Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Simson Polin Hidupkan Kembali Grasstrack Rote Ndao Setelah 7 Tahun Vakum, 50 UMKM Ikut Bergerak

Jumat, 02 Oktober 2026 | Oktober 02, 2026 WIB Last Updated 2026-10-02T01:09:09Z

 




Rote Ndao, NTT— Setelah tujuh tahun vakum, Kejuaraan Daerah (Kejurda) Grasstrack Piala Bupati Rote Ndao kembali menggebrak Sirkuit Mandala, Desa Persiapan Loman, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 2–4 Oktober 2026.


Pemilik Sasando Motor Rote Club (SMRC), Simson Polin, bersama Ketua Panitia Pelaksana Daniel Nalle dan Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Rote Ndao, Apremoi Dudelusy Polin Dethan, memastikan kejuaraan otomotif ini berlangsung lancar dan aman dengan dukungan berbagai pihak.


Kembalinya ajang balap motor yang terakhir kali digelar pada 2019 ini bukan sekadar menghidupkan kembali kompetisi otomotif di Rote Ndao. Kejuaraan tersebut juga membawa misi besar untuk menjaring atlet-atlet lokal potensial menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 di NTT dan NTB, sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat melalui keterlibatan sekitar 50 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).


Simson Polin, sebagai pemilik SMRC, bersama jajaran panitia menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kabupaten Rote Ndao, Polres Rote Ndao, Polda NTT, IMI Provinsi NTT, pemilik lahan, serta masyarakat di sekitar Desa Persiapan Loman.


Kolaborasi berbagai pihak tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan dan menyukseskan kejuaraan yang menghadirkan pembalap dari berbagai daerah di NTT.


Setelah terakhir diselenggarakan pada 2019, Kejurda Grasstrack Piala Bupati Rote Ndao kembali digelar dengan melibatkan peserta dari Pulau Sumba, Flores, Kota Kupang, dan berbagai wilayah di daratan Pulau Timor.


Kembalinya kejuaraan ini menjadi momentum bagi SMRC untuk membuka kembali ruang kompetisi bagi para pembalap, khususnya generasi muda yang memiliki minat dan potensi dalam olahraga otomotif.


Sebanyak 17 kelas perlombaan dipertandingkan selama kejuaraan berlangsung. Beragam kelas tersebut memberikan kesempatan kepada para pembalap untuk menunjukkan kemampuan teknis, keterampilan mengendalikan motor, serta mental bertanding di lintasan.


Kehadiran pembalap dari berbagai daerah juga memberikan kesempatan bagi atlet lokal Rote Ndao untuk mengukur kemampuan dan menambah pengalaman melalui persaingan dengan pembalap dari luar daerah.


Bagi Simson Polin dan SMRC, penyelenggaraan kejuaraan ini menjadi bagian dari upaya membangkitkan kembali gairah olahraga grasstrack di Kabupaten Rote Ndao setelah cukup lama tidak menggelar kompetisi serupa.


Di balik persaingan memperebutkan gelar juara, Kejurda Grasstrack Piala Bupati Rote Ndao juga memiliki tujuan jangka panjang, yakni menjaring atlet-atlet lokal yang berpotensi mengikuti pembinaan untuk menghadapi PON 2028 yang akan diselenggarakan di NTT dan NTB.


Kejuaraan ini menjadi salah satu ruang bagi pembalap Rote Ndao untuk memperlihatkan kemampuan mereka dalam kompetisi yang melibatkan peserta dari berbagai wilayah.


Melalui pertandingan tersebut, potensi pembalap lokal dapat diamati dari kemampuan teknis, kedisiplinan, konsistensi, dan mental saat menghadapi persaingan.


Harapan terhadap lahirnya atlet lokal berprestasi tidak hanya berhenti pada keikutsertaan dalam satu kejuaraan. Pembinaan berkelanjutan, latihan yang terarah, serta kesempatan mengikuti kompetisi secara rutin menjadi faktor penting untuk mempersiapkan atlet menuju tingkat yang lebih tinggi.


Penyelenggaraan Grasstrack Piala Bupati Rote Ndao diharapkan dapat menjadi salah satu langkah awal dalam membangun ekosistem olahraga otomotif yang lebih berkembang di daerah tersebut.


