Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Update Gempa Flores: 5.688 Gempa Susulan, Rata-Rata 30 Kali per Jam

Minggu, 23 Agustus 2026 | Agustus 23, 2026 WIB Last Updated 2026-08-22T22:37:12Z

 



Kupang, NTT — Aktivitas gempa susulan pascagempa bumi Magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 15 Agustus 2026 masih terus berlangsung. Hingga 23 Agustus 2026 pukul 05.00 WIB, BMKG Stasiun Geofisika Kupang mencatat 5.688 gempa bumi susulan, atau secara rata-rata sekitar 30 kejadian per jam.


Dari jumlah tersebut, BMKG mencatat gempa susulan terbesar mencapai Magnitudo 6,2, sedangkan yang terkecil M1,1. Sebanyak 32 gempa tercatat memiliki magnitudo di atas 5, sementara 130 gempa susulan dirasakan oleh masyarakat.


Tingginya aktivitas seismik tersebut menunjukkan bahwa rangkaian gempa susulan masih berlangsung di wilayah Flores dan sekitarnya. Masyarakat di wilayah terdampak diminta tetap waspada dan mengikuti informasi resmi BMKG.


Di tengah aktivitas gempa susulan yang masih tinggi, dampak terhadap masyarakat juga cukup besar. Berdasarkan pembaruan BNPB per 21 Agustus 2026 pukul 16.00 WIB, sebanyak 45.006 unit rumah masyarakat mengalami kerusakan akibat gempa.


Kerusakan tersebut terdiri atas:


- 17.175 rumah rusak berat

- 9.818 rumah rusak sedang

- 18.013 rumah rusak ringan


BNPB menyatakan pendataan kerusakan masih terus diperbarui melalui proses verifikasi di lapangan.


Kabupaten Manggarai Timur menjadi salah satu wilayah dengan kerusakan rumah yang cukup besar, dengan 5.962 rumah rusak berat, 4.048 rusak sedang, dan 5.323 rusak ringan.


Selain kerusakan rumah, gempa juga menimbulkan korban jiwa dan menyebabkan masyarakat harus mengungsi.


Dalam pembaruan BNPB tersebut tercatat 83 orang meninggal dunia, 986 orang mengalami luka-luka, dan lebih dari 110 ribu warga mengungsi.


Dampak gempa juga dirasakan pada fasilitas pendidikan. BNPB mencatat 1.378 satuan pendidikan terdampak, dengan 5.521 ruang kelas mengalami kerusakan. Sebanyak 177.678 siswa dan 21.166 guru turut terdampak.


Pemerintah bersama berbagai pihak juga terus melakukan pemulihan infrastruktur yang terdampak gempa.


BNPB melaporkan sembilan ruas jalan nasional yang sebelumnya terdampak telah kembali fungsional. Pada ruas-ruas tersebut sebelumnya ditemukan 64 titik longsoran dan lima titik patahan.


Pemulihan juga dilakukan pada sektor kelistrikan dan fasilitas vital lainnya untuk memastikan aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan.


Data BMKG dan BNPB Memiliki Waktu Pembaruan Berbeda


Data BMKG dan BNPB dalam laporan ini memiliki waktu pemutakhiran berbeda. Data aktivitas gempa berasal dari BMKG Stasiun Geofisika Kupang hingga 23 Agustus 2026 pukul 05.00 WIB, sedangkan data kerusakan rumah dan dampak korban mengacu pada pembaruan BNPB 21 Agustus 2026 pukul 16.00 WIB.


Dengan demikian, angka 5.688 gempa susulan merupakan data aktivitas kegempaan terbaru dari BMKG, sementara 45.006 rumah rusak merupakan data kerusakan masyarakat berdasarkan pembaruan BNPB yang tersedia.


Aktivitas gempa susulan masih perlu terus dipantau. Masyarakat yang berada di bangunan yang mengalami kerusakan akibat gempa diimbau tidak kembali ke dalam bangunan sebelum dinyatakan aman oleh pihak berwenang.

Sumber data: BMKG & BNPB

✒️: kl