan ke empat desa, yakni Maluriwu, Reruwairere, Kesokoja, dan Lidi.


Bagi masyarakat Palue, kedatangan bantuan bukan sekadar menerima kebutuhan logistik. Bantuan tersebut hadir ketika sebagian warga mengaku berada dalam kondisi sulit dan serba terbatas setelah bencana.


Warga menyampaikan terima kasih kepada Megawati Soekarnoputri, seluruh jajaran PDI Perjuangan, serta Andreas Hugo Pareira atas kepedulian dan bantuan yang diberikan di tengah kondisi darurat.


«“Kami menyampaikan terima kasih kepada Ibu Megawati Soekarnoputri, seluruh jajaran PDI Perjuangan dan Bapak Andreas Hugo Pareira yang sudah sangat peduli terhadap kami, di tengah kami sudah tidak berdaya lagi,” ungkap warga.»


Pernyataan tersebut menggambarkan betapa berarti bantuan yang diterima masyarakat di tengah keterbatasan pascabencana.


Perjalanan Tim BAGUNA menuju Palue menjadi gambaran bahwa misi kemanusiaan tidak selalu berjalan mudah. Gelombang tinggi, arus laut hingga kehilangan sampan menjadi tantangan yang harus dihadapi tim.


Sekali gagal karena kondisi laut, Tim BAGUNA kembali mencoba. Pada perjalanan kedua, bantuan akhirnya berhasil mendarat dan disalurkan kepada masyarakat di empat desa Pulau Palue.


Dari Wuring menuju Palue, melewati gelombang dan arus yang menghadang, hingga akhirnya bantuan tiba di tangan warga.


Bukan sekadar membawa logistik, tetapi juga membawa harapan bagi masyarakat Palue yang tengah bertahan menghadapi dampak bencana.

✒️: Albert Cakramento