Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Simson Polin Sampaikan Duka untuk Korban Gempa Flores, Apresiasi Gerak Cepat Pemprov NTT

Sabtu, 15 Agustus 2026 | Agustus 15, 2026 WIB Last Updated 2026-08-15T13:26:25Z

 



Rote Ndao, NTT— Ketua DPD PSI Kabupaten Rote Ndao sekaligus Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Simson Polin, menyampaikan belasungkawa mendalam atas jatuhnya korban jiwa akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, NTT, Sabtu (15/8/2026).


Simson mengatakan duka yang dirasakan masyarakat Flores merupakan duka seluruh masyarakat Nusa Tenggara Timur. Ia berharap keluarga korban diberikan kekuatan dan ketabahan, sementara seluruh masyarakat yang terdampak dapat segera memperoleh bantuan dan perlindungan yang dibutuhkan.


Pernyataan tersebut disampaikan Simson Polin kepada media ini melalui sambungan telepon,  setelah gempa kuat mengguncang sejumlah wilayah di Pulau Flores.


«“Saya menyampaikan turut berdukacita yang sedalam-dalamnya atas korban jiwa akibat gempa yang terjadi di Flores. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan, dan masyarakat yang terdampak mendapat pertolongan secepatnya.”»


Menurut Simson, bencana gempa yang terjadi di Flores bukan hanya menjadi persoalan masyarakat di kabupaten yang terdampak secara langsung. Peristiwa tersebut merupakan tragedi kemanusiaan yang membutuhkan solidaritas seluruh masyarakat NTT.


Ia menilai dalam kondisi seperti ini, kepentingan kemanusiaan harus ditempatkan di atas berbagai perbedaan politik maupun kepentingan lainnya.


Simson juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi NTT yang dinilainya bergerak cepat dalam merespons situasi pascagempa.


Menurut dia, kehadiran langsung pemerintah di wilayah terdampak sangat penting untuk memastikan kebutuhan masyarakat dapat diketahui secara cepat dan penanganannya tidak hanya dilakukan berdasarkan laporan dari jauh.


Langkah Gubernur NTT Melki Laka Lena bersama jajaran Forkopimda yang turun langsung ke Maumere, Kabupaten Sikka, menurut Simson, menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menghadapi kondisi darurat.


“Saya mengapresiasi gerak cepat Pemerintah Provinsi NTT bersama Forkopimda dalam merespons bencana ini. Kehadiran pemerintah di tengah masyarakat sangat penting, terutama untuk memastikan korban, pengungsi dan masyarakat terdampak mendapatkan perhatian,” ujar Simson.


Gubernur NTT bersama jajaran Forkopimda memang melakukan pemantauan langsung di sejumlah lokasi terdampak di Maumere pada Sabtu. Pemerintah juga menyampaikan bahwa pendataan korban, kerusakan, kebutuhan pengungsi, serta penanganan infrastruktur terus dilakukan.


Simson menilai fase awal setelah gempa merupakan masa yang sangat menentukan. Karena itu, pencarian dan evakuasi korban harus menjadi prioritas, terutama apabila masih terdapat masyarakat yang kemungkinan terjebak di dalam bangunan yang mengalami kerusakan.


Selain keselamatan korban, kebutuhan dasar masyarakat yang mengungsi juga harus segera dipastikan.


Menurutnya, makanan, air minum, obat-obatan, selimut, terpal, tenda, serta kebutuhan dasar lainnya merupakan hal yang tidak boleh terlambat diberikan kepada masyarakat terdampak.


“Yang paling utama sekarang adalah keselamatan masyarakat. Korban harus segera ditangani, warga yang mengungsi harus mendapatkan makanan, air minum dan tempat yang aman. Kebutuhan dasar mereka harus dipastikan,” katanya.


Ia juga mengingatkan agar bantuan tidak hanya terkonsentrasi di pusat-pusat kota, tetapi harus menjangkau masyarakat di wilayah yang sulit diakses akibat kerusakan jalan maupun longsor.


