Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

HUT ke-57 dan Pentahbisan Gedung GMIT Agape Kupang, Pdt. Joseph Manobe: Kuasa Tuhan Lebih Besar dari Segala Persoalan

Minggu, 02 Agustus 2026 | Agustus 02, 2026 WIB Last Updated 2026-08-02T03:29:53Z

 



Kupang, NTT – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-57 Jemaat GMIT Agape Kupang dirangkai dengan ibadah pentahbisan gedung gereja yang baru berlangsung penuh sukacita dan rasa syukur, Minggu (2/8/2026). Momen bersejarah tersebut menjadi ungkapan syukur atas penyertaan Tuhan dalam perjalanan panjang pelayanan jemaat sejak berdiri pada 1969 hingga kini memiliki gedung ibadah yang representatif.


Ibadah dipimpin dengan pembacaan Alkitab dari 1 Tawarikh 29:11-19 mengusung tema "The Almighty God" (Tuhan Yang Mahakuasa). Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Joseph Anderias Manobe, S.Th, yang mengajak seluruh jemaat memandang setiap keberhasilan bukan sebagai hasil kekuatan manusia, melainkan karena anugerah dan kuasa Allah.


Mengawali khotbahnya, Pdt. Joseph mengutip 1 Tawarikh 29:11 yang menegaskan bahwa kebesaran, kemuliaan, kuasa, kerajaan, dan kemenangan adalah milik Tuhan.


"Segala kemuliaan adalah milik Tuhan. Apa yang kita saksikan hari ini, termasuk berdirinya gedung ibadah yang megah ini, adalah bukti penyertaan Tuhan Yang Mahakuasa," ujarnya.


Menurutnya, pembangunan rumah Tuhan tidak pernah lepas dari tantangan. Namun, Tuhan selalu menyediakan jalan bagi umat-Nya yang setia percaya.


Ia mengajak jemaat merefleksikan perjalanan panjang pembangunan Gedung GMIT Agape Kupang melalui kisah Raja Daud yang meski tidak diizinkan membangun Bait Allah, tetap mempersiapkan seluruh kebutuhan pembangunan dengan hati yang tulus dan penuh iman.


"Daud tahu dirinya tidak akan membangun rumah Tuhan, tetapi ia tidak berhenti berkarya. Ia mempersiapkan segala sesuatu bagi generasi berikutnya. Itulah teladan iman yang harus diwariskan," katanya.


Pdt. Joseph juga mengingatkan bahwa pembangunan gereja bukan sekadar mendirikan bangunan fisik, tetapi membangun iman dan kehidupan umat agar tetap berpusat kepada Kristus.


Dalam khotbahnya, ia mengajak jemaat mengevaluasi diri melalui berbagai gambaran karakter jemaat. Ada jemaat yang setia melayani, ada yang datang hanya ketika membutuhkan pelayanan, ada yang hadir hanya pada perayaan tertentu, hingga jemaat yang sekadar menikmati fasilitas gereja tanpa terlibat dalam pelayanan.


Ia berharap seluruh warga GMIT Agape bertumbuh menjadi jemaat yang setia, dewasa dalam iman, serta mau mengambil bagian aktif dalam pelayanan gereja.


"Rumah Tuhan tidak dibangun hanya oleh satu orang atau satu generasi. Rumah Tuhan dibangun lintas generasi dan harus terus dipelihara oleh setiap generasi yang datang," tegasnya.


Lebih lanjut, Pdt. Joseph menekankan bahwa rumah ibadah yang baru harus menjadi rumah bagi semua orang tanpa memandang latar belakang suku, budaya maupun status sosial.


"Karena ini rumah Tuhan, maka rumah ini harus menjadi rumah bagi semua. Tuhan adalah Tuhan bagi semua orang," ungkapnya.


Ia juga mengingatkan agar jemaat tidak berhenti menaikkan pujian kepada Tuhan setelah gedung selesai dibangun.


"Jangan berhenti memuji Tuhan. Gedung ini berdiri bukan untuk memuliakan manusia, tetapi supaya nama Tuhan terus dimuliakan dari generasi ke generasi," katanya.


Menutup khotbahnya, Pdt. Joseph kembali menegaskan pesan utama dari tema "The Almighty God", yakni bahwa kuasa Tuhan selalu lebih besar daripada setiap persoalan yang dihadapi umat.


"Kuasa dan kebesaran Tuhan lebih besar daripada segala persoalan. Jika Tuhan telah menolong jemaat melewati perjalanan panjang hingga hari ini, maka Tuhan juga sanggup menolong setiap pergumulan hidup kita," pungkasnya.


Perayaan HUT ke-57 dan pentahbisan gedung GMIT Agape Kupang berlangsung khidmat dan dihadiri Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo, jajaran Majelis Sinode GMIT, para pendeta, tokoh gereja, tokoh masyarakat, serta ratusan jemaat yang memadati gedung ibadah baru sebagai simbol babak baru pelayanan GMIT Agape Kupang.

✒️: kl