Kota Kupang, NTT – Memasuki sekitar tiga bulan masa kepemimpinannya sebagai Kepala SMP Negeri 4 Kota Kupang, Yusak Ola mulai mendorong berbagai kegiatan yang tidak hanya berorientasi pada pembelajaran akademik, tetapi juga pembinaan karakter, kerja sama dan kekompakan seluruh warga sekolah.
Salah satu kegiatan yang saat ini dilaksanakan adalah rangkaian perlombaan dalam rangka menyambut dan memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan tersebut dilaksanakan berdasarkan arahan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang dengan melibatkan seluruh unsur sekolah.
Yusak Ola mengatakan, sejak menerima tugas sebagai kepala sekolah, berbagai kegiatan telah berjalan, termasuk proses penerimaan peserta didik baru dan kegiatan pembelajaran. Namun, momentum peringatan HUT ke-81 RI menjadi kesempatan bagi sekolah untuk menghadirkan kegiatan yang melibatkan siswa, guru maupun tenaga kependidikan.
“Kegiatan-kegiatan seperti ini sebenarnya juga bagian dari pembinaan. Ketika mereka bekerja sama dan seirama dalam melakukan sesuatu kegiatan, mereka belajar untuk menghargai orang lain dan bekerja sama,” ujar Yusak Ola, Senin (11/8/2026).
Menurutnya, kegiatan bersama penting dilakukan karena karakter siswa tidak dapat dibentuk hanya melalui proses pembelajaran di dalam kelas. Siswa perlu diberikan ruang untuk berinteraksi, bekerja dalam kelompok dan belajar menghadapi berbagai situasi bersama teman-temannya.
Ia menilai, apabila siswa diarahkan untuk bekerja sama dalam sebuah tim, mereka akan belajar mengesampingkan kepentingan pribadi dan membangun rasa tanggung jawab terhadap kelompok.
“Kalau kita mengarahkan mereka untuk bekerja sama dengan tim, mereka juga bisa berusaha dan belajar untuk saling mendukung,” katanya.
Yusak juga mengungkapkan pengalamannya ketika pertama kali dipercaya memimpin SMPN 4 Kota Kupang. Menurutnya, menjadi kepala sekolah baru tentu menghadirkan tantangan, baik dalam membangun hubungan dengan siswa maupun dengan para guru dan tenaga kependidikan.
“Perasaan di waktu awal memang agak berbeda. Sepertinya ada tantangan besar, baik dari dalam, dari siswa maupun dari guru,” ungkapnya.
Namun, seiring berjalannya waktu, ia mengaku mulai merasakan adanya perubahan positif. Menurut Yusak, penerimaan dari para guru dan warga sekolah terhadap kepemimpinannya saat ini semakin baik.
Salah satu tantangan yang sempat dihadapinya adalah membangun persepsi dan kepercayaan terhadap kepala sekolah baru, terutama terkait pengelolaan sekolah, administrasi hingga persoalan keuangan.
Yusak memilih menghadapi hal tersebut melalui komunikasi terbuka dan memberikan penjelasan sesuai dengan pengetahuan serta pemahamannya.
“Kami saling terbuka untuk melangkah bersama. Akibatnya, akhir-akhir ini saya juga merasa lebih tenang dan tidak ada lagi pertanyaan-pertanyaan seperti sebelumnya,” jelasnya.
Di tengah proses adaptasi sebagai kepala sekolah baru, Yusak juga memiliki pengalaman yang menurutnya sangat berkesan. Ia menceritakan bagaimana warga SMPN 4 Kota Kupang memberikan kejutan saat dirinya berulang tahun.
Menurutnya, kejutan tersebut menjadi salah satu momen yang menunjukkan bahwa hubungan antara dirinya dengan warga sekolah mulai terbangun dengan baik.
Ia mengaku tidak mengetahui rencana tersebut. Saat dipanggil ke salah satu ruangan, dirinya justru mendapati kue, buah-buahan dan berbagai bentuk perayaan yang telah disiapkan oleh warga sekolah.
“Saya dalam kondisi tidak tahu. Ketika saya masuk ke ruangan, ternyata sudah ada kue dan berbagai persiapan. Perayaannya sangat luar biasa,” tuturnya.
Yusak menyebut pengalaman tersebut menjadi salah satu bentuk penerimaan yang sangat berarti baginya di lingkungan sekolah yang baru.
Ke depan, Yusak berharap SMPN 4 Kota Kupang dapat berkembang menjadi lebih baik melalui kerja sama seluruh warga sekolah.
Ia menegaskan bahwa kepemimpinan tidak hanya tentang memberikan instruksi, tetapi juga bagaimana membangun komunikasi dan merangkul berbagai karakter yang ada di lingkungan sekolah.
“Saya akan berusaha membuat yang menurut saya terbaik untuk merangkul semua teman-teman yang ada di sini. Karena semakin banyak orang, pasti semakin banyak persepsi. Maka gaya kepemimpinan kita harus kita sesuaikan dengan mereka,” katanya.
Menurutnya, tantangan dalam memimpin harus dihadapi dengan keterbukaan dan hati yang terbuka. Dengan pendekatan tersebut, ia optimistis seluruh warga sekolah dapat berjalan dalam satu arah untuk mencapai tujuan bersama.
“Kalau kita menerima dengan hati, kemudian kita menjawab juga dengan hati, saya rasa harapan ke depan pasti berjalan baik,” pungkasnya.
✒️: kl
