Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Pesantren Kilat SMKN 2 Kupang Bangkit Lagi Setelah 24 Tahun

Rabu, 18 Februari 2026 | Februari 18, 2026 WIB Last Updated 2026-02-18T05:28:33Z

 

Dari kiri ke kanan: Barts Zidane Bararai (Ketua Panitia Pesantren Kilat), Jumrah, S.Ag., M.Pd (Guru Agama Islam), Yohanes Lomi, S.Pd (Plt. Kepala Sekolah SMKN 2 Kupang), dan Regina Thine, S.Pd (Waka Kesiswaan), usai wawancara terkait pelaksanaan Pesantren Kilat Ramadan 2026 di SMKN 2 Kupang, Rabu (18/02/2026).

Kupang, NTT, 18 Februari 2026 — Pesantren Kilat SMKN 2 Kupang kembali digelar setelah hampir 24 tahun tidak dilaksanakan. Momentum Ramadan 2026 menjadi titik kebangkitan kegiatan keagamaan ini yang sarat makna pembentukan karakter, pendalaman iman, serta penguatan akhlak peserta didik di lingkungan sekolah kejuruan.


Kegiatan ini menghadirkan empat narasumber utama, yakni Ketua Panitia Barts Zidane Bararay, Wakasek Kesiswaan Regina Thine, S.Pd., Guru Agama Islam Jumrah, S.Ag., M.Pd., serta Plt. Kepala Sekolah Yohanes Lomi, S.Pd.


Ketua Panitia, Barts Zidane Bararay, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program sekolah yang telah dirancang sejak awal tahun ajaran.


“Kita panitia ya iya, mungkin bagi beberapa teman-teman yang dari kelas satu, kelas dua dengan kelas tiga kurang lebih ada. Kalau jumlah semua ada 136, tapi yang hadir untuk hari ini hanya sekitar 20 orang. Untuk kegiatan pesantren kilat ini tujuannya sangat bagus karena dapat melatih membentuk akhlak mulia dan juga ada sesuatu dalam kegiatan pesantren.”


Ia menegaskan bahwa program ini bukan sekadar kegiatan biasa, melainkan wadah menjalin persaudaraan.


“Ini merupakan program sekolah yang sudah saya buat di awal tahun ajaran, menjalin persaudaraan. Mungkin ada teman-teman yang belum kita kenal, kita bisa kenal lebih dekat melalui kegiatan ini.”


Menurutnya, pembentukan karakter menjadi inti dari pesantren kilat.

“Dalam mendesain atau merancang, saya sangat mengharapkan agar berjalan dengan baik karena di situ karakter anak dibentuk. Mereka sudah beberapa bulan menimba ilmu pengetahuan dan ilmu pengetahuan itu kita tahu sebagai kunci bagi anak-anak yang beragama Muslim.”


Wakasek Kesiswaan SMKN 2 Kupang, Regina Thine, S.Pd., menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memperkuat fondasi karakter siswa.


“Dalam mendesain atau merancang, saya sangat mengharapkan agar berjalan dengan baik karena di situ karakter anak dibentuk. Mereka sudah beberapa bulan menimba ilmu pengetahuan dan ilmu pengetahuan itu kita tahu sebagai kunci. Anak-anak yang beragama Muslim bisa dibentuk melalui pesantren kilat.”


Ia menambahkan bahwa dunia kerja tidak hanya menuntut kemampuan teknis.

“Pesan saya sebagai wakil kesiswaan untuk tiga hari ke depan ini bahwa anak-anak bisa mengikuti kegiatan ini dengan baik untuk masuk dunia kerja. Tetapi untuk bertahan dalam dunia kerja adalah karakter.”


Ia juga menekankan pentingnya koordinasi lintas pihak sekolah.

“Saya berkoordinasi dengan guru agama Muslim ibu Jumrah untuk mari kita sama-sama melakukan kegiatan ini sehingga karakter anak-anak yang beragama Muslim terbentuk. Peningkatan iman itu sangat penting meskipun kita berbeda-beda agama.”


Menurutnya, keberagaman justru menjadi kekuatan.

“Betapa indahnya Indonesia, betapa indahnya Kota Kupang dengan kerukunan sesama. Berbeda-beda agama tetapi kami bisa bersatu.”


