Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Polda NTT Lakukan Risk Assessment Sirkuit Mandala, Grastrack Bupati Rote Ndao Cup I Dinilai Layak Digelar

Jumat, 02 Oktober 2026 | Oktober 02, 2026 WIB Last Updated 2026-10-01T22:30:00Z

 



Rote Ndao, NTT— Kejuaraan Daerah (Kejurda) Grastrack Bupati Rote Ndao Cup I dinilai layak digelar setelah Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) melakukan risk assessment di Sirkuit Mandala, Kabupaten Rote Ndao.


Dalam penilaian tersebut, tim memberikan hasil akhir dengan kategori cukup. Kegiatan dapat diselenggarakan dengan memperhatikan rekomendasi mitigasi risiko yang telah disampaikan kepada Sasando Motor Rote Club (SMRC) selaku penyelenggara.


“Kami memberikan penilaian secara transparan dan profesional di hadapan pihak penyelenggara, dengan nilai final cukup, dan memungkinkan event tersebut diselenggarakan secara baik dan aman,” ujar Ketua Tim Risk Assessment Kejurda Grastrack Bupati Rote Ndao Cup I, AKP Jhondry Suryantho, Kamis (1/10/2026).


Penyelenggara diharapkan segera menindaklanjuti rekomendasi mitigasi tersebut untuk meminimalkan potensi risiko terhadap pembalap, penonton, panitia maupun pihak lain yang terlibat. Aspek keselamatan lintasan, keamanan penonton, kesiapan sarana dan prasarana, serta manajemen pengamanan menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan selama kegiatan berlangsung.


Penilaian risiko dilaksanakan oleh tim Ditpamobvit Polda NTT pada Rabu (30/9/2026). Pemeriksaan dilakukan untuk mengidentifikasi potensi ancaman, mengevaluasi kesiapan fasilitas, serta memastikan sistem pengamanan yang disiapkan penyelenggara mampu mendukung kejuaraan secara aman, tertib dan terukur.


AKP Jhondry, yang juga menjabat Panit 2 Subdit Wisata Ditpamobvit Polda NTT, menjelaskan bahwa risk assessment merupakan tahapan penting dalam penyelenggaraan olahraga otomotif yang melibatkan pembalap dan penonton.


Menurutnya, kegiatan grasstrack memiliki sejumlah potensi risiko yang perlu diantisipasi sejak awal, baik yang berkaitan dengan kondisi lintasan, keselamatan pembalap maupun keamanan penonton di sekitar arena.


“Risk assessment ini sangat penting dalam pelaksanaan kegiatan event-event olahraga yang mengakibatkan atau akan menimbulkan beberapa ancaman atau risiko, baik terhadap pembalap ataupun penonton yang ada di sekitar arena,” jelas AKP Jhondry.


Pemeriksaan lapangan tidak hanya berfokus pada kondisi fisik lintasan, tetapi juga mencakup berbagai faktor yang berpotensi menimbulkan risiko selama kejuaraan berlangsung. Hasil pemeriksaan tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk menyampaikan rekomendasi mitigasi kepada penyelenggara.


Dalam prosesnya, penyelenggara juga diberikan kesempatan untuk memberikan klarifikasi serta menunjukkan dokumen pendukung guna melengkapi persyaratan administratif.


AKP Jhondry menjelaskan, proses risk assessment diawali dengan koordinasi antara pihak penyelenggara dan kepolisian. Setelah itu, penyelenggara mengajukan surat permohonan penilaian risiko kepada Kapolda NTT.


Permohonan tersebut kemudian mendapatkan disposisi sebelum tim Ditpamobvit Polda NTT turun langsung ke lokasi untuk memeriksa kesiapan fasilitas, sarana dan prasarana, serta sistem manajemen keamanan yang telah disiapkan.


Penilaian risiko ini menjadi salah satu langkah preventif kepolisian dalam mendukung penyelenggaraan olahraga otomotif. Proses tersebut juga mendorong penyelenggara agar memperhatikan aspek keselamatan dan keamanan secara menyeluruh.


Kejurda Grastrack Bupati Rote Ndao Cup I yang diselenggarakan SMRC di Sirkuit Mandala diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi otomotif, tetapi juga berlangsung dengan mengutamakan keselamatan seluruh pihak yang terlibat.


Dengan demikian, risk assessment tidak sekadar menjadi tahapan administratif, melainkan bagian dari upaya pencegahan dan pengelolaan risiko dalam penyelenggaraan event olahraga bermotor di Kabupaten Rote Ndao.

✒️: kl