Maumere, NTT, 19 Agustus 2026 — Di tengah situasi pascagempa yang masih menyisakan ketakutan bagi masyarakat Flores, semangat gotong royong kembali ditunjukkan kader PDI Perjuangan. DPC PDI Perjuangan Flores Timur dipimpin langsung Ketua DPC Antonius H. Gege Hadjon, ST, datang ke Maumere membawa bantuan bagi masyarakat terdampak gempa melalui Posko Utama BAGUNA PDI Perjuangan di Jalan Wairklau.
Kedatangan rombongan DPC PDI Perjuangan Flores Timur mendapat apresiasi dari Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sikka, Fransiskus Roberto Diogo atau akrab disapa Robi Idong.
Robi mengatakan, kehadiran kader-kader PDI Perjuangan dari Flores Timur bukan sekadar membawa bantuan, tetapi menjadi bukti bahwa semangat gotong royong yang menjadi spirit perjuangan partai tetap hidup ketika rakyat sedang menghadapi kesulitan.
“Partai PDI Perjuangan mengajarkan kami bahwa gotong royong bukan sekadar slogan, tetapi merupakan spirit perjuangan. Dalam situasi bencana seperti ini, kita harus hadir, saling membantu dan berdiri bersama rakyat,” ungkap Robi.
Ia menjelaskan, Posko Utama BAGUNA PDI Perjuangan di Jalan Wairklau terus memberikan pelayanan kepada masyarakat terdampak gempa.
Dapur BAGUNA setiap hari melayani sekitar 1.000 orang, terutama warga dan pengungsi yang membutuhkan makanan.
“Setiap hari Dapur BAGUNA melayani sekitar 1.000 orang. Ini tentu membutuhkan kerja bersama, dukungan dan gotong royong dari semua pihak,” katanya.
Menurut Robi, bantuan dari DPC PDI Perjuangan Flores Timur menjadi tambahan kekuatan bagi BAGUNA untuk terus menjalankan pelayanan kepada masyarakat.
Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Flores Timur, Antonius H. Gege Hadjon, ST, mengatakan keputusan untuk membantu Sikka didasarkan pada pertimbangan kedekatan wilayah serta kebutuhan untuk bergerak cepat membantu masyarakat terdampak.
“Kami memilih untuk membantu di Sikka karena Sikka adalah wilayah yang paling dekat dengan Flores Timur. Dalam situasi bencana seperti ini, yang terpenting adalah bagaimana kita bisa bergerak cepat dan bantuan segera sampai kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujar Antonius.
Menurutnya, bantuan yang dibawa dari Flores Timur merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas sesama masyarakat Flores.
Nilainya mungkin tidak besar, namun diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat yang sedang menghadapi situasi sulit.
“Kami datang dari Flores Timur ke Sikka bukan karena kami lebih kuat, tetapi karena kami merasa saudara-saudara kami di Sikka sedang membutuhkan dukungan. Apa yang kami bawa mungkin tidak seberapa, tetapi ini adalah bentuk kepedulian dan solidaritas kami,” ujarnya.
Antonius berharap bantuan tersebut dapat mendukung pelayanan BAGUNA sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat dan para pengungsi yang masih membutuhkan perhatian.
Ia juga berharap semangat gotong royong tidak berhenti pada penyerahan bantuan, tetapi terus menjadi kekuatan bersama selama masyarakat Flores menjalani proses pemulihan.
“Harapan kami, masyarakat tetap kuat dan tidak merasa sendiri. Kami adalah satu keluarga besar.
Hari ini Flores Timur datang ke Sikka, dan kalau suatu saat saudara-saudara kita di Flores Timur membutuhkan bantuan, kita juga harus hadir bersama,” tegasnya.
Bagi kedua pimpinan DPC PDI Perjuangan tersebut, bencana telah menunjukkan bahwa batas wilayah tidak boleh menjadi batas bagi kepedulian.
Flores sedang berduka, tetapi Flores tidak sendiri. Dari Flores Timur datang membawa kepedulian, dan dari semangat gotong royong lahir kekuatan untuk bangkit bersama.
