Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Pengiriman Ternak Babi ke Sumba Ditunda, Simson Polin Desak Jadwal 12 September Tak Bergeser Lagi

Jumat, 11 September 2026 | September 11, 2026 WIB Last Updated 2026-09-11T04:57:59Z

 



Kupang, NTT — Penundaan pengiriman ternak babi menuju Pulau Sumba kembali menjadi perhatian. Angkutan ternak yang semula direncanakan berlangsung pada Jumat, 11 September 2026, ditunda dan dijadwalkan kembali pada Sabtu, 12 September 2026.


Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Simson Polin, meminta agar perubahan jadwal tersebut menjadi penundaan terakhir dan tidak kembali bergeser.


Permintaan itu disampaikan Simson karena menurutnya perubahan jadwal telah memberikan kerugian bagi masyarakat, khususnya para pengusaha ternak yang telah menunggu cukup lama untuk mendapatkan kepastian pengiriman.


Informasi mengenai perubahan jadwal tersebut disampaikan Simson pada Jumat (11/9/2026).


Menurutnya, pengiriman ternak babi ke Pulau Sumba yang sebelumnya direncanakan berlangsung pada 11 September harus ditunda menjadi 12 September 2026.


Bagi pelaku usaha ternak, kepastian jadwal angkutan menjadi bagian penting dalam proses distribusi. Perubahan jadwal dapat memengaruhi persiapan yang telah dilakukan oleh pengusaha sebelum ternak diberangkatkan.


Karena itu, Simson meminta agar jadwal yang telah kembali ditetapkan untuk Sabtu, 12 September 2026, dapat benar-benar dilaksanakan.


Simson menyoroti kondisi masyarakat pengusaha ternak yang disebut telah menunggu cukup lama.


Ia menilai mereka membutuhkan kepastian agar kegiatan usaha dapat berjalan dan ternak dapat segera dikirim ke tujuan.


“Dalam penundaan pengiriman ternak (babi) ke Pulau Sumba yang dijadwalkan kembali tanggal 12 September 2026, yang sebelumnya pada tanggal 11 September, jangan bergeser lagi,” kata Simson Polin.


Menurutnya, persoalan kepastian jadwal tidak hanya menyangkut waktu keberangkatan. Bagi masyarakat yang menjalankan usaha ternak, jadwal angkutan berkaitan dengan rangkaian persiapan yang harus dilakukan sebelum ternak dikirim.


Semakin lama kepastian diperoleh, semakin sulit pula pelaku usaha memastikan proses distribusi berjalan sesuai rencana.


Simson menegaskan bahwa kepentingan masyarakat harus menjadi perhatian dalam pelaksanaan keputusan mengenai pengiriman ternak.


Ia meminta pihak-pihak yang memiliki kewenangan dalam proses pengangkutan dapat mempertahankan jadwal yang telah disepakati.


“Karena ini sangat merugikan masyarakat pengusaha ternak yang sudah menunggu cukup lama,” tegasnya.


Pernyataan tersebut sekaligus menjadi dorongan agar persoalan jadwal pengiriman tidak kembali mengalami perubahan setelah penjadwalan ulang dilakukan.


Simson secara khusus berharap ASDP dan KSOP dapat menjalankan keputusan bersama terkait pengiriman ternak tersebut.


Menurutnya, koordinasi antarpihak menjadi penting agar keputusan yang telah dibuat dapat dilaksanakan secara konsisten.


“Harapannya ASDP dan KSOP bisa menjalankan keputusan bersama ini,” ujar Simson.


Permintaan tersebut menunjukkan pentingnya kepastian koordinasi dalam kegiatan angkutan ternak antarpulau. Ketika jadwal telah ditetapkan, masyarakat membutuhkan kepastian dari pihak-pihak yang terlibat agar dapat menyesuaikan seluruh persiapan pengiriman.


Pengiriman ternak dari satu pulau ke pulau lainnya membutuhkan persiapan dari masyarakat yang melakukan usaha. Karena itu, perubahan jadwal keberangkatan menjadi persoalan yang tidak sederhana bagi pelaku usaha.


Para pengusaha ternak membutuhkan informasi yang jelas mengenai kapan ternak dapat diberangkatkan sehingga mereka dapat mengatur kegiatan usaha berdasarkan jadwal tersebut.


Dalam konteks ini, permintaan Simson agar pengiriman pada 12 September tidak kembali ditunda merupakan upaya mendorong adanya kepastian bagi masyarakat.


Ia berharap keputusan bersama yang telah menetapkan jadwal baru dapat dihormati dan dilaksanakan oleh pihak terkait.


Menunggu Realisasi 12 September


Dengan penjadwalan kembali menjadi Sabtu, 12 September 2026, perhatian kini tertuju pada realisasi pengiriman ternak babi ke Pulau Sumba.


Simson meminta agar tidak ada lagi pergeseran jadwal yang dapat kembali membebani masyarakat pengusaha ternak.


Bagi masyarakat yang telah menunggu, kepastian bukan hanya soal tanggal keberangkatan, tetapi juga kepastian bahwa rencana yang telah disepakati benar-benar dapat dilaksanakan.


Karena itu, Simson berharap ASDP dan KSOP dapat memastikan pelaksanaan keputusan bersama tersebut sehingga kepentingan masyarakat pengusaha ternak tetap menjadi perhatian.


Hingga berita ini ditulis, informasi yang disampaikan Simson Polin menyebut jadwal pengiriman ternak babi ke Pulau Sumba telah ditetapkan kembali pada Sabtu, 12 September 2026.

✒️: kl