Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Simon Dima Soroti Fiskal dan Perumda Pasar

Jumat, 09 Januari 2026 | Januari 09, 2026 WIB Last Updated 2026-01-12T08:10:41Z

 

Perumda Pasar dinilai Simon Dima berpotensi mendukung PAD Kota Kupang di tengah tekanan fiskal nasional. Profesionalisme dan optimalisasi aset jadi kunci.


9 Januari 2026- Simon Dima menilai tantangan fiskal nasional 2026 membutuhkan adaptasi yang lebih cerdas di tingkat daerah, khususnya dalam pengelolaan aset strategis yang dapat menunjang Pendapatan Asli Daerah (PAD). Menurut Ketua Fraksi PAN DPRD Kota Kupang itu, Perumda Pasar merupakan salah satu instrumen yang realistis untuk diperkuat agar mampu mendorong pertumbuhan PAD tanpa ketergantungan penuh pada transfer dari pusat.


Sorotan Simon tak muncul tiba-tiba. Situasi fiskal nasional beberapa tahun terakhir memang menghadapi tekanan akibat ketidakpastian global, penyesuaian belanja pemerintah, serta kebutuhan pembiayaan pembangunan yang semakin besar. Kondisi tersebut turut memaksa daerah untuk berpikir ulang tentang sumber pendapatan, arah kebijakan, dan peluang pengembangan ekonomi lokal.


Dalam pandangannya, pasar bukan sekadar ruang transaksi ekonomi mikro, tetapi simpul distribusi yang menghubungkan pedagang, daya beli masyarakat, serta sirkulasi barang. Jika simpul ini hidup dan tertata, maka efeknya menjadi berlapis: ekonomi mikro tumbuh, aktivitas jasa meningkat, dan retribusi daerah ikut bergerak. “Kalau pasar hidup, ekonomi mikro hidup, dan otomatis berdampak pada PAD,” ujarnya.


Simon juga menekankan pentingnya profesionalisme dalam pengelolaan Perumda Pasar. Ia menyebut bahwa penguatan struktur manajemen, pembenahan tata kelola, pemutakhiran data retribusi, serta penataan infrastruktur pasar adalah langkah-langkah yang dapat meningkatkan kinerja sekaligus kredibilitas lembaga. Di sisi lain, regulasi teknis dan pengawasan periodik diperlukan untuk memastikan bahwa reorientasi bisnis tersebut tetap sejalan dengan kepentingan publik.


Di tengah tantangan fiskal nasional, gagasan Simon menawarkan perspektif bahwa penguatan Perumda bukan semata urusan teknis, tetapi bagian dari strategi fiskal daerah yang lebih besar: menata, mengoptimalkan, dan memaksimalkan aset yang sudah ada sebelum membuka ruang pembiayaan baru. Pendekatan seperti ini semakin relevan di kota-kota yang mengalami mobilitas ekonomi tinggi, seperti Kupang, yang tumbuh menjadi simpul perdagangan dan jasa di NTT.


Selain itu, penguatan Perumda Pasar juga dapat dibaca sebagai langkah untuk memperkuat kemandirian fiskal daerah. Dengan menumbuhkan sektor-sektor lokal yang dominan, pemerintah daerah dapat meminimalisir fluktuasi pendapatan akibat ketidakpastian nasional maupun global. Pada tahap lanjutan, model ini membuka ruang inovasi lewat kolaborasi antara pemerintah, pelaku pasar, dan komunitas ekonomi mikro.


Dorongan Simon menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah untuk mengemas strategi fiskal yang lebih adaptif dan berbasis potensi lokal.

✒️: kl