Kupang, NTT — Kepedulian terhadap masyarakat terdampak gempa Flores terus mengalir dari berbagai kalangan. Keluarga besar SMKN 1 Kupang turut mengambil bagian dengan menggalang bantuan kemanusiaan untuk meringankan beban warga yang terdampak bencana.
Plt. Kepala SMKN 1 Kupang, Frengky Lesiangi, menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian para siswa dan keluarga besar sekolah terhadap masyarakat Flores yang sedang menghadapi masa sulit pascagempa.
Kepada media melalui sambungan telepon, Frengky menjelaskan bahwa para siswa ikut menyisihkan uang mereka sebagai bentuk solidaritas terhadap korban gempa.
Dari sumbangan para siswa tersebut terkumpul dana sebesar Rp1.050.000.
Selain donasi uang, keluarga besar SMKN 1 Kupang juga menggalang bantuan berupa kebutuhan pokok.
Bantuan sembako tersebut dikumpulkan dan diangkut menggunakan satu unit kendaraan pick-up.
Bantuan yang disalurkan terdiri dari:
- Beras
- Mi instan
- Susu
- Pembalut
- Teh
- Kopi
- Gula
Berbagai kebutuhan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat yang masih menghadapi kondisi darurat dan keterbatasan kebutuhan sehari-hari setelah gempa.
Bantuan dari keluarga besar SMKN 1 Kupang kemudian diserahkan melalui Posko BPBD Provinsi NTT pada Jumat, 21 Agustus 2026.
Melalui posko tersebut, bantuan diharapkan dapat diteruskan kepada masyarakat di wilayah Flores yang terdampak gempa dan membutuhkan dukungan.
Penyaluran melalui posko juga menjadi bagian dari upaya memastikan bantuan yang dikumpulkan dari lingkungan sekolah dapat masuk dalam mekanisme distribusi bantuan bagi masyarakat terdampak.
Bagi SMKN 1 Kupang, aksi kemanusiaan tersebut tidak hanya berbicara mengenai jumlah bantuan yang terkumpul.
Keterlibatan para siswa menjadi bagian dari pembelajaran sosial dan pembentukan kepedulian terhadap sesama.
Di tengah bencana yang menimpa masyarakat Flores, para siswa diajak memahami bahwa kepedulian dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana, termasuk menyisihkan sebagian yang mereka miliki untuk membantu orang lain.
Dana Rp1.050.000 yang terkumpul dari para siswa menjadi bukti bahwa kepedulian tidak selalu harus dimulai dari jumlah yang besar.
Begitu pula bantuan sembako satu pick-up yang berisi beras, mi instan, susu, pembalut, teh, kopi dan gula. Bagi masyarakat yang sedang berada dalam kondisi darurat, kebutuhan sehari-hari tersebut dapat memiliki arti penting.
Gempa Flores meninggalkan kebutuhan kemanusiaan yang tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja.
Pemerintah, organisasi kemanusiaan, dunia usaha, masyarakat hingga lembaga pendidikan memiliki peran dalam membantu proses pemulihan.
SMKN 1 Kupang memilih mengambil bagian melalui kepedulian para siswa dan keluarga besar sekolah.
Dari lingkungan sekolah, bantuan dikumpulkan. Dari tangan para siswa, donasi dihimpun. Kemudian bantuan tersebut diserahkan melalui Posko BPBD Provinsi NTT untuk diteruskan kepada masyarakat terdampak.
Bagi para siswa, aksi tersebut menjadi pengalaman bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas.
Ada pelajaran lain yang tidak kalah penting, yakni belajar peduli, berbagi dan hadir untuk sesama ketika sedang menghadapi kesulitan.
Rp1.050.000 dari sumbangan siswa dan satu pick-up bantuan sembako mungkin bukan jumlah yang besar. Namun, ketika diberikan dengan ketulusan, bantuan tersebut menjadi bentuk nyata solidaritas dari SMKN 1 Kupang untuk masyarakat Flores yang terdampak gempa.
✒️: kl
