Maumere, NTT — Pasien Rumah Sakit (RS) St. Elisabeth Lela, Kabupaten Sikka, kini memiliki tempat evakuasi yang lebih layak untuk menghadapi kemungkinan gempa susulan.
Kepedulian terhadap keselamatan pasien di tengah situasi pascagempa Flores ditunjukkan Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Andreas Hugo Pareira (AHP), bersama Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sikka, Fransiskus Roberto Diogo (Robi Idong).
Senin (24/8/2026), AHP dan Robi Idong mengunjungi RS St. Elisabeth Lela dan menyerahkan bantuan berupa satu unit tenda yang akan digunakan sebagai tempat evakuasi pasien ketika terjadi gempa susulan.
Sebelum adanya tenda bantuan, pasien yang sedang menjalani perawatan terpaksa dikeluarkan dari ruangan dan ditempatkan sementara di teras rumah sakit setiap kali terjadi guncangan.
Kondisi tersebut disampaikan Suster Tres, Kepala Ruangan RS St. Elisabeth Lela.
Ia menyampaikan apresiasi kepada AHP dan Robi Idong atas bantuan tenda yang dinilai sangat dibutuhkan untuk meningkatkan keselamatan pasien.
“Terima kasih banyak kepada Bapak Andreas Hugo Pareira bersama Bapak Robi Idong yang sudah menyumbangkan tenda untuk evakuasi pasien-pasien yang sedang kami rawat di rumah sakit,” ujar Suster Tres.
Menurutnya, selama situasi gempa berlangsung, rumah sakit belum memiliki tenda khusus untuk mengevakuasi pasien.
“Selama gempa ini, pasien kami keluarkan dari ruangan, ke teras saja,” jelasnya.
Dengan adanya tenda tersebut, pasien tidak lagi harus bertahan di teras ketika terjadi guncangan. Tenda dapat digunakan sebagai tempat evakuasi sementara yang lebih terlindungi.
Suster Tres mengatakan, pihak rumah sakit berencana memindahkan pasien ke dalam tenda pada Senin sore.
“Kami rencana sore ini mungkin bisa langsung dipindahkan ke tenda, supaya aman,” katanya.
Dukungan tersebut juga disambut lega oleh manajemen RS St. Elisabeth Lela.
Rd. Ricardus Muga dari manajemen rumah sakit mengatakan, keberadaan tenda sangat dibutuhkan karena sebelumnya pihak rumah sakit hanya mengandalkan terpal yang dipasang secara mandiri menggunakan bambu.
“Terus terang saja saya merasa pasien kami belum aman ketika belum ada tenda. Sekarang sudah ada tenda yang cukup bagus, sehingga nanti kami akan evakuasi pasien ke dalam tenda yang sudah siap ini,” ungkap Rd. Ricardus Muga.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi persoalan serius karena pasien yang harus dievakuasi tidak hanya orang dewasa, tetapi juga terdapat ibu hamil dan bayi.
Pihak rumah sakit harus mengambil langkah cepat setiap kali terjadi guncangan untuk memastikan keselamatan pasien dan tenaga kesehatan.
Selain tenda yang diserahkan AHP dan Robi Idong, pada Senin pagi BNPB juga memasang satu unit tenda di lingkungan RS St. Elisabeth Lela.
Dengan demikian, kini terdapat dua tenda yang dapat dimanfaatkan rumah sakit sebagai tempat evakuasi sementara apabila gempa kembali terjadi.
“Dengan adanya dua tenda ini, satu dari BNPB dan satu dari PDIP, kami sudah merasa lebih nyaman,” ujar Ricardus.
Ia mengaku sebelumnya selalu merasa cemas ketika gempa terjadi karena pasien harus segera dikeluarkan dari ruangan.
“Saya sejak kemarin-kemarin selalu merasa panik. Saya berpikir, kalau setiap kali gempa pasien harus keluar, luar biasa,” katanya.
Menurut Ricardus, keberadaan tenda memberikan rasa aman bukan hanya bagi pasien, tetapi juga bagi tenaga kesehatan yang tetap harus menjalankan pelayanan di tengah situasi pascagempa.
“Dengan adanya ini, saya pulang ke tempat saya juga merasa nyaman. Kurang-kurangnya pasien kami dan para tenaga kesehatan di sini bisa bekerja dengan nyaman,” ujarnya.
Bagi RS St. Elisabeth Lela, bantuan tenda tersebut bukan sekadar fasilitas tambahan.
Tenda menjadi bagian penting dari upaya memberikan perlindungan kepada pasien dan tenaga kesehatan ketika gempa susulan kembali terjadi.
Di tengah kondisi tanggap darurat, rumah sakit tetap dituntut memberikan pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, kesiapan tempat evakuasi menjadi kebutuhan penting, terutama bagi pasien yang tidak memungkinkan bergerak cepat ketika terjadi guncangan.
Pihak rumah sakit menyampaikan terima kasih kepada Andreas Hugo Pareira, Robi Idong, PDI Perjuangan, serta BNPB atas dukungan yang diberikan untuk keselamatan pasien dan keberlangsungan pelayanan kesehatan.
Dengan tersedianya dua tenda evakuasi, pihak rumah sakit kini memiliki ruang perlindungan yang lebih memadai.
Setidaknya, ketika bumi kembali berguncang, pasien RS St. Elisabeth Lela tidak lagi harus bertahan di teras tanpa perlindungan yang memadai.
Bantuan tenda menjadi penguat rasa aman bagi pasien sekaligus memberi ketenangan bagi tenaga kesehatan yang tetap bertugas di tengah ancaman gempa susulan.
✒️: Albert Cakramento
