Kupang, NTT – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di SMK Negeri 5 Kupang tidak sekadar menjadi momentum untuk memeriahkan hari kemerdekaan. Rangkaian perlombaan yang digelar sekolah juga diarahkan sebagai sarana pengembangan minat, bakat, keterampilan dan kepercayaan diri siswa.
Ketua Panitia Perayaan HUT ke-81 RI SMK Negeri 5 Kupang, Domi Jdami Wadu, mengatakan pihaknya menyiapkan sejumlah mata lomba yang melibatkan siswa dari berbagai jurusan di sekolah tersebut.
Domi yang juga merupakan Ketua Program Keahlian Teknik Perawatan Gedung (TPG) menjelaskan, terdapat sekitar sembilan mata lomba yang disiapkan dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Beberapa di antaranya yakni futsal, bola voli, catur, estafet bola, public speaking Bahasa Indonesia, public speaking Bahasa Inggris, Ranking 1 dan fashion show.
Khusus fashion show, kegiatan tersebut akan melibatkan tidak hanya siswa, tetapi juga guru dan tenaga kependidikan. Kegiatan itu dijadwalkan berlangsung pada 17 Agustus setelah pelaksanaan upacara bendera.
Menurut Domi, berbagai perlombaan tersebut sengaja dirancang agar perayaan kemerdekaan memiliki nilai edukatif dan dapat menjadi bagian dari pengembangan kegiatan ekstrakurikuler di sekolah.
“Tujuan dari kegiatan ini sebenarnya di dalamnya juga ada kegiatan ekstrakurikuler, karena mata lomba yang kita lombakan juga untuk pengembangan minat dan bakat siswa,” ujar Domi.
Salah satu hal yang mendapat perhatian khusus dalam rangkaian perlombaan tersebut adalah kemampuan public speaking siswa.
Domi mengatakan, masukan dari dunia industri menunjukkan bahwa sebagian siswa masih memiliki keterbatasan dalam berkomunikasi ketika menjalani praktik atau magang di dunia industri.
“Anak-anak yang kita tempatkan di dunia industri pada saat mereka magang selama enam bulan, kebanyakan public speaking-nya masih kurang. Sehingga dalam perlombaan ini kita genjot supaya anak-anak bisa percaya diri berbicara di depan umum,” jelasnya.
Melalui lomba public speaking Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, siswa tidak hanya dituntut mampu berbicara, tetapi juga memperkenalkan kompetensi yang mereka pelajari di masing-masing jurusan.
Para peserta nantinya akan menjelaskan kompetensi jurusan, keunggulan serta manfaat keahlian tersebut bagi lingkungan, masyarakat, bangsa dan negara.
Dengan demikian, kegiatan tersebut sekaligus menjadi media bagi siswa untuk mempromosikan kompetensi keahlian yang mereka miliki.
Setiap jurusan akan mengirimkan siswa terbaik untuk menjadi perwakilan. Mereka kemudian dibentuk menjadi tim yang akan menampilkan kemampuan masing-masing di hadapan juri.
Domi menjelaskan, kegiatan tersebut melibatkan sembilan jurusan yang ada di SMK Negeri 5 Kupang. Selain siswa, kegiatan juga melibatkan unsur mahasiswa PPL yang sedang melaksanakan praktik di sekolah tersebut.
Awalnya, kegiatan direncanakan berlangsung selama tiga hari sesuai kalender pendidikan. Namun karena banyaknya mata lomba dan peserta dari berbagai jurusan, panitia mengusulkan agar pelaksanaan diperpanjang menjadi lima hari.
Usulan tersebut kemudian disetujui sehingga rangkaian perlombaan dilaksanakan selama lima hari.
Menurut Domi, keputusan tersebut juga mempertimbangkan pengalaman tahun sebelumnya yang menggunakan waktu pelaksanaan selama lima hari.
Domi menegaskan, tujuan utama kegiatan bukan semata-mata mencari pemenang. Lebih dari itu, siswa diharapkan mampu menemukan potensi diri dan mengembangkan minat serta bakat masing-masing.
Ia meminta seluruh peserta menjunjung tinggi sportivitas selama mengikuti perlombaan.
“Pesan kami kepada siswa, mereka bisa menjunjung tinggi sportivitas. Di sinilah mereka menunjukkan minat dan bakat mereka, sehingga guru-guru juga bisa membaca itu dan mengarahkan mereka sesuai dengan minat dan bakat mereka,” katanya.
Menurutnya, sekolah memiliki tanggung jawab untuk membantu siswa menemukan identitas dan potensi mereka sejak masih berada di bangku sekolah.
Ia berharap siswa yang memiliki kemampuan di bidang olahraga, seni maupun komunikasi dapat terus diarahkan sehingga memiliki keterampilan yang matang ketika menyelesaikan pendidikan.
Domi menilai keterampilan teknis yang diperoleh siswa di jurusan masing-masing harus diimbangi dengan kemampuan menyampaikan pengetahuan tersebut kepada orang lain.
Sebagai Ketua Program Keahlian Teknik Perawatan Gedung, ia mencontohkan siswa bidang teknik tidak cukup hanya memiliki keterampilan teknis.
Mereka juga harus mampu menjelaskan konsep dan hasil pekerjaannya sehingga dapat dipahami oleh orang lain.
“Kalau mereka jurusan teknik bangunan, mereka harus menjadi orang yang terampil dalam bidangnya. Bukan saja terampil dalam skill, tetapi mereka juga harus bisa menyampaikan kepada orang lain apa yang ada dalam konsep mereka sehingga orang lain paham,” ujarnya.
Ia berharap melalui rangkaian kegiatan HUT ke-81 RI tersebut, siswa SMK Negeri 5 Kupang semakin percaya diri, sportif, terampil dan mampu mengembangkan potensi yang dimiliki.
Dengan demikian, semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui perlombaan, tetapi juga melalui upaya sekolah mempersiapkan generasi muda yang memiliki keterampilan, karakter dan kemampuan berkomunikasi untuk menghadapi dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat.
✒️: kl
