Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

48 Peserta Jamnas XII Pulang ke Kupang, Gisela: Terima Kasih Pak Wali Kota, Kami Bawa Banyak Pengalaman

Kamis, 03 September 2026 | September 03, 2026 WIB Last Updated 2026-09-03T04:19:07Z

 



Kota Kupang, NTT— Sebanyak 48 peserta Jambore Nasional (Jamnas) XII Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Kupang kembali ke Kota Kupang setelah mengikuti rangkaian kegiatan Jambore. Kepulangan mereka disambut langsung Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, dalam acara penerimaan kontingen di Hotel Kristal, Selasa (1/9/2026) malam.


Suasana haru dan bahagia mewarnai acara tersebut. Para peserta kembali berkumpul bersama keluarga setelah mengikuti kegiatan jambore yang memberikan pengalaman baru serta pembelajaran di luar daerah.


Salah seorang peserta, Gisela Agustav, menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota Kupang dan Pemerintah Kota Kupang yang telah memberikan dukungan sejak keberangkatan hingga kepulangan.


“Terima kasih kepada Bapak Wali Kota dan Pemerintah Kota Kupang yang sudah mendukung kami dari keberangkatan sampai kembali ke Kota Kupang,” ujar Gisela.


Menurut Gisela, mengikuti Jamnas memberikan banyak pengalaman yang tidak diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. Selain bertemu peserta dari berbagai daerah, mereka juga belajar menjadi lebih mandiri, disiplin dan mampu bekerja sama.


“Capek pasti, tapi senang sekali. Banyak pengalaman yang tidak bisa kami dapatkan kalau tidak ikut Jambore. Kami juga bertemu banyak teman dari berbagai daerah. Itu pengalaman yang sangat berharga,” tuturnya.


Ia mengatakan pengalaman selama mengikuti jambore membuat para peserta belajar menghadapi berbagai situasi dan menjadi lebih tangguh.


Apresiasi juga disampaikan perwakilan orang tua peserta, Jia Djawas. Ia menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota Kupang dan jajaran Pemerintah Kota Kupang yang telah memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk mengikuti kegiatan tersebut.


“Sebagai orang tua, kami sangat berterima kasih dan bangga karena anak-anak mendapat kesempatan mengikuti Jambore. Ada rasa khawatir karena mereka pergi jauh dan cukup lama, tetapi kami percaya kepada pembina dan pendamping. Puji Tuhan, anak-anak kembali dengan selamat membawa banyak cerita dan pengalaman,” ungkapnya.


Menurut Jia, manfaat mengikuti jambore tidak hanya berupa pengalaman perjalanan, tetapi juga pembentukan karakter anak.


“Kami sangat mengapresiasi perhatian Pemerintah Kota Kupang. Bagi kami, yang paling penting anak-anak pulang tidak hanya membawa kenangan, tetapi juga membawa pengalaman dan karakter yang akan menjadi bekal bagi mereka,” tambahnya.


Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo hadir langsung menyambut kepulangan kontingen. Ia bahkan menyempatkan diri makan malam bersama para peserta.


Christian mengatakan dukungan Pemerintah Kota Kupang terhadap kontingen diberikan sejak persiapan hingga kepulangan.


“Rasa-rasanya ini dukungan Pemkot yang paling full tahun ini. Mau pergi kita lepas dengan makan bersama, pulang kita sambut dan makan bersama lagi,” ujar Christian.


Dukungan tersebut salah satunya terlihat dari keputusan Wali Kota untuk memberangkatkan seluruh 48 peserta yang mengikuti proses seleksi, meskipun pada awalnya kuota resmi Kontingen Kota Kupang hanya 32 orang.


Setelah menerima laporan bahwa terdapat 48 anak yang mengikuti tahapan penjaringan dan menunjukkan semangat tinggi, Christian memutuskan seluruh peserta diberangkatkan.


“Awalnya hanya 32 orang yang akan diberangkatkan. Tetapi setelah saya mendapat laporan bahwa peserta seleksi berjumlah 48 orang, saya memutuskan semuanya ikut. Saya ingin semua anak mendapatkan kesempatan yang sama untuk belajar dan berkembang melalui kegiatan jambore,” ungkapnya.


