Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Dua Tahun MBG, Anak Pelosok Sikka Masih Menunggu: TMI Sikka Desak Pemerintah Bergerak

Sabtu, 26 September 2026 | September 26, 2026 WIB Last Updated 2026-09-26T12:55:58Z


Maumere, NTT – Dua tahun program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan, namun pemerataannya di Kabupaten Sikka masih menjadi sorotan.


DPD Tani Merdeka Indonesia (TMI) Kabupaten Sikka mendesak pemerintah mempercepat pelaksanaan MBG hingga ke sekolah-sekolah di pelosok dan wilayah yang selama ini disebut belum tersentuh program tersebut.


Sekretaris DPD TMI Kabupaten Sikka, Darius Prawiro Deusritus, mengatakan berdasarkan pantauan organisasinya, masih terdapat banyak wilayah yang belum mendapatkan manfaat MBG secara merata.


“Dua tahun program ini berjalan, tetapi masih ada banyak wilayah yang belum mendapatkan MBG.


Program ini seolah lebih banyak menjangkau sekolah yang berada di wilayah perkotaan, sementara di desa-desa masih banyak yang belum mendapatkannya,” kata Deus Ritus di Maumere, Sabtu (26/9/2026).


Menurutnya, persoalan tersebut harus menjadi perhatian serius pemerintah karena program MBG ditujukan untuk memenuhi kebutuhan gizi anak sekolah tanpa membedakan apakah mereka berada di kota, desa, wilayah pelosok maupun daerah sulit dijangkau.


Bahkan, Deus Ritus menyebut terdapat siswa yang hingga menyelesaikan pendidikan di sekolah disebut belum pernah merasakan manfaat MBG.


“Ada siswa yang sampai lulus sekolah tidak pernah merasakan MBG. Ada juga wilayah yang sampai hari ini bangunannya saja belum terlihat,” ujarnya.


TMI Sikka mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) dan pemerintah terkait segera mencari pola pelaksanaan yang mampu menjangkau seluruh wilayah Kabupaten Sikka.


Menurut Deus Ritus, kondisi geografis Sikka membutuhkan skema yang fleksibel, terutama untuk wilayah 3T dan daerah yang sulit dijangkau.


“Kami mendorong agar skema pelaksanaan MBG di wilayah 3T dan daerah yang sulit dijangkau dapat disesuaikan dengan kondisi setempat.


Skemanya harus sederhana, efisien, dan memungkinkan mitra lokal untuk terlibat,” katanya.


Sebagai salah satu solusi, TMI Sikka mengusulkan agar kantin sekolah dapat dimanfaatkan menjadi dapur MBG, terutama bagi sekolah di wilayah 3T dan daerah yang sulit dijangkau.


Pengelolaannya, kata Deus Ritus, dapat melibatkan komite sekolah dan orang tua murid dengan tetap mengikuti standar, mekanisme pengawasan, serta ketentuan pemerintah.


“Kami menyarankan agar kantin sekolah dapat disiapkan menjadi dapur MBG dengan melibatkan komite sekolah dan orang tua murid, khususnya di wilayah 3T dan wilayah yang sulit dijangkau,” ujarnya.


Menurut TMI, pola tersebut dapat menjadi alternatif untuk mempercepat jangkauan MBG tanpa harus menunggu pembangunan fasilitas baru yang membutuhkan waktu dan biaya.


TMI Sikka berharap pemerintah segera mengevaluasi jangkauan program MBG di Kabupaten Sikka dan memberikan perhatian khusus kepada sekolah-sekolah yang belum mendapatkan layanan.


“Kami ingin anak-anak di seluruh wilayah Kabupaten Sikka semuanya merasakan manfaat dari program Makan Bergizi Gratis ini,” pungkas pria yang akrab disapa Nong Ritus itu.

✒️: Albert Cakramento