![]() |
| Gotong royong jadi fokus evaluasi jasa konstruksi 2025 di NTT. Gubernur tekankan pemerataan infrastruktur dan kerja kolaboratif untuk kesejahteraan. |
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur pada tahun 2025 harus berlangsung secara gotong royong dan merata di seluruh wilayah. Penegasan ini disampaikan Gubernur NTT saat memaparkan hasil evaluasi jasa konstruksi tahun 2025 di Kupang, Senin (13/1).
Dalam paparannya, Gubernur menjelaskan bahwa jasa konstruksi memegang peran penting dalam mendukung pemerataan pembangunan, mulai dari fasilitas publik, konektivitas antarwilayah hingga sarana ekonomi masyarakat. Karena itu, ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, pelaku jasa konstruksi, dan masyarakat.
“Pembangunan tidak bisa lagi berjalan sendiri-sendiri. Kita harus bergerak melalui gotong royong agar hasil pembangunan dapat dirasakan secara adil dan merata,” ujar Gubernur.
Evaluasi jasa konstruksi 2025 juga menyoroti sejumlah capaian pembangunan infrastruktur yang telah berlangsung di berbagai daerah, termasuk peningkatan akses jalan, pembangunan fasilitas layanan dasar, serta kesiapan sektor konstruksi dalam menghadapi tantangan iklim dan geografi di NTT.
Selain capaian, evaluasi ini juga mengidentifikasi berbagai kendala teknis dan administratif yang perlu ditangani demi mempercepat proses pembangunan. Pemprov NTT mendorong penguatan regulasi, kapasitas sumber daya manusia, serta peningkatan kualitas perencanaan.
Gubernur berharap seluruh pihak dapat terus menjaga kolaborasi agar pembangunan infrastruktur NTT tidak hanya berorientasi pada output fisik, tetapi juga manfaat sosial, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat.
✒️: My