Simson mengajak seluruh elemen masyarakat NTT untuk menunjukkan solidaritas terhadap warga Flores yang sedang menghadapi bencana.


Menurutnya, bencana alam tidak mengenal batas wilayah maupun perbedaan latar belakang. Karena itu, seluruh masyarakat NTT dapat mengambil bagian sesuai kemampuan masing-masing.


Ia juga mengapresiasi berbagai elemen masyarakat, organisasi, relawan, partai politik, pemerintah daerah, TNI, Polri, tim SAR dan kelompok kemanusiaan yang mulai bergerak membantu masyarakat terdampak.


“Ini bukan waktunya kita melihat perbedaan. Ini saatnya kita bersama-sama membantu saudara-saudara kita di Flores yang sedang mengalami musibah,” ujarnya.


Sebagai anggota DPRD Provinsi NTT, Simson juga menekankan pentingnya koordinasi dalam distribusi bantuan.


Menurutnya, pendataan yang akurat sangat dibutuhkan agar bantuan dapat diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan, termasuk kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, perempuan, penyandang disabilitas dan warga yang kehilangan tempat tinggal.


Ia berharap pemerintah terus memperbarui data korban dan kerusakan sehingga seluruh kebijakan tanggap darurat dapat disusun berdasarkan kondisi nyata di lapangan.


Selain itu, koordinasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, TNI, Polri, Basarnas, BPBD, tenaga kesehatan, relawan dan masyarakat perlu terus diperkuat.


“Data harus terus diperbarui. Kita harus tahu berapa korban, berapa warga yang mengungsi, rumah yang rusak, fasilitas umum yang terdampak dan apa kebutuhan paling mendesak. Dengan data yang jelas, bantuan akan lebih tepat sasaran,” kata Simson.


Di tengah proses penanganan bencana, Simson juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap gempa susulan.


BMKG sebelumnya telah mengingatkan masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti informasi resmi terkait perkembangan aktivitas kegempaan. Gempa utama terjadi di wilayah laut sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Nagekeo, dengan magnitudo yang kemudian diperbarui menjadi 7,7.


Masyarakat yang berada di bangunan yang telah mengalami kerusakan diminta tidak memaksakan diri untuk kembali sebelum kondisi dinyatakan aman oleh pihak berwenang.


Menurut Simson, keselamatan masyarakat harus menjadi pertimbangan utama selama masa tanggap darurat.


Simson menegaskan bahwa masyarakat Flores tidak boleh merasa menghadapi bencana ini seorang diri.


Menurutnya, masyarakat di Rote Ndao dan seluruh wilayah NTT turut merasakan duka yang dialami masyarakat di Sikka, Nagekeo, Ende, Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat dan wilayah lain yang terdampak.


Ia berharap solidaritas kemanusiaan terus menguat seiring proses evakuasi, pemulihan dan penanganan bencana.


“Flores adalah bagian dari NTT. Ketika saudara-saudara kita di Flores mengalami musibah, kita semua merasakan duka itu. Mari kita bersama-sama membantu, bergandengan tangan dan memastikan masyarakat terdampak tidak merasa sendirian,” tutup Simson.


Bagi Simson Polin, bencana gempa Flores menjadi momentum untuk memperkuat semangat gotong royong masyarakat NTT. Di tengah kerusakan dan kepanikan, kehadiran pemerintah, wakil rakyat, relawan dan masyarakat menjadi kekuatan penting untuk membantu warga bangkit dari situasi darurat.


Sementara itu, proses pendataan korban dan kerusakan serta penanganan masyarakat terdampak masih terus berlangsung. Pemerintah Provinsi NTT bersama pemerintah kabupaten dan unsur terkait juga terus melakukan koordinasi untuk memastikan kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak dapat segera dipenuhi.

✒️: kl