Kupang,NTT— Ketua Badan Penyelenggara Harian (BPH) PB PGRI NTT, Dr. Semuel Haning, S.H., M.H., mendorong mahasiswa baru Universitas Persatuan Guru 1945 NTT (UPG 1945 NTT) untuk tidak hanya mengejar gelar akademik, tetapi membangun skill, mindset dan attitude sebagai bekal menghadapi dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Semuel Haning saat memberikan sambutan dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) UPG 1945 NTT Tahun Akademik 2026/2027 di Kupang, Sabtu, 15 Agustus 2026. Kegiatan tersebut mengusung tema “Bergerak, Berdampak, Berkelanjutan.”
Di hadapan mahasiswa baru, Semuel menegaskan bahwa masa perkuliahan harus dimanfaatkan untuk mengembangkan kemampuan secara menyeluruh. Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya memiliki pengetahuan akademik, tetapi harus mampu membangun keterampilan, pola pikir, sikap dan kemampuan menghadapi berbagai keadaan.
Semuel menyampaikan terdapat empat hal penting yang perlu diperhatikan mahasiswa selama menjalani pendidikan di perguruan tinggi.
Keempat hal tersebut adalah skill atau keterampilan, mindset atau pola pikir, attitude atau sikap, serta kemampuan menghadapi keadaan.
“Empat hal ini tidak boleh hilang dari diri kita,” pesan Semuel kepada mahasiswa.
Ia mengingatkan bahwa kemampuan akademik saja belum cukup untuk menghadapi tantangan setelah mahasiswa menyelesaikan pendidikan.
Karena itu, mahasiswa perlu mempersiapkan diri sejak berada di bangku kuliah dengan membangun keterampilan, memiliki pola pikir yang baik, menjaga sikap serta mampu menyesuaikan diri dengan berbagai situasi.
Semuel juga mengingatkan mahasiswa baru agar tidak menjadikan ijazah sebagai satu-satunya tujuan selama menjalani pendidikan.
Menurutnya, perguruan tinggi harus menjadi tempat mahasiswa membentuk dirinya menjadi pribadi yang memiliki kemampuan dan karakter.
Ilmu yang diperoleh dari dosen harus dipadukan dengan pengalaman, keterampilan dan pembentukan karakter.
Ia meminta mahasiswa mengikuti seluruh proses perkuliahan dengan serius dan memanfaatkan kesempatan yang diberikan kampus.
Semuel juga mengajak mahasiswa untuk tidak mudah membandingkan dirinya dengan orang lain.
Menurutnya, setiap mahasiswa memiliki proses dan perjalanan masing-masing. Keberhasilan orang lain seharusnya menjadi motivasi untuk berkembang, bukan menjadi alasan untuk merasa rendah diri.
Dalam sambutannya, Semuel turut menyinggung perjalanan panjang UPG 1945 NTT.
Ia mengatakan keberadaan kampus tersebut merupakan hasil perjuangan panjang berbagai pihak, mulai dari para pengelola, dosen hingga seluruh pihak yang terus mempertahankan keberadaan perguruan tinggi tersebut.
Semuel mengingat kembali masa ketika jumlah mahasiswa yang diterima masih sangat terbatas. Bahkan, dalam salah satu periode yang ia ceritakan, jumlah mahasiswa yang tersisa hanya sekitar belasan orang.
Namun, kondisi tersebut tidak menghentikan perjuangan.
UPG 1945 NTT terus berbenah dan berkembang hingga kembali mendapatkan kepercayaan dari masyarakat.
Menurut Semuel, meningkatnya jumlah mahasiswa baru setiap tahun menjadi salah satu tanda bahwa masyarakat masih memberikan kepercayaan kepada kampus tersebut.
“Kalau masih dipercayai oleh masyarakat, masih dipercayai oleh pemerintah, masih dipercayai oleh orang tua, sehingga masih mendaftar di UPG 1945,” ujarnya.
Ia menilai perkembangan jumlah mahasiswa yang kini mencapai lebih dari seribu orang menjadi sesuatu yang patut disyukuri.
Capaian tersebut, menurutnya, tidak terlepas dari kerja keras dan perjuangan panjang seluruh keluarga besar UPG 1945 NTT.
Semuel juga memberikan apresiasi kepada para dosen yang selama ini menjadi bagian penting dalam proses pendidikan mahasiswa.
Ia meminta mahasiswa menghormati dan memanfaatkan proses pembelajaran bersama para dosen.
Menurutnya, hubungan antara mahasiswa dan dosen merupakan bagian penting dalam membangun kualitas pendidikan.
“Pendidikan kita sama. Kamu punya dosen, saya punya dosen. Kamu belajar dari dosen, saya juga belajar dari dosen,” kata Semuel.
Ia ingin mahasiswa memahami bahwa pendidikan bukan hanya tentang siapa yang memiliki latar belakang lebih baik, tetapi bagaimana seseorang memanfaatkan kesempatan untuk terus belajar dan berkembang.
Selain keterampilan dan pola pikir, Semuel menaruh perhatian besar terhadap karakter mahasiswa.
Ia meminta mahasiswa menjaga sikap dalam kehidupan kampus maupun ketika berada di tengah masyarakat.
Menurutnya, karakter yang baik akan menjadi salah satu modal penting ketika mahasiswa memasuki dunia kerja dan kehidupan sosial.
Mahasiswa juga diminta menjaga persaudaraan dan tidak menjadikan perbedaan latar belakang sebagai alasan untuk saling menjauh.
Semangat kebersamaan harus menjadi bagian dari kehidupan mahasiswa UPG 1945 NTT.
Tema PKKMB “Bergerak, Berdampak, Berkelanjutan” juga menjadi pesan penting dalam kegiatan tersebut.
Semuel berharap mahasiswa tidak hanya bergerak untuk kepentingan pribadi, tetapi mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan kampus, masyarakat dan bangsa.
Ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama kuliah harus dapat diterapkan dalam kehidupan nyata.
Dengan demikian, keberadaan mahasiswa tidak berhenti pada proses memperoleh gelar akademik, tetapi menghasilkan lulusan yang mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat.
Mengakhiri sambutannya, Semuel meminta mahasiswa baru menjalani masa perkuliahan dengan sungguh-sungguh.
Ia mengingatkan bahwa keberhasilan membutuhkan proses, kerja keras dan ketekunan.
Mahasiswa harus terus belajar, meningkatkan keterampilan, membangun pola pikir yang positif, menjaga sikap serta mampu menghadapi berbagai keadaan.
Empat bekal tersebut menjadi pesan utama Semuel Haning kepada mahasiswa baru UPG 1945 NTT dalam PKKMB Tahun Akademik 2026/2027.
Ia berharap generasi baru UPG 1945 NTT mampu menjaga nama baik almamater sekaligus menjadi lulusan yang memiliki kompetensi dan karakter.
PKKMB tahun ini pun menjadi momentum awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan kampus, membangun kebersamaan dan mempersiapkan diri mengikuti perjalanan pendidikan tinggi di UPG 1945 NTT.
