Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Kadin Kota Batam Dorong Kolaborasi dengan Kupang, Soroti Potensi KEK dan Perdagangan Internasional

Selasa, 15 September 2026 | September 15, 2026 WIB Last Updated 2026-09-15T10:16:48Z

 



Kupang, NTT — Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Batam mendorong adanya kolaborasi ekonomi antara Kota Batam dan Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya dalam pengembangan perdagangan, industri, pariwisata, hingga kawasan ekonomi khusus.


Ketua Kadin Kota Batam, Roman Nasir Huta Barat, bersama Ketua Kadin Provinsi Kepulauan Riau, datang ke Kota Kupang untuk melihat secara langsung potensi serta pertumbuhan ekonomi daerah tersebut.


Roman mengatakan, posisi geografis Kota Kupang menjadi salah satu keunggulan yang dapat dikembangkan untuk memperkuat hubungan perdagangan dan investasi dengan negara-negara tetangga.


“Kami dari Kadin Kota Batam datang bersama ketua saya dari Kadin Provinsi Kepulauan Riau ke Kota Kupang untuk melihat pertumbuhan ekonomi di kota ini. Kami bermaksud untuk melihat apakah ada kolaborasi yang baik antara Kota Batam dengan Kupang,” ujar Roman kepada media ini, Selasa (15/9/2026).


Menurutnya, Kota Kupang memiliki posisi strategis karena berada di kawasan timur Indonesia dan relatif dekat dengan Timor-Leste, Australia, serta Papua Nugini.


Kondisi geografis tersebut, kata dia, dapat menjadi peluang untuk mengembangkan perdagangan internasional maupun sektor industri dan pariwisata.


“Melihat geografis strategis kota ini, sangat dekat dengan Papua Nugini, Australia dan Timor-Leste. Oleh sebab itu, kami melihat ada peluang-peluang bisnis antara Kupang dengan Timor-Leste dan Australia, khususnya dalam perdagangan,” katanya.


Roman mengatakan, pengalaman Batam dalam mengembangkan kawasan industri dan perdagangan dapat menjadi salah satu referensi bagi Kota Kupang.


Ia menyebut Batam memiliki banyak galangan kapal serta kawasan industri yang menjadi salah satu penopang perekonomian daerah tersebut.


“Batam itu mempunyai galangan kapal paling banyak di Indonesia, yaitu 136 galangan kapal, dan kawasan industri yang besar-besar itu sekitar 33 kawasan industri,” ujarnya.


Menurut Roman, keberhasilan Batam tidak terlepas dari dukungan infrastruktur dan posisi geografisnya yang strategis.


Batam, lanjutnya, juga memiliki kawasan ekonomi khusus serta kawasan perdagangan bebas atau free trade zone (FTZ) yang memberikan kemudahan bagi aktivitas perdagangan tertentu.


“Letak geografis itu menjadi faktor utama. Batam juga berada di kawasan ekonomi khusus dan free trade zone,” katanya.


Roman menilai Kota Kupang memiliki potensi untuk mengembangkan kawasan ekonomi khusus apabila didukung kebijakan pemerintah, infrastruktur, pelabuhan, dan konektivitas perdagangan yang memadai.


Ia mengatakan pengembangan kawasan tersebut akan membuka peluang bagi masuknya barang dari luar negeri sekaligus mendorong pertumbuhan sektor manufaktur, perdagangan dan pariwisata.


“Yang perlu mungkin harus ditingkatkan adalah bagaimana supaya di sini ada kawasan ekonomi khusus. Supaya pelabuhan-pelabuhan dan barang-barang yang masuk dari luar negeri bisa lebih gampang ke kota ini,” ujarnya.


Dengan pengembangan tersebut, Roman berharap Kupang tidak hanya menjadi pusat pemerintahan, tetapi juga dapat berkembang sebagai kota industri, perdagangan dan pariwisata.


“Sehingga kota ini nanti menjadi kota pariwisata dan juga kota manufaktur,” katanya.


Berbicara mengenai pengalaman Batam, Roman menekankan bahwa pembangunan infrastruktur menjadi salah satu faktor dominan dalam mendukung pertumbuhan kawasan perdagangan dan industri.


Ia mencontohkan jaringan jalan di Batam yang dirancang untuk menopang aktivitas industri dan mobilitas masyarakat.


Selain jalan, keberadaan pelabuhan internasional dan bandar udara juga menjadi bagian penting dalam mendukung konektivitas Batam dengan wilayah lain maupun negara tetangga.


“Yang pertama memang kalau Batam itu sudah sangat siap karena didukung dengan infrastruktur,” jelasnya.


Menurut Roman, Kota Kupang perlu memperkuat konektivitas tersebut apabila ingin mengembangkan kawasan ekonomi yang berorientasi pada perdagangan internasional.


Roman mengatakan kunjungan tersebut menjadi langkah awal untuk membangun komunikasi dan kerja sama antara Kadin Kota Batam dan Kadin Kota Kupang.


Ia menyebut pihaknya telah berkomunikasi dengan Ketua Kadin Kota Kupang dan membuka peluang untuk menggelar pertemuan ekonomi maupun kerja sama konkret ke depan.


“Ini mungkin perdana. Kemarin kebetulan kita baru pertama kali datang ke kota ini. Karena kita sama-sama Kadin, kita kontak Ketua Bobi sehingga mungkin ini pertama kali yang mau kita laksanakan untuk kerja sama, prospek pertemuan atau pertemuan ekonomi,” katanya.


Roman berharap kolaborasi antardaerah tersebut dapat menjadi pintu masuk bagi pertukaran pengalaman dan peluang investasi antara Batam dan Kupang.


Menurutnya, pengalaman Batam dalam mengelola kawasan perdagangan bebas, kawasan industri, infrastruktur, pelabuhan dan konektivitas dapat menjadi referensi bagi Kupang dalam mengembangkan potensi ekonominya.


“Perlu kita kolaborasi antara pemerintah Kupang dengan BP Batam yang ada di Batam. Berkolaborasi bagaimana untuk membangun negeri ini, kota ini supaya kota ini menjadi kota industri, kota pariwisata,” pungkasnya.

✒️: kl