Selain memberangkatkan seluruh peserta, Christian juga memberikan tambahan dana rekreasi secara pribadi sebesar Rp10 juta bagi peserta Jamnas XII.


Christian menegaskan bahwa pengalaman mengikuti jambore tidak boleh berhenti setelah peserta kembali ke Kota Kupang.


Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bagian dari proses pembentukan karakter generasi muda.


“Pulang dari sana mungkin kalian lebih lelah. Ada yang mungkin kurang sehat. Tetapi saya yakin hati kalian menjadi lebih kuat, mental lebih tangguh dan pengalaman lebih banyak,” katanya.


Ia meminta para peserta membawa nilai disiplin, ketangguhan, tanggung jawab dan kerja sama yang diperoleh selama jambore ke dalam kehidupan sehari-hari.


“Jangan selesai hanya di Jambore. Apa yang kalian dapatkan tentang ketangguhan, disiplin dan mental, bawa terus dalam kehidupan sehari-hari,” pesannya.


Wali Kota juga mengapresiasi para peserta yang telah menjaga nama baik Kota Kupang selama berada di luar daerah.


Menurutnya, para peserta merupakan representasi Kota Kupang sehingga harus mampu menunjukkan sikap tertib, disiplin dan bertanggung jawab.


Dalam acara tersebut, Christian juga mengajak seluruh peserta dan undangan mengenang Ketua Kwarda Gerakan Pramuka NTT, Peter Manuk, yang telah berpulang.


Atas nama Pemerintah dan masyarakat Kota Kupang, ia menyampaikan duka cita kepada keluarga almarhum serta mengajak generasi muda meneruskan nilai-nilai keteladanan yang telah diwariskan.


“Hidup manusia tidak ditentukan dari seberapa lama ia ada bersama kita, tetapi dari seberapa banyak kebaikan yang ia tinggalkan. Jabatan punya batas waktu, usia punya batas waktu, tetapi keteladanan tidak memiliki batas waktu,” ungkapnya.


Menutup sambutannya, Christian kembali mengingatkan para peserta bahwa perjalanan jambore bukan sekadar kegiatan yang telah selesai, tetapi pengalaman yang harus diterapkan dalam kehidupan.


“Selamat datang kembali. Kalian pulang bukan hanya membawa cerita, tetapi membawa karakter dan pengalaman. Jangan biarkan semuanya berhenti di Jambore. Bawa terus dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.


Dukungan Pemerintah Kota Kupang terhadap Gerakan Pramuka juga diwujudkan melalui alokasi anggaran sebesar Rp400 juta pada 2026.


Anggaran tersebut terdiri atas Rp150 juta untuk Jambore Daerah, Rp150 juta untuk Jambore Nasional dan Rp100 juta untuk operasional Kwarcab.


Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Kupang, Wildrian Ronald Otta, S.STP., M.Si., menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kota Kupang, termasuk kehadiran langsung Wali Kota dalam menyambut kepulangan kontingen.


Menurut Wildrian, perhatian pemerintah menjadi motivasi bagi Kwarcab, pembina dan peserta untuk terus mengembangkan kegiatan kepramukaan di Kota Kupang.


Dukungan terhadap Pramuka juga akan dilanjutkan melalui rencana pembenahan Bumi Perkemahan Fatubena pada 2027.


Pembenahan tersebut mencakup penataan pelataran serta penyediaan fasilitas dasar seperti air, toilet dan pagar agar kawasan tersebut lebih nyaman dan representatif untuk kegiatan kepramukaan maupun aktivitas perkemahan masyarakat.


Kawasan tersebut juga diharapkan dapat dikelola secara produktif sehingga memberikan manfaat ekonomi sekaligus berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Kupang.


Acara penerimaan kontingen turut dihadiri para pendamping, jajaran pengurus Kwarcab, Mabigus, pembina, pelatih, orang tua peserta serta sejumlah pimpinan perangkat daerah lingkup Pemerintah Kota Kupang.

✒️: kl