Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Strategi Baru Direktur Perumda Pasar Kupang Benahi Sampah dan Parkir Liar

Rabu, 18 Februari 2026 | Februari 18, 2026 WIB Last Updated 2026-02-18T08:05:17Z

 

Direktur Perumda Pasar Kupang, Ganda Raymond Tadjo Tallo, saat menyampaikan strategi pembenahan pengelolaan sampah dan penataan sistem parkir di Kota Kupang, Selasa (18/2/2026).

Kota Kupang, NTT, 18 Februari 2026 – Direktur Perumda Pasar Kupang Ganda Raymond Tadjo Tallo memaparkan strategi besar pembenahan pasar yang berfokus pada pengelolaan sampah, penertiban pedagang, serta penanganan parkir liar demi peningkatan pelayanan dan pendapatan daerah.


Dalam keterangannya, Ganda Raymond menegaskan bahwa dua persoalan paling mendesak di lapangan saat ini adalah pengolahan sampah dan penataan pedagang. Menurutnya, pengelolaan sampah akan lebih dahulu diterapkan di Pasar Kasih dan Pasar Naikoten, sementara penertiban pedagang difokuskan di Pasar Fatu Besi. Adapun Pasar Oebobo diarahkan menjadi pilot project penerapan digitalisasi dan pembaruan sistem.


Ia menjelaskan, selama ini pengelolaan sampah masih berada di bawah Dinas Lingkungan Hidup (DLHK) karena belum adanya perusahaan daerah yang memiliki kendaraan operasional khusus untuk menangani sampah pasar secara mandiri. Keterbatasan armada menjadi kendala utama, terutama saat hari besar ketika terjadi penumpukan sampah akibat keterlambatan pengangkutan.


“Untuk sampai ke tingkat TPA memang membutuhkan kendaraan tambahan. Karena itu kami berpikir bagaimana mengurangi residu terlebih dahulu, supaya bisa diketahui berapa yang benar-benar harus dikirim ke TPA,” ujarnya.


Menurutnya, pengurangan residu hanya bisa dilakukan melalui pemilahan sampah yang benar di tingkat pedagang. Edukasi dan sosialisasi menjadi langkah awal, termasuk rencana penerbitan surat edaran pada akhir Februari yang mengatur peran pedagang dalam menjaga kebersihan lapak masing-masing.


Petugas lapangan juga akan dibekali perangkat komunikasi untuk memperkuat sosialisasi. Dengan pemilahan yang baik, sebagian residu bisa bernilai ekonomis, sementara sisanya akan terintegrasi dengan TPST terdekat sehingga sistem pengelolaan menjadi lebih terstruktur.


Tak hanya soal sampah, Ganda Raymond juga menyoroti persoalan parkir liar dan kebocoran retribusi. Ia mengakui praktik penarikan parkir oleh pihak yang tidak bertanggung jawab masih terjadi di sejumlah titik.


Sebagai solusi, Perumda Pasar akan memperkuat tata kelola dan mengkaji digitalisasi retribusi parkir. Sistem parkir digital dinilai mampu menekan kebocoran sekaligus meningkatkan kontribusi terhadap pendapatan perusahaan daerah.


“Posisi dan ruang pasar bawah memungkinkan banyak orang datang parkir dan berbelanja. Ini potensi yang harus dikelola dengan sistem yang baik,” jelasnya.


Ia menambahkan, tiga pasar besar di Kota Kupang — Pasar Kasih, Pasar Oebobo, dan Pasar Fatu Besi — memiliki karakteristik berbeda sehingga membutuhkan pendekatan yang berbeda pula. Untuk Pasar Batu Besi dan Pasar Kasih akan diterapkan SOP baru, sementara Pasar Oebobo menjadi proyek percontohan digitalisasi.


Selain itu, ia juga menggagas penunjukan koordinator di setiap los atau bangsal sebagai penghubung informasi antara manajemen dan pedagang. Kolaborasi lintas sektor, termasuk Satpol PP dan masyarakat sekitar pasar, dinilai menjadi kunci keberhasilan pembenahan.


“Sampah dan penertiban pedagang bukan tanggung jawab satu pihak saja. Harus ada kerja sama, kerja bersama-sama,” tegasnya.


Ia mengakui tantangan terbesar selama hampir dua bulan menjabat adalah mengubah pola lama yang sudah mengakar. Namun, ia optimistis melalui kajian, penyesuaian sistem, dan pembenahan bertahap, kondisi pasar akan lebih tertata.


Pada akhirnya, mandat yang diembannya sebagai pimpinan entitas bisnis daerah adalah memastikan peningkatan pelayanan kepada pedagang dan konsumen, sekaligus mendorong peningkatan kontribusi terhadap pendapatan daerah.


“Silakan nanti dievaluasi di tahun terakhir. Target saya jelas, pelayanan meningkat dan sistem semakin tertata,” pungkasnya.

✒️: kl