Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Survei Kepuasan Gubernur NTT: Ekonomi & Jalan Jadi Sorotan

Jumat, 20 Februari 2026 | Februari 20, 2026 WIB Last Updated 2026-02-20T08:30:32Z

 

Diskusi Publik pemaparan hasil Survei Kepuasan 1 Tahun Gubernur dan Wakil Gubernur NTT yang digelar di Aula Eltari, Kupang, Jumat (20/2/2026).

Kupang, NTT – Survei kepuasan Gubernur NTT dalam satu tahun masa pemerintahan menunjukkan tingkat kepuasan publik mencapai 80,5 persen. Namun di balik capaian tersebut, masyarakat secara tegas menyoroti persoalan ekonomi dan kondisi jalan rusak sebagai prioritas utama yang perlu segera dibenahi.


Hasil survei ini dipaparkan dalam Diskusi Publik yang digelar pada 20 Februari 2026 di Aula Eltari, Kupang. Kegiatan tersebut menghadirkan berbagai elemen masyarakat, akademisi, serta pemangku kepentingan daerah.


Survei dilakukan pada 5–14 Januari 2026 dengan melibatkan 800 responden di 22 kabupaten/kota se-Nusa Tenggara Timur.


Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago, menjelaskan bahwa metode yang digunakan adalah wawancara tatap muka dengan kuesioner terstruktur menggunakan teknik multistage random sampling, dengan margin of error sebesar 3,47 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.


Tingkat Kepuasan 80,5 Persen


Hasil survei menunjukkan 11,9 persen responden menyatakan sangat puas dan 68,6 persen puas terhadap kinerja satu tahun gubernur dan wakil gubernur. Sementara itu, 18,4 persen menyatakan tidak puas dan 1,1 persen sangat tidak puas.


Sebanyak 72,5 persen responden juga menilai Pemerintah Provinsi NTT mengerti persoalan masyarakat, dan 75,4 persen menyatakan yakin pemerintah memiliki solusi terhadap berbagai persoalan tersebut.


Angka ini mencerminkan adanya legitimasi