Maumere, NTT, 22 Agustus 2026 — Kepedulian Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Misir Tengah terhadap warga terdampak gempa di Kabupaten Sikka tidak berhenti pada penyaluran bantuan sembako. Di tengah kondisi pengungsian yang masih diwarnai kecemasan dan trauma, TBM Misir Tengah juga menghadirkan kegiatan trauma healing bagi anak-anak pengungsi.
Pemilik TBM Misir Tengah, Hubertina Afloubun, atau yang akrab disapa Inay, bersama tim turun langsung menemui warga di Desa Mekendetung, Kecamatan Kangae, Dusun Wololuma, RT 012/RW 007, Posko 2.
Kehadiran TBM Misir Tengah bukan sekadar membawa bantuan kebutuhan pokok. Anak-anak di lokasi pengungsian juga diajak mengikuti berbagai kegiatan yang menyenangkan untuk membantu mengurangi rasa takut dan trauma pascagempa.
Melalui kegiatan sederhana seperti bernyanyi, mendongeng, bermain, dan berinteraksi bersama, anak-anak diajak kembali ceria di tengah situasi pengungsian.
Bagi TBM Misir Tengah, pemulihan pascabencana tidak hanya menyangkut kebutuhan makanan dan logistik. Kondisi psikologis anak-anak juga perlu mendapat perhatian, terutama setelah mereka mengalami gempa dan harus meninggalkan rumah untuk mengungsi.
Inay mengatakan, bantuan yang disalurkan merupakan kebutuhan pokok yang dihimpun melalui solidaritas Pecinta Alam Maluku dalam aksi kemanusiaan “Dari Maluku for NTT”.
Namun, menurutnya, kehadiran TBM Misir Tengah di tengah pengungsi memiliki misi yang lebih luas.
“Bantuan ini berupa kebutuhan pokok. Kami berharap bantuan ini bisa sedikit meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana,” ujar Inay.
Selain membantu memenuhi kebutuhan dasar, TBM Misir Tengah juga memberikan ruang bagi anak-anak untuk bermain dan berekspresi.
Anak-anak diajak bernyanyi dan mendengarkan dongeng sebagai bagian dari upaya memulihkan suasana hati setelah mengalami peristiwa gempa.
Suasana pengungsian yang sebelumnya dipenuhi kecemasan perlahan berubah lebih ceria ketika anak-anak mulai bernyanyi, mendengarkan cerita, dan bermain bersama.
Inay menegaskan, TBM Misir Tengah tidak hanya fokus pada satu lokasi. Pihaknya akan terus menyisir lokasi-lokasi lain yang menjadi tempat warga mengungsi secara mandiri.
“Kami juga akan menyisir pengungsi lain yang mengungsi secara mandiri,” tegasnya.
Langkah ini dilakukan agar bantuan tidak hanya menjangkau kebutuhan fisik masyarakat, tetapi juga memberikan perhatian kepada anak-anak yang membutuhkan ruang aman untuk bermain, bercerita, dan memulihkan diri dari trauma.
Melalui gerakan tersebut, TBM Misir Tengah menunjukkan bahwa literasi dan kemanusiaan dapat berjalan berdampingan. Di tengah bencana, buku, cerita, nyanyian, dan permainan sederhana dapat menjadi jembatan untuk membantu mengembalikan keceriaan anak-anak pengungsi.
Solidaritas Pecinta Alam Maluku melalui donasi sebesar Rp14.517.000 menjadi bagian penting dari gerakan kemanusiaan tersebut. Bantuan kemudian disalurkan melalui TBM Misir Tengah kepada warga terdampak gempa di Kabupaten Sikka.
Di tengah bencana, TBM Misir Tengah tidak hanya membawa sembako. Mereka juga membawa cerita, nyanyian, keceriaan, dan harapan untuk membantu mengembalikan senyum anak-anak pengungsi.
✒️; Albert Cakramento