Sebagai pendidik agama, ia berharap lahir insan yang beriman dan bertakwa.


Guru Agama Islam, Jumrah, S.Ag., M.Pd., mengungkapkan bahwa pelaksanaan pesantren kilat ini merupakan yang pertama sejak 2002.


“Pelaksanaan pesantren kilat ini baru pertama kali semenjak 2002 kalau saya tidak salah. Jadi sudah sekian dekade belum dilaksanakan, hampir 24 tahun.”


Ia mengaku sempat ragu, namun dukungan dari pimpinan sekolah membuatnya kembali bersemangat.


“Saya mencoba dengan mimpi dan dukungan dari ibu kesiswaan serta pihak pimpinan yang selalu mensupport saya. Suksesnya kegiatan ini bukan di tangan saya tapi kerja sama di antara kami di SMK Negeri 2 Kupang, khususnya bapak kepala sekolah yang setiap kali saya berkoordinasi selalu welcome.”


Ia menjelaskan makna puasa sebagai inti pembelajaran spiritual.

“Puasa itu adalah ibadah yang paling rahasia. Hanya diri kita sendiri yang tahu dengan Allah, di mana kita bisa batal, di mana kita jujur untuk tidak batal. Hikmah puasa melatih diri bagaimana kita menjadi umat yang beriman, bertekun, istiqomah dalam segala perintah ajaran-ajaran Al-Qur’an.”


Menurutnya, pesantren kilat bukan sekadar ritual tahunan.

“Pelaksanaan pesantren kilat ini bukan hanya sekadar ritual tahunan, tetapi membimbing dan memperdalam lagi tentang pendidikan agama Islam, bersosialisasi, dan merasakan bagaimana orang-orang yang tidak berpunya bisa merasakan menahan lapar dan dahaga.”


Plt. Kepala SMKN 2 Kupang, Yohanes Lomi, S.Pd., menyatakan bahwa kegiatan ini sempat vakum hampir 24 tahun.


“Memang pesantren kilat di SMK Negeri 2 Kupang sempat tidak dilaksanakan hampir 24 tahun, tetapi kembali lagi tahun ini kita lakukan dan harapan saya bukan hanya tahun ini, tahun-tahun berikut kita harus jalankan.”


Ia memaparkan tiga tujuan utama kegiatan ini:

“Yang pertama untuk memperkuat karakter peserta didik, yang kedua untuk memperdalam keimanannya, dan yang ketiga membentuk akhlak mulia.”


Ia menilai kegiatan ini relevan di tengah kesibukan siswa.

“Anak-anak kita ini di tengah kesibukan belajar, praktik di bengkel dan kompetensi kejuruan masing-masing, tetapi dengan pesan ini mereka bisa mempersiapkan diri secara baik.”


Ramadan menjadi momentum penguatan nilai spiritual.

“Melaksanakan kegiatan keagamaan di masjid, ada tadarus dan ada sembahyang, sehingga terbentuklah karakter anak-anak yang baik dalam menyambut masa depan mereka lebih baik.”


Ia berharap semangat tersebut berlanjut setelah kegiatan selesai.

“Setelah selesai kegiatan ini anak-anak kembali beraktivitas di kelas, mereka tetap semangat dalam proses belajar mengajar, menunjukkan identitas mereka sebagai siswa yang berkarakter baik di sekolah.”


Ia menutup dengan pesan bahwa kegiatan ini tidak berhenti di sekolah.

“Bagi anak-anak yang beragama Muslim ini didampingi bapak ibu guru yang hebat-hebat, tidak saja kegiatan pesantrennya selesai di sekolah, tapi mereka harus terus selama bulan Ramadan.”


Kembalinya Pesantren Kilat SMKN 2 Kupang bukan hanya kebangkitan program keagamaan, tetapi kebangkitan komitmen pendidikan karakter di sekolah kejuruan. Di tengah tuntutan kompetensi industri, sekolah ini menegaskan bahwa ilmu adalah kunci, namun karakter adalah fondasi utama.


Ramadan 2026 menjadi saksi bahwa generasi masa depan tidak hanya dibentuk oleh keterampilan, tetapi juga oleh iman, akhlak, dan integritas.

✒️: kl