Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Dua Pekan Berjalan, Layanan Gratis SMKN 5 Kupang Sudah Layani 26 Warga

Selasa, 22 September 2026 | September 22, 2026 WIB Last Updated 2026-09-22T04:43:34Z


 

Kupang, NTT — Program layanan gratis yang dikembangkan SMK Negeri 5 Kupang mulai menunjukkan hasil. Dalam masa uji coba sekitar dua pekan, program tersebut telah melayani sedikitnya 26 warga Kota Kupang.


Plt. Kepala SMKN 5 Kupang, Jack Bura, mengatakan program layanan gratis tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Hal itu disampaikan kepada media ini, Selasa (22/9/2026).


“Untuk program layanan gratis SMK Negeri 5 Kupang dalam tahun pelajaran 2026/2027, dalam kurun waktu dua minggu ini setelah kita uji coba ternyata mendapat respons positif dari masyarakat Kota Kupang. Sampai sejauh ini sudah ada kurang lebih 26 masyarakat Kota Kupang yang sudah terlayani,” kata Jack.


Menurutnya, layanan tersebut saat ini paling banyak dimanfaatkan masyarakat untuk bidang elektronika dan ketenagalistrikan.


Untuk bidang elektronika, layanan yang diberikan antara lain pemeriksaan dan perbaikan televisi, kulkas, tape, kipas angin serta perangkat elektronik lainnya.


Sementara bidang ketenagalistrikan dilayani oleh program keahlian Teknik Ketenagalistrikan (TKL) dan Teknik Energi Terbarukan. Selain itu, layanan juga mencakup bidang energi terbarukan dan otomotif, meski jumlah layanan otomotif sejauh ini belum sebanyak elektronika dan ketenagalistrikan.


Jack menjelaskan, program tersebut tidak hanya ditujukan untuk membantu masyarakat mendapatkan jasa perbaikan tanpa membayar biaya jasa, tetapi juga menjadi bagian dari pembelajaran peserta didik.


Menurutnya, program tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk berhadapan langsung dengan kondisi dan kebutuhan nyata di lapangan.


“Tujuan kita adalah meningkatkan kompetensi peserta didik, terlebih pada kemampuan public speaking dan kemampuan praktiknya,” jelas Jack.


Sebelum terjun memberikan pelayanan, para peserta didik terlebih dahulu mendapatkan latihan public speaking. Dalam pelaksanaannya, siswa juga belajar berkomunikasi dengan masyarakat sekaligus mempraktikkan kompetensi sesuai program keahlian masing-masing.


Jack mengatakan program tersebut bahkan berdampak terhadap kedisiplinan siswa, khususnya dalam hal kehadiran pada pagi hari.


Ia mengaku memberikan informasi kepada siswa saat apel bahwa siswa yang datang lebih pagi berkesempatan direkomendasikan untuk terlibat dalam kegiatan layanan gratis.


“Terpantau anak-anak memang senang kalau disertakan dalam program layanan gratis ini,” katanya.


Dalam pelaksanaan layanan, siswa tidak bekerja sendiri. Setiap program keahlian biasanya menurunkan sedikitnya dua siswa, kemudian didampingi guru.


Selain itu, siswa dari Desain Komunikasi Visual (DKV) turut dilibatkan untuk melakukan dokumentasi, peliputan dan wawancara selama kegiatan berlangsung.


“Dari program keahlian biasanya minimal dua orang, ditambah dengan dari Desain Komunikasi Visual yang tugasnya meliput dan interview, ditambah dengan guru pendamping,” ujar Jack.


Menurutnya, keterlibatan siswa secara langsung memberikan pengalaman yang tidak sepenuhnya diperoleh melalui pembelajaran di dalam kelas.


“Untungnya sekolah, anak berhadapan langsung dengan kondisi real praktik di lapangan,” katanya.


Jack menegaskan, masyarakat tidak dikenakan biaya jasa dalam program tersebut.


Namun, apabila proses perbaikan membutuhkan penggantian komponen atau bahan tertentu, biaya pengadaan bahan menjadi tanggung jawab pemilik barang.


“Jasa itu gratis dari kita. Kalau membutuhkan bahan, mereka yang menyiapkannya,” jelas Jack.


Untuk jenis pekerjaan tertentu, barang yang mengalami kerusakan juga dapat dibawa langsung ke sekolah. Salah satu contohnya adalah televisi atau perangkat elektronika lainnya yang tidak memungkinkan diperbaiki di rumah.


Sebaliknya, jika kondisi memungkinkan dan ada anggota keluarga yang berada di rumah, tim dari sekolah dapat mendatangi lokasi untuk memberikan pelayanan.


Lama pengerjaan pun berbeda-beda, tergantung tingkat kerusakan dan besarnya pekerjaan.


Dalam setiap pelayanan, pihak sekolah menyiapkan instrumen untuk memperoleh tanggapan dari masyarakat yang menggunakan layanan.


Jack mengatakan, dari tanggapan yang diterima sejauh ini, masyarakat rata-rata memberikan respons positif dan merasa terbantu karena memperoleh layanan tanpa harus membayar jasa teknisi.


“Rata-rata responsnya positif, senang dengan layanan gratis yang kita lakukan ini dan mereka merasa terbantu,” katanya.


Program tersebut, lanjut Jack, juga memberikan manfaat bagi sekolah karena menjadi sarana memperkenalkan kompetensi dan kegiatan peserta didik kepada masyarakat.


Kegiatan layanan gratis itu juga telah mendapat ruang publikasi melalui media sosial dan sebelumnya SMKN 5 Kupang sempat diundang TVRI untuk memperkenalkan kegiatan tersebut, termasuk kemampuan public speaking siswa dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.


SMKN 5 Kupang membuka kesempatan bagi masyarakat yang membutuhkan layanan gratis tersebut untuk menghubungi pihak sekolah.


Layanan khusus wilayah Kota Kupang dapat diakses dengan menghubungi:


📞 0851-6999-1181

🕗 Pukul 08.00–14.00 WITA


Masyarakat dapat menghubungi nomor tersebut untuk mendapatkan informasi terkait jenis layanan dan mekanisme pelayanan yang tersedia.


Program ini diharapkan tidak hanya membantu masyarakat mendapatkan layanan perbaikan tanpa biaya jasa, tetapi juga menjadi ruang bagi peserta didik SMKN 5 Kupang untuk mengasah keterampilan praktik, komunikasi dan pengalaman kerja secara langsung.

✒️: kl