Maumere, NTT, 11 AGUSTUS 2026 – Kepedulian terhadap pemberdayaan warga binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Maumere terus mendapat dukungan dari berbagai pihak. Dalam rangkaian kegiatan menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, AKUSIKKA, Kamar Dagang dan Industri (KADIN), Heri Siku, serta sejumlah pihak lainnya turut memberikan dukungan kepada warga binaan.
Dukungan tersebut diberikan melalui rangkaian kegiatan perlombaan bagi warga binaan yang berlangsung hingga 14 Agustus 2026. Sejumlah pihak turut berpartisipasi dengan memberikan hadiah sebagai bentuk apresiasi kepada warga binaan yang mengikuti berbagai perlombaan.
Dukungan hadiah tersebut antara lain berasal dari AKUSIKKA, KADIN dan Heri Siku.
Sementara itu, dukungan berikutnya dijadwalkan diberikan pada Rabu, 12 Agustus 2026, oleh Ketua PERADI Maumere, Marianus.
Tidak hanya memberikan bantuan dalam bentuk hadiah, AKUSIKKA juga mendorong agar kegiatan pemberdayaan warga binaan dapat dikembangkan menjadi aktivitas produktif yang memiliki nilai ekonomi.
Ketua AKUSIKKA, Sherly Irawati Soesilo, melalui wawancara dengan media menyampaikan komitmennya untuk terus mendukung warga binaan, khususnya dalam pengembangan keterampilan yang dapat menjadi bekal ketika mereka kembali ke tengah masyarakat.
Menurut Sherly, pemberdayaan tidak cukup hanya dilakukan melalui pemberian bantuan. Warga binaan perlu diberikan kesempatan untuk belajar, mencoba, menghasilkan produk dan mengembangkan keterampilan yang nantinya dapat menjadi modal untuk hidup mandiri.
Salah satu bentuk dukungan yang diberikan AKUSIKKA adalah menyediakan bahan kedelai dan bahan pendukung pembuatan tempe untuk kembali melakukan uji coba produksi bersama warga binaan.
Sebelumnya, beberapa kali proses pembuatan tempe belum memberikan hasil sesuai yang diharapkan. Namun, kegagalan tersebut tidak dianggap sebagai akhir dari proses.
Sebaliknya, kegagalan menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki proses produksi berikutnya.
“Yang gagal kita catat sebagai bagian dari proses. Kali ini kita uji coba lagi,” menjadi semangat dalam kembali mengembangkan produksi tempe di Rutan Maumere.
Kegiatan tersebut juga menjadi momentum penting bagi KADIN karena merupakan kunjungan pertama organisasi tersebut ke Rutan Maumere.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan melakukan dialog bersama Kepala Rutan Maumere terkait potensi pemberdayaan warga binaan ke depan.
Rombongan juga berkesempatan melihat secara langsung berbagai aktivitas produktif yang dilakukan warga binaan di lingkungan Rutan.
Salah satunya adalah kebun yang dikelola warga binaan. Hasil pertanian yang terlihat cukup baik dan menjadi salah satu potensi yang dapat dikembangkan.
Selain pertanian, warga binaan juga mengembangkan aktivitas peternakan, termasuk peternakan babi.
Berbagai aktivitas tersebut menunjukkan bahwa warga binaan memiliki potensi dan keterampilan yang dapat terus dikembangkan apabila mendapat pendampingan, fasilitas dan akses pemasaran yang memadai.
Dari hasil kunjungan dan dialog tersebut, terbuka peluang untuk membangun kolaborasi yang lebih luas antara Rutan Maumere, KADIN, AKUSIKKA dan berbagai pihak lainnya.
Kolaborasi tersebut dapat diarahkan pada pemberdayaan, pengembangan produk, peningkatan kualitas produksi hingga pemasaran hasil karya warga binaan.
Ke depan, dukungan tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial atau pemberian bantuan sesaat.
Sebaliknya, kerja sama dapat dikembangkan menjadi program berkelanjutan yang memberikan manfaat nyata bagi warga binaan.
Sebab, pemberdayaan bukan hanya tentang memberikan bantuan, tetapi juga memberikan keterampilan, membuka akses pasar dan mempersiapkan warga binaan agar memiliki kemampuan untuk hidup mandiri setelah kembali ke tengah masyarakat.
Rangkaian kegiatan menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Rutan Maumere masih akan berlangsung hingga 14 Agustus 2026.
Pada 12 Agustus 2026, Ketua PERADI Maumere, Marianus, dijadwalkan turut menyerahkan bantuan sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan warga binaan.
Semangat kemerdekaan pun tidak hanya diwujudkan melalui perlombaan, tetapi juga melalui kepedulian, kolaborasi dan pemberdayaan.
Harapannya, warga binaan tidak hanya mendapatkan ruang untuk mengikuti kegiatan, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk bangkit, berkarya, memiliki keterampilan dan menjadi lebih produktif ketika kembali ke tengah masyarakat.
✒️: Albert Cakramento
