Maumere, NTT— Aktivitas layang-layang di sekitar kawasan jalur penerbangan diduga membuat proses pendaratan pesawat NAM Air di Bandara Fransiskus Xaverius Seda, Maumere, terganggu, Jumat (11/9/2026).
Pesawat jenis Boeing 737-524 dengan nomor penerbangan LK661/IN661 yang melayani rute Kupang (KOE)–Maumere (MOF) tersebut dilaporkan tidak langsung melakukan pendaratan setelah memasuki wilayah udara Maumere.
Pantauan Flightradar24 memperlihatkan pesawat dengan registrasi PK-NAQ sempat melakukan sejumlah manuver dan berputar di wilayah udara sekitar Maumere.
Jejak penerbangan menunjukkan pesawat berada di sekitar wilayah Maumere, Nita, Talibura hingga Nebe, sebelum kemudian melanjutkan penerbangannya.
Dalam tangkapan layar yang beredar, pesawat tersebut tercatat melaju dengan kecepatan darat sekitar 216 knot. Pada saat pantauan dilakukan, pesawat diperkirakan hanya berjarak beberapa menit dari Maumere.
Situasi tersebut sontak menjadi perhatian karena muncul informasi awal bahwa aktivitas layang-layang di sekitar jalur penerbangan diduga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan pesawat tidak langsung melakukan pendaratan.
Jika informasi tersebut nantinya terbukti, persoalan ini bukan sekadar aktivitas bermain layang-layang biasa.
Keberadaan benda terbang bebas seperti layang-layang di sekitar kawasan operasi penerbangan dapat menjadi ancaman serius terhadap keselamatan pesawat, terlebih ketika pesawat sedang berada dalam fase pendekatan untuk mendarat.
Pada fase tersebut, pesawat membutuhkan ruang udara yang aman dan bebas dari berbagai potensi gangguan.
Meski demikian, Media ini belum dapat memastikan bahwa layang-layang merupakan penyebab pesawat batal mendarat. Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak NAM Air maupun pengelola Bandara Fransiskus Xaverius Seda mengenai penyebab pasti manuver pesawat tersebut.
Media ini masih melakukan konfirmasi untuk mendapatkan penjelasan resmi, termasuk mengenai kronologi kejadian, kondisi lalu lintas udara saat itu, alasan pesawat melakukan manuver, serta apakah pesawat akhirnya berhasil mendarat di Maumere atau menjalankan prosedur penerbangan lainnya.
Peristiwa ini sekaligus menjadi peringatan bagi masyarakat di sekitar kawasan bandara agar tidak menerbangkan layang-layang maupun benda lainnya yang berpotensi masuk ke ruang udara penerbangan.
Sebab, keselamatan penerbangan bukan hanya menjadi tanggung jawab pilot dan petugas bandara, tetapi juga membutuhkan kesadaran seluruh masyarakat di sekitar kawasan operasional bandara.
Media ini akan terus memperbarui informasi setelah mendapatkan konfirmasi resmi dari pihak terkait.
Catatan: Penyebab gangguan pendaratan dalam berita ini masih bersifat dugaan dan belum dapat dipastikan sebagai akibat aktivitas layang-layang sebelum adanya keterangan resmi dari otoritas penerbangan atau pihak maskapai.
