Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Tak Ada Terpal, Anak Sakit, Keluarga Terpaksa Tidur di Kamar Retak Parah

Jumat, 21 Agustus 2026 | Agustus 21, 2026 WIB Last Updated 2026-08-21T11:14:16Z


Maumere, NTT, 21 Agustus 2026 — Kondisi memprihatinkan dialami sebuah keluarga terdampak gempa di Funga, Desa Masebewa, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka. Ketiadaan terpal membuat keluarga ini terpaksa mengambil risiko dengan tidur di dalam kamar yang mengalami retakan parah.


Paulina Tea, ketika dihubungi media ini, membenarkan kondisi yang dialami keluarganya. Ia menjelaskan, setelah gempa, mereka sebelumnya memilih tidur di teras belakang rumah karena takut berada di dalam bangunan yang mengalami kerusakan.


Namun, karena salah satu anak mereka jatuh sakit dan tidak ada terpal yang bisa dipinjam, keluarga akhirnya terpaksa kembali masuk ke rumah dan tidur di kamar yang retaknya sudah parah.


“Karena terpal pinjaman tidak ada dan anak sakit, terpaksa kami tidur di kamar yang sudah retak parah,” ungkap Paulina.

 

Sementara itu, Bonifasius Erick Arthur Delsimbi (Erick Simbi) merupakan kepala keluarga yang bersama keluarganya menghadapi kondisi tersebut.


Paulina mengaku selama beberapa hari telah berusaha mencari dan meminjam terpal, namun tidak mendapatkannya.


“Selama beberapa hari ini saya sudah berusaha untuk pinjam terpal, tapi tidak ada semua, Kak,” ujarnya.

 

Menurut Paulina, kebutuhan yang paling mendesak saat ini adalah terpal dan obat-obatan, karena kondisi kesehatan keluarga mulai terganggu.


“Yang kami butuhkan terpal dan obat, Kak. Soalnya kami dalam keadaan lagi tidak sehat,” keluhnya.

 

Ia juga menuturkan, pada hari kedua setelah gempa, pihak pemerintah sempat datang melihat kondisi rumah dan mengambil foto. Namun, setelah kunjungan tersebut, menurut Paulina, belum ada bantuan maupun tindak lanjut yang diterima.


“Waktu gempa hari kedua, mereka datang foto situasi di rumah. Habis itu sampai sekarang tidak ada. Dari desa memang tidak ada,” ungkapnya.

 

Kondisi rumah yang ditempati keluarga tersebut semakin mengkhawatirkan. Retakan pada bangunan disebut semakin besar setelah gempa. Namun, karena keterbatasan tempat berlindung dan kondisi anak yang sedang sakit, mereka tidak memiliki banyak pilihan.


Paulina berharap pemerintah desa, kecamatan hingga pemerintah daerah segera turun tangan memberikan bantuan nyata, terutama terpal dan obat-obatan, serta memastikan keamanan rumah mereka.


Warga berharap perhatian pemerintah tidak berhenti pada pendataan dan mengambil foto.


Mereka membutuhkan bantuan nyata agar tidak harus memilih antara tidur tanpa perlindungan atau mempertaruhkan keselamatan di dalam rumah yang retak parah.

✒️; Albert Cakramento