![]() |
| Foto kiri: Gelombang tinggi menerjang perairan, ilustrasi potensi gelombang hingga 3 meter di wilayah NTT. Foto kanan: Peta wilayah Teluk Carpentaria, Australia Utara, lokasi pusat tekanan rendah yang memengaruhi kondisi cuaca dan gelombang laut di NTT. |
Kupang,NTT- BMKG peringatkan tinggi gelombang capai 3 meter di perairan Nusa Tenggara Timur (NTT) pada periode 19 Februari 2026 pukul 08.00 WITA hingga 22 Februari 2026 pukul 08.00 WITA. Peringatan dini ini dikeluarkan guna meningkatkan kewaspadaan nelayan, operator kapal, serta masyarakat pesisir terhadap potensi cuaca laut yang dapat berubah cepat dan ekstrem.
Informasi tersebut dipublikasikan oleh Prakirawan Stasiun Meteorologi Maritim Tenau pada Rabu, 18 Februari 2026.
🔴 Gelombang Tinggi Berpotensi di Selatan Timor–Rote
BMKG memprakirakan gelombang kategori tinggi (>2.5–3 meter) berpotensi terjadi pada:
21 Februari 2026 pukul 08.00 WITA – 22 Februari 2026 pukul 08.00 WITA: Perairan Selatan Timor – Rote
Sementara itu:
19–20 Februari 2026: Nihil gelombang tinggi
20–21 Februari 2026: Nihil gelombang tinggi
Kondisi ini berisiko terhadap perahu nelayan kecil, kapal tongkang, kapal penyeberangan, serta aktivitas wisata bahari.
Gelombang Sedang Terjadi Hampir di Seluruh Perairan NTT
Selain gelombang tinggi, BMKG juga memprakirakan gelombang kategori sedang (1.25–2.5 meter) terjadi pada 19–22 Februari 2026 di sejumlah wilayah berikut:
- Selat Sape
- Perairan Selatan Flores
- Selat Sumba
- Laut Sawu
- Perairan Selatan Sumba
- Perairan Sabu – Raijua
- Perairan Utara Timor
- Perairan Utara Kupang – Rote
- Selat Pukuafu
- Selat Ombai
- Selat Flores – Lamakera
- Selat Pantar
- Selat Alor
- Perairan Taman Nasional Komodo
Wilayah-wilayah tersebut diperkirakan mengalami peningkatan tinggi gelombang secara bertahap mengikuti dinamika angin regional.
Berdasarkan analisis sinoptik BMKG, terdapat pusat tekanan rendah di utara Australia (Teluk Carpentaria) yang memicu terbentuknya daerah pertemuan angin di wilayah NTT. Kondisi ini meningkatkan pertumbuhan awan konvektif signifikan.
Wilayah NTT berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang.
Pola angin umumnya bergerak dari Barat – Barat Laut dengan kecepatan 6–30 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di Selat Sape, Laut Sawu, Selat Ombai, hingga perairan selatan Timor–Rote yang berkontribusi terhadap peningkatan tinggi gelombang.
BMKG juga mengingatkan potensi munculnya awan Cumulonimbus yang dapat menyebabkan perubahan arah dan kecepatan angin secara tiba-tiba serta meningkatkan tinggi gelombang secara signifikan.
BMKG mengimbau masyarakat untuk:
✔ Memperhatikan informasi cuaca terbaru sebelum melaut
✔ Menghindari aktivitas pelayaran saat gelombang tinggi terjadi
✔ Memastikan kelengkapan alat keselamatan
Dengan dinamika atmosfer yang masih aktif, perairan NTT dalam beberapa hari ke depan memerlukan kewaspadaan ekstra. Tinggi gelombang capai 3 meter menjadi indikator penting bahwa aktivitas maritim harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian.
✒️: kl
