Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Gempa Susulan Picu Kepanikan, Posko PDI Perjuangan Tampung Ratusan Pengungsi di Maumere

Senin, 17 Agustus 2026 | Agustus 17, 2026 WIB Last Updated 2026-08-17T06:39:04Z

 



Maumere, NTT, 17 Agustus 2026Gempa susulan kembali mengguncang Maumere pada pagi hari dan memicu kepanikan warga. Ratusan warga kemudian mengungsi ke Posko PDI Perjuangan di Jalan Wairklau, Maumere, setelah armada operasional bergerak mengevakuasi masyarakat dari sejumlah titik terdampak.


Guncangan gempa terjadi dua kali pada pagi hari, ketika sebagian masyarakat tengah menjalani aktivitas dalam suasana peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.


Kepanikan langsung terjadi di sejumlah wilayah. Warga berhamburan keluar rumah sambil membawa anak-anak dan anggota keluarga lainnya. Sebagian warga memilih meninggalkan rumah dan mencari lokasi yang dinilai lebih aman untuk menghindari risiko apabila kembali terjadi guncangan.


Di tengah situasi tersebut, armada operasional PDI Perjuangan bergerak menjemput warga dari sejumlah titik dan membawa mereka menuju Posko Bencana Sekretariat PDI Perjuangan di Jalan Wairklau, Maumere.


Pantauan di lokasi menunjukkan ratusan pengungsi telah memenuhi kawasan posko. Mereka datang secara berkelompok dengan membawa barang-barang seperlunya.


Di antara para pengungsi terdapat anak-anak, orang lanjut usia, hingga anggota keluarga yang membutuhkan perhatian khusus. Posko kemudian menjadi salah satu tempat warga mencari perlindungan sementara setelah gempa kembali mengguncang wilayah Maumere.


Tidak hanya menyediakan tempat berlindung, Posko PDI Perjuangan juga menyiapkan tenaga medis untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada warga yang datang.


Setibanya di posko, pengungsi yang membutuhkan pemeriksaan langsung mendapatkan pelayanan dari tenaga medis yang telah disiagakan.


Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan warga setelah mengalami kepanikan akibat gempa serta perjalanan dari lokasi masing-masing menuju tempat pengungsian.


Kondisi pengungsi cukup beragam. Sebagian mengalami kelelahan, membutuhkan pemeriksaan kesehatan, maupun memerlukan penanganan setelah berada dalam situasi penuh tekanan akibat rangkaian gempa.


Pelayanan kesehatan tersebut menjadi bagian penting dalam penanganan pengungsi, mengingat warga tidak hanya membutuhkan tempat aman, tetapi juga pemantauan kondisi kesehatan selama berada di lokasi pengungsian.


Di tengah meningkatnya jumlah pengungsi, perhatian juga tertuju kepada warga yang memilih mengungsi secara mandiri di luar lokasi pengungsian utama.


Virginus, Ketua RT 06 RW 04, Kelurahan Kota Uneng, datang ke Posko PDI Perjuangan untuk menyampaikan kondisi warga di wilayahnya sekaligus meminta bantuan.


Ia berharap masyarakat yang mengungsi secara mandiri tetap mendapatkan perhatian, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan dasar seperti makanan dan air bersih.


«“Kami datang ke sini meminta bantuan agar warga kami yang memilih mengungsi mandiri juga bisa dibantu. Pemerintah jangan hanya fokus di Gelora Samador, sementara kami yang lain tidak dilayani,” tegas Virginus.»


Menurutnya, warga yang tidak berada di lokasi pengungsian utama tetap merupakan masyarakat terdampak gempa yang membutuhkan perhatian dan bantuan.


Ia berharap distribusi bantuan dapat menjangkau seluruh kelompok masyarakat terdampak, termasuk mereka yang memilih bertahan atau mengungsi secara mandiri di lingkungan tempat tinggal masing-masing.


Hingga siang hari, arus kedatangan warga ke Posko PDI Perjuangan di Jalan Wairklau masih terus berlangsung.


Armada operasional juga terus bergerak membantu masyarakat yang membutuhkan evakuasi dari sejumlah titik.


Suasana posko semakin ramai. Di satu sisi, warga berusaha menenangkan diri setelah dikejutkan gempa susulan. Di sisi lain, petugas dan tenaga medis terus memberikan pelayanan kepada masyarakat yang datang.


Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap tempat aman, makanan, air bersih, serta pelayanan kesehatan masih menjadi perhatian penting bagi masyarakat terdampak gempa.


Bagi warga, keberadaan posko menjadi tempat untuk mendapatkan rasa aman sekaligus bantuan di tengah situasi yang masih penuh ketidakpastian.


Gempa tidak dapat dipastikan kapan kembali mengguncang. Karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada dan mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang terkait kondisi kebencanaan.


Di tengah situasi tersebut, warga berharap seluruh pihak yang memiliki kemampuan membantu dapat terus bergerak memberikan perlindungan dan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.


Bumi kembali mengguncang. Warga berhamburan keluar rumah. Armada bergerak menjemput masyarakat. Posko membuka pintu dan tenaga medis bersiaga.


Di Jalan Wairklau, ratusan warga kini berkumpul untuk mencari rasa aman setelah gempa susulan kembali mengguncang Maumere.


Situasi kebencanaan masih membutuhkan perhatian bersama agar masyarakat terdampak tidak hanya mendapatkan tempat berlindung, tetapi juga pelayanan kesehatan dan kebutuhan dasar selama berada di pengungsian.

✒️: Albert Cakramento