Dengan adanya kompetisi ini, generasi muda Rote Ndao diharapkan memiliki kesempatan lebih luas untuk mengembangkan bakat dan kemampuan mereka dalam olahraga bermotor.


Tidak hanya berorientasi pada prestasi olahraga, kejuaraan yang digagas melalui SMRC ini juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat.


Sekitar 50 pelaku UMKM telah mendaftar dan mulai berjualan di sekitar Sirkuit Mandala pada hari pertama penyelenggaraan, Jumat (2/10/2026).


Kehadiran pembalap, kru, panitia, dan penonton dari berbagai daerah menjadi peluang bagi para pelaku usaha untuk memasarkan produk mereka selama kegiatan berlangsung.


Berbagai kebutuhan pengunjung, terutama makanan dan minuman, menjadi bagian dari aktivitas perdagangan di sekitar lokasi kejuaraan.


Keterlibatan puluhan UMKM tersebut memberikan ruang bagi masyarakat untuk memperoleh tambahan pendapatan sekaligus memperkenalkan produk lokal kepada pengunjung dari luar Rote Ndao.


Hal ini menunjukkan bahwa penyelenggaraan event olahraga dapat memberikan dampak yang lebih luas, tidak hanya bagi perkembangan atlet dan komunitas otomotif, tetapi juga bagi aktivitas ekonomi masyarakat.


Bagi Rote Ndao, kegiatan berskala regional seperti ini juga membuka peluang untuk memperkenalkan potensi daerah melalui kehadiran peserta dan pengunjung dari berbagai wilayah di NTT.


Kelancaran Kejurda Grasstrack Piala Bupati Rote Ndao tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, aparat keamanan, organisasi olahraga, pemilik lahan, dan masyarakat sekitar.


Polres Rote Ndao dan Polda NTT turut memberikan dukungan dalam aspek keamanan dan ketertiban selama penyelenggaraan kegiatan.


Sebelumnya, Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Polda NTT telah melakukan risk assessment di Sirkuit Mandala pada 30 September 2026.


Penilaian tersebut mencakup kesiapan fasilitas, sarana dan prasarana, serta sistem manajemen keamanan yang disiapkan penyelenggara. Hasil akhir penilaian diberikan dalam kategori cukup, dengan rekomendasi mitigasi risiko yang perlu diperhatikan.


Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya preventif untuk mengidentifikasi dan meminimalkan potensi risiko terhadap pembalap, penonton, panitia, maupun pihak lain yang terlibat.


Selain dukungan aparat keamanan, keterlibatan IMI Provinsi NTT dan IMI Rote Ndao menjadi bagian dari penyelenggaraan kompetisi yang mempertandingkan 17 kelas tersebut.


Dukungan pemilik lahan dan masyarakat Desa Persiapan Loman juga menjadi unsur penting dalam pelaksanaan kejuaraan di Sirkuit Mandala.


Kolaborasi tersebut memperlihatkan pentingnya keterlibatan berbagai unsur dalam menghadirkan kegiatan olahraga yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga memperhatikan kepentingan dan keselamatan masyarakat.


Kembalinya Kejurda Grasstrack Piala Bupati Rote Ndao setelah tujuh tahun vakum menjadi momentum untuk menghidupkan kembali kompetisi otomotif sekaligus membuka peluang pengembangan olahraga dan ekonomi masyarakat.


Bagi Simson Polin bersama SMRC, kejuaraan ini menjadi kesempatan untuk memberikan ruang bagi para pembalap, khususnya atlet lokal, agar dapat mengembangkan kemampuan dan memperoleh pengalaman bertanding.


Kehadiran sekitar 50 UMKM juga menjadi bagian dari manfaat ekonomi yang diharapkan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat selama kegiatan berlangsung.


Dengan dukungan Pemerintah Kabupaten Rote Ndao, Polres Rote Ndao, Polda NTT, IMI Provinsi NTT, pemilik lahan, dan warga sekitar, kejuaraan yang berlangsung pada 2–4 Oktober 2026 ini diharapkan berjalan lancar, aman, dan tertib.


Lebih dari sekadar perebutan gelar juara, Grasstrack Piala Bupati Rote Ndao diharapkan menjadi awal dari pembinaan atlet otomotif yang berkesinambungan, membuka peluang bagi pembalap lokal menuju PON 2028, serta menggerakkan perekonomian masyarakat di Kabupaten Rote Ndao.

✒️: kl