Kupang, NTT — Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Simson Polin, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi NTT, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), serta PT ASDP Indonesia Ferry atas terlaksananya pengiriman ternak babi dari Flores menuju Pulau Sumba.
Apresiasi itu disampaikan setelah KMP Ile Labalekang diberangkatkan menuju Waingapu melalui Ende, Sabtu (12/9/2026), sekitar pukul 13.00 WITA.
Kapal tersebut mengangkut 450 ekor babi menggunakan kendaraan pengangkut ternak.
Berdasarkan data pengiriman, ternak tersebut diangkut menggunakan 13 unit truk sedang dan 4 unit kendaraan kecil.
Selain kendaraan pengangkut ternak, terdapat pula kendaraan reguler maupun kendaraan yang mendapat dukungan Posko, yakni 4 unit truk sedang dan 3 unit kendaraan kecil.
Pengiriman ini menjadi penting bagi para peternak dan pelaku usaha ternak karena sebelumnya jadwal pengangkutan yang direncanakan pada 11 September 2026 mengalami penundaan.
Simson Polin sebelumnya meminta agar jadwal pengiriman pada 12 September tidak kembali ditunda. Menurutnya, penundaan berulang dapat merugikan masyarakat yang telah lama menunggu kesempatan untuk mengirim ternaknya ke Sumba.
Simson mengatakan kepastian jadwal transportasi sangat dibutuhkan oleh masyarakat, terutama mereka yang telah mempersiapkan ternak untuk dikirim.
Menurut dia, ternak bukan barang yang bisa begitu saja disimpan tanpa konsekuensi ketika terjadi penundaan. Semakin lama menunggu, semakin besar pula potensi biaya yang harus ditanggung pemilik ternak.
Karena itu, ia mengapresiasi langkah berbagai pihak yang akhirnya memastikan pengiriman dapat terlaksana sesuai jadwal baru pada 12 September.
“Terima kasih kepada Pemerintah Provinsi NTT, KSOP dan ASDP yang telah mendukung sehingga pengiriman ternak ini dapat terlaksana,” kata Simson.
Simson berharap koordinasi antara pemerintah, KSOP dan ASDP terus diperkuat sehingga persoalan transportasi ternak antarpulau dapat ditangani dengan lebih baik.
Ia juga meminta agar keputusan bersama yang telah dibuat dapat menjadi dasar pelaksanaan di lapangan sehingga masyarakat memperoleh kepastian.
Menurutnya, transportasi laut memiliki peran strategis dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat NTT. Kondisi geografis NTT yang terdiri dari banyak pulau membuat distribusi ternak dan komoditas lainnya sangat bergantung pada kelancaran jalur penyeberangan.
Karena itu, pengiriman 450 ekor babi menuju Waingapu diharapkan tidak hanya menyelesaikan persoalan pengangkutan kali ini, tetapi juga menjadi momentum untuk memperbaiki koordinasi dan kepastian layanan transportasi ternak ke depan.
Keberangkatan KMP Ile Labalekang pada Sabtu siang tersebut menjadi kabar baik bagi para pemilik ternak yang sebelumnya menunggu kepastian pengiriman.
Simson menegaskan bahwa kepentingan masyarakat dan keberlangsungan aktivitas ekonomi harus menjadi perhatian bersama dalam setiap pengambilan keputusan terkait distribusi ternak antarpulau.
✒️: kl
