Kupang, NTT, 11 Agustus 2026 – SMK Negeri 5 Kupang menyiapkan terobosan program layanan gratis bagi masyarakat sebagai bagian dari penguatan kompetensi siswa sekaligus bentuk pengabdian sekolah kepada masyarakat.
Plt. Kepala SMKN 5 Kupang, Jack Bura, mengatakan program tersebut untuk sementara akan difokuskan pada empat bidang kompetensi, yakni Teknik Otomotif, Teknik Elektronika, Teknik Ketenagalistrikan, dan Teknik Energi Terbarukan.
Menurut Jack, program layanan gratis ini tidak hanya bertujuan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, tetapi juga menjadi ruang bagi siswa untuk menerapkan keterampilan yang diperoleh selama proses pembelajaran.
Salah satu langkah awal yang disiapkan adalah perbaikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Kantor Gubernur NTT yang saat ini belum berfungsi secara optimal.
“Teman-teman dari teknik energi terbarukan akan turun untuk menata kembali PLTS tersebut. Data awal terkait komponen yang mengalami kerusakan sudah kami terima dan sedang dipelajari,” ujar Jack.
Ia menjelaskan, pihak sekolah sebelumnya telah melakukan audiensi dengan Pemerintah Provinsi NTT melalui Biro Umum dan didampingi pihak terkait dari ESDM. Dalam pertemuan tersebut, rencana layanan gratis SMKN 5 Kupang mendapat sambutan positif.
Jack menyebut, kondisi PLTS di Kantor Gubernur NTT membutuhkan penataan kembali karena terdapat sejumlah panel yang terdampak kerusakan dan pembongkaran. Selain itu, terdapat persoalan kebocoran pada bagian atap yang juga perlu diperhatikan sebelum instalasi ditata kembali.
“Teman-teman memberikan kepastian bahwa itu bisa diperbaiki. Untuk sementara suplai dari tenaga surya mungkin belum maksimal, tetapi harapannya bisa membantu menekan biaya listrik,” jelasnya.
Program tersebut, kata Jack, direncanakan dimulai dari Kota Kupang. Setelah pelaksanaannya berjalan dan dievaluasi, SMKN 5 Kupang memiliki rencana memperluas layanan hingga ke desa-desa yang membutuhkan.
Masyarakat desa nantinya dapat memperoleh layanan sesuai kompetensi yang dimiliki sekolah, mulai dari perbaikan instalasi listrik, perangkat elektronik hingga sepeda motor.
Konsep tersebut sekaligus menjadi bagian dari gagasan SMK Membangun Desa, di mana sekolah akan berkoordinasi dengan pemerintah desa sebelum menentukan bentuk pelayanan yang akan diberikan kepada masyarakat.
Selain menyiapkan program layanan gratis, SMKN 5 Kupang juga memanfaatkan rangkaian perlombaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI sebagai sarana pengembangan minat, bakat dan karakter siswa.
Jack mengatakan, banyaknya mata lomba yang disiapkan bukan sekadar untuk memeriahkan peringatan kemerdekaan, tetapi juga memberikan kesempatan lebih luas kepada siswa untuk mengeksplorasi kemampuan mereka.
Salah satu perhatian utama sekolah adalah meningkatkan kepercayaan diri dan kemampuan public speaking siswa.
Menurutnya, persoalan tersebut juga menjadi salah satu masukan dari dunia industri. Ketika siswa mengikuti praktik kerja di dunia industri, masih ditemukan siswa yang kurang percaya diri dalam berkomunikasi maupun menyampaikan kemampuan yang dimiliki.
Karena itu, kemampuan public speaking dimasukkan dalam rangkaian perlombaan.
“Harapan kita adalah bisa menumbuhkan kepercayaan diri terhadap anak-anak untuk tampil,” katanya.
Jack menegaskan, siswa tidak hanya dituntut memiliki keterampilan teknis sesuai jurusan, tetapi juga mampu menjelaskan kompetensi mereka kepada orang lain.
Dengan demikian, lulusan SMKN 5 Kupang diharapkan memiliki kombinasi antara skill teknis, kemampuan berkomunikasi, kepercayaan diri dan kesiapan memasuki dunia kerja.
✒️: kl
