Maumere, NTT, 21 Agustus 2026 — Di tengah situasi pascagempa Flores yang masih menyisakan kecemasan, gerakan kemanusiaan BAGUNA PDI Perjuangan NTT terus menjangkau berbagai lapisan masyarakat, termasuk mereka yang tidak selalu terlihat di tengah hiruk-pikuk penanganan bencana.
Kali ini, perhatian BAGUNA menyentuh tujuh bayi prematur yang lahir di tengah situasi gempa dan kini menjalani perawatan di RSUD TC Hillers Maumere.
Tim BAGUNA yang terdiri dari Lusia Adinda Leburaya, Emanuel Kolfidus, Stefanus Sumandi, serta Alfonsus Ambrosius menyerahkan langsung bantuan berupa susu Laktogen kepada pihak rumah sakit yang menangani ketujuh bayi tersebut.
Bantuan itu diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi para bayi selama menjalani perawatan. Sebagai kelompok yang sangat rentan, bayi prematur membutuhkan perhatian dan dukungan khusus, terlebih dalam situasi bencana yang serba terbatas.
Gerakan BAGUNA menunjukkan bahwa kerja kemanusiaan tidak hanya menyasar warga di tenda-tenda pengungsian atau mereka yang terlihat dalam berbagai pemberitaan. Di balik itu, ada kelompok rentan yang juga membutuhkan perhatian, termasuk bayi-bayi yang baru mengawali kehidupan di tengah bencana.
Ketujuh bayi tersebut lahir ketika Flores sedang menghadapi situasi sulit akibat gempa. Saat banyak keluarga berjuang menyelamatkan diri dan bertahan di pengungsian, mereka harus berjuang mendapatkan perawatan dan nutrisi yang dibutuhkan sejak awal kehidupan.
Bagi BAGUNA, kemanusiaan tidak boleh dibatasi oleh lokasi maupun situasi.
Bantuan harus menjangkau mereka yang membutuhkan, termasuk mereka yang keberadaannya nyaris tidak terlihat.
BAGUNA bergerak di semua lini, menjangkau yang terlihat dan mencari mereka yang belum terlihat.
Di tengah gempa yang mengguncang Flores, tujuh kehidupan kecil ini tidak luput dari perhatian.
