Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Dari Rote Ndao ke Panggung Dunia, Mayana Saleky Raih Miss Pre-Teen Culture Universe 2026

Senin, 14 September 2026 | September 14, 2026 WIB Last Updated 2026-09-14T02:13:27Z


Rote Ndao, NTT — Dari sebuah sekolah di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, nama Mayana Tysellanata Saleky kini bergema hingga panggung budaya internasional.


Siswi SMA Negeri 1 Rote Tengah itu pulang ke tanah kelahirannya dengan membawa prestasi membanggakan setelah berhasil meraih gelar Miss Pre-Teen Culture Universe 2026 dalam ajang budaya internasional yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia.


Prestasi tersebut sekaligus memperpanjang perjalanan Mayana dalam memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia, khususnya budaya Rote Ndao dan Nusa Tenggara Timur, di tingkat nasional maupun internasional.


Sebelumnya, Mayana telah meraih predikat Remaja Putri Literasi Budaya Indonesia 2025 dalam ajang yang berlangsung di Yogyakarta.


Kini, pengalaman tersebut membawanya melangkah lebih jauh. Di panggung internasional, Mayana tidak hanya tampil sebagai seorang peserta, tetapi membawa identitas budaya daerah yang menjadi bagian dari dirinya.


Kepulangannya ke SMA Negeri 1 Rote Tengah pada Kamis (10/9) pun disambut penuh sukacita oleh keluarga besar sekolah.


Bagi sekolah, pencapaian tersebut bukan sekadar prestasi seorang siswi.


Lebih dari itu, keberhasilan Mayana menjadi bukti bahwa anak-anak dari daerah juga mampu bersaing dan membawa nama daerah hingga ke panggung dunia.


Plh Kepala SMA Negeri 1 Rote Tengah, Hanik Budiasih, mengaku masih mengingat mimpi Mayana ketika duduk di kelas X.


Saat itu, Mayana pernah menyampaikan keinginannya untuk menjadi putri pariwisata di Rote Ndao.


“Dulu, saya ingat Mayana ini waktu kelas 10 sempat bilang ingin menjadi putri Pariwisata di Rote Ndao,” ungkap Hanik saat memberikan sambutan penyambutan.


Namun, perjalanan Mayana ternyata berkembang jauh melampaui mimpi tersebut.


Ia tidak hanya berhasil tampil di tingkat nasional, tetapi kemudian membawa langkahnya ke panggung internasional hingga berhasil meraih gelar Miss Pre-Teen Culture Universe 2026.


“Ternyata, melebihi dari yang diimpikan, (Mayana) berhasil di tingkat nasional dan juga internasional,” ujar Hanik.


Menurut Hanik, pencapaian Mayana menunjukkan bahwa keterbatasan daerah bukan alasan bagi seorang anak untuk membatasi cita-citanya.


Keberanian untuk bermimpi, bekerja keras dan percaya pada kemampuan diri justru menjadi modal penting untuk menembus berbagai batas.


“Mayana bukan saja membanggakan Rote Ndao, Provinsi NTT, dan Indonesia, tetapi membuat bangga kami SMA Negeri 1 Rote Tengah,” tegasnya.


Salah satu kekuatan Mayana dalam kompetisi tersebut adalah keberaniannya membawa identitas budaya NTT.


Dalam penampilannya di Kuala Lumpur, Mayana memperkenalkan perpaduan kekayaan budaya dari Rote Ndao dan Flores.


Ia tampil dengan membawa tenunan Rote Ndao, Sasando, serta songket dari Kabupaten Manggarai.


Perpaduan tersebut menjadi bagian dari identitas yang ditampilkan Mayana di tengah peserta dari berbagai negara.


“Puji Tuhan, Mayana terpilih jadi pemenang. Keunikannya adalah perpaduan dua budaya Indonesia dari NTT,” kata Mayana.


Menurutnya, perpaduan budaya tersebut menjadi salah satu cara untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia, khususnya NTT, memiliki kekayaan budaya yang sangat beragam.


“Yaitu, songket dari Kabupaten Manggarai, dan Sasando, serta tenunan Rote Ndao,” sambungnya.


Perjalanan Mayana menuju panggung internasional tidak berlangsung seorang diri.


Ia mendapat dukungan dari Nihi Rote & Hospitality Academy, PT Bo’a Development, dan Yayasan Kesejahteraan Rote Peduli.


Dukungan tersebut telah diberikan sejak Mayana mengikuti ajang Pemilihan Putra-Putri Literasi Budaya Indonesia 2025 di Yogyakarta hingga kemudian berlanjut pada kompetisi internasional di Malaysia.


“Ini dukungan lanjutan dari Nihi Rote, yang terus mensupport perjalanan ini sampai meraih gelar Miss Pre-Teen Culture Universe 2026,” jelas Mayana.


Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan Mayana mengembangkan kemampuan sekaligus memperkenalkan budaya daerah melalui berbagai panggung.


Prestasi yang Diharapkan Melahirkan Mayana Berikutnya


Bagi SMA Negeri 1 Rote Tengah, keberhasilan Mayana diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah pencapaian pribadi.


Hanik berharap pengalaman dan prestasi tersebut dapat menjadi inspirasi bagi siswa-siswi lain untuk berani mengembangkan potensi masing-masing.


“Ini merupakan suatu kebanggaan bagi kita, yang nantinya bisa ditelurkan kepada generasi-generasi selanjutnya,” ucap Hanik.


Pesan tersebut menjadi penting bagi anak-anak daerah yang terkadang merasa memiliki keterbatasan karena tumbuh jauh dari pusat-pusat kegiatan nasional maupun internasional.


Mayana telah menunjukkan bahwa asal daerah bukan penghalang untuk bermimpi besar.


Dari Rote Tengah, ia membawa budaya Rote Ndao dan NTT ke panggung internasional. Dari sana, sebuah pesan ikut dibawa pulang: budaya daerah bukan sesuatu yang harus disembunyikan, tetapi kekayaan yang layak diperkenalkan kepada dunia.


Gelar Miss Pre-Teen Culture Universe 2026 pun menjadi bukan sekadar mahkota bagi Mayana.


Ia menjadi simbol kebanggaan bagi sekolah, keluarga, Rote Ndao, NTT, sekaligus Indonesia.


Dan di balik kemenangan tersebut, ada sebuah perjalanan seorang anak daerah yang memilih untuk percaya bahwa mimpi yang tumbuh di Rote Ndao pun bisa sampai ke panggung dunia.

✒️: kl