Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Simson Polin Apresiasi Penyerahan Penlok K-SIGN, PSN Garam Rote Ndao Dinilai Buka Lapangan Kerja

Senin, 17 Agustus 2026 | Agustus 17, 2026 WIB Last Updated 2026-08-17T14:06:08Z

 



Rote Ndao, NTT — Anggota DPRD Provinsi NTT Fraksi PSI Simson Polin bersama Asisten I Setda Provinsi NTT Alexon Lumba, S.H., M.Hum., dan Kepala Biro Hukum Provinsi NTT Odermaks Sombu, S.H., M.A., M.H., mengikuti upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Rote Ndao, Senin (17/8/2026). Momentum tersebut turut diwarnai penyerahan dokumen Penetapan Lokasi (Penlok) Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) yang telah ditandatangani Gubernur NTT.


Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Rote Ndao mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.” Momentum tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk memperkuat komitmen pembangunan daerah, termasuk pengembangan K-SIGN di Kabupaten Rote Ndao.


Dalam kesempatan tersebut, Asisten I Setda Provinsi NTT Alexon Lumba menyerahkan dokumen Penlok K-SIGN yang disebut telah ditandatangani Gubernur NTT.


Penyerahan dokumen tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam proses pembangunan kawasan industri garam nasional di Rote Ndao.


Secara nasional, pembangunan K-SIGN Rote Ndao memang menjadi salah satu proyek yang terus didorong pemerintah. Kementerian Kelautan dan Perikanan menyebut kawasan tersebut diarahkan untuk meningkatkan produksi garam, mendukung swasembada garam nasional sekaligus membuka peluang kerja dan usaha bagi masyarakat pesisir.


Dokumen pemerintah juga telah menetapkan sejumlah lokasi lahan garam di Rote Ndao, termasuk wilayah Kecamatan Landu Leko, Pantai Baru dan Rote Timur, sebagai bagian dari rencana pembangunan K-SIGN 2025–2026.


Sebagai putra asal Rote Ndao, Simson Polin menyampaikan rasa syukurnya atas perkembangan pembangunan kawasan industri garam nasional tersebut.


Menurutnya, pembangunan K-SIGN tidak hanya berkaitan dengan produksi garam, tetapi juga harus memberikan dampak langsung terhadap masyarakat lokal.


Ia berharap keberadaan kawasan industri tersebut dapat membuka lapangan pekerjaan bagi putra-putri Rote Ndao sehingga masyarakat setempat dapat mengambil bagian dalam proses pembangunan.


“Sebagai putra asal Rote Ndao, saya sangat bersyukur dengan pembangunan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional di Pulau Rote. Tentu ini menjadi peluang besar untuk membuka lapangan kerja bagi putra-putri Rote Ndao,” ujarnya.


Simson menilai pembangunan kawasan industri harus diikuti dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia lokal. Dengan demikian, masyarakat Rote Ndao tidak hanya menjadi penerima dampak pembangunan, tetapi juga menjadi pelaku utama dalam aktivitas ekonomi yang tumbuh di sekitar kawasan tersebut.


Optimisme terhadap pembangunan K-SIGN juga muncul di tengah pertumbuhan ekonomi Rote Ndao yang menunjukkan peningkatan.


Berdasarkan data BPS Kabupaten Rote Ndao, pertumbuhan ekonomi daerah tersebut pada 2025 mencapai 7,96 persen, meningkat dibandingkan 2024 yang berada pada angka 3,21 persen.


Peningkatan tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi Rote Ndao terus berkembang. Pemerintah daerah juga menilai K-SIGN dapat menjadi salah satu pengungkit ekonomi baru bagi masyarakat pesisir.


Pemerintah Kabupaten Rote Ndao sebelumnya menyebut K-SIGN bukan hanya proyek produksi garam, tetapi juga diarahkan menjadi motor penggerak ekonomi daerah.


Dengan semakin jelasnya tahapan pembangunan K-SIGN, Simson berharap pemerintah memastikan masyarakat lokal memperoleh ruang yang besar dalam proses pembangunan.


Menurutnya, peluang kerja, usaha pendukung, peningkatan keterampilan, hingga keterlibatan pelaku UMKM perlu menjadi bagian dari ekosistem pembangunan kawasan industri garam.


“Pertumbuhan ekonomi harus dirasakan langsung oleh masyarakat. Anak-anak Rote harus memiliki kesempatan untuk bekerja dan berkembang di daerahnya sendiri,” katanya.


Pembangunan K-SIGN Rote Ndao sendiri telah mendapat perhatian pemerintah pusat. Pada Mei 2026, Wakil Presiden Gibran Rakabuming meninjau kawasan tersebut dan mendorong percepatan pengembangan sentra industri garam untuk mendukung swasembada garam nasional.


Dengan penyerahan dokumen Penlok tersebut, pembangunan K-SIGN diharapkan semakin memberikan kepastian bagi proses pengembangan kawasan sekaligus membuka peluang baru bagi perekonomian masyarakat Rote Ndao.


Bagi Simson Polin, momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi pengingat bahwa kemerdekaan juga harus diwujudkan melalui pembangunan yang menciptakan kesempatan kerja, meningkatkan kesejahteraan, dan memberikan masa depan yang lebih baik bagi masyarakat.

✒️: kl