![]() |
| Ketua DPD PAN Kota Kupang Simon Dima menggaungkan pesan toleransi dan kedamaian jelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. |
Kota Kupang, NTT, 15/12— Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Kupang, Simon Dima, menggaungkan pesan toleransi dan kedamaian kepada seluruh elemen masyarakat menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Pesan tersebut disampaikan sebagai ajakan moral dan sosial agar Kota Kupang tetap menjadi ruang hidup yang aman, harmonis, dan penuh kasih.
Simon Dima yang juga merupakan Anggota DPRD Kota Kupang menegaskan bahwa menjaga kedamaian kota bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat keamanan atau pemerintah semata, melainkan tugas kolektif seluruh warga tanpa memandang perbedaan suku, agama, ras, dan golongan.
Menurutnya, Pemerintah Kota Kupang perlu terus menggandeng seluruh elemen strategis, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, aparat keamanan, hingga masyarakat akar rumput, guna memastikan perayaan Natal berlangsung aman, bermartabat, dan sarat nilai toleransi.
“Natal 2025 tinggal beberapa waktu lagi. Ini momentum penting bagi kita semua untuk menjaga Kota Kupang sebagai kota yang bernuansa kasih. Dari kasih itulah lahir rasa aman, damai, dan saling menghargai, sebagaimana pesan kelahiran Sang Juru Selamat,” ujar Simon Dima.
Sebagai Ketua DPD PAN Kota Kupang, Simon Dima juga secara khusus mengajak masyarakat non-Kristiani untuk turut berperan aktif menjaga ketertiban dan keharmonisan selama perayaan Natal dan Tahun Baru. Ia menilai, partisipasi lintas iman merupakan kekuatan utama Kota Kupang yang selama ini dikenal sebagai kota toleransi di Nusa Tenggara Timur bahkan di tingkat nasional.
Ia menekankan bahwa Natal dan Tahun Baru bukan sekadar perayaan keagamaan umat Kristiani, tetapi menjadi momentum kebersamaan seluruh warga kota untuk memperkuat persaudaraan, menghormati perbedaan, serta meneguhkan komitmen hidup berdampingan secara damai.
“Kasih tidak mengenal dikotomi. Kasih menyatukan kita dalam kebersamaan, persaudaraan, dan kekeluargaan sebagai satu rumah besar bernama Kota Kupang,” tambahnya.
Lebih jauh, Simon Dima mengingatkan agar nilai-nilai toleransi, solidaritas sosial, dan kepedulian terhadap sesama yang telah terbangun sejak kepemimpinan wali kota sebelumnya hingga saat ini dapat terus dijaga dan ditingkatkan.
“Kota Kupang patut dibanggakan sebagai kota yang memiliki kepedulian sosial tinggi, rasa solidaritas, saling memahami, dan komitmen kuat menjaga ketertiban serta ketenteraman bersama,” pungkasnya.
Dengan pesan toleransi yang terus digaungkan, Simon Dima menegaskan bahwa masa depan Kota Kupang yang damai hanya dapat terwujud bila seluruh warganya bersatu merawat kasih dan persaudaraan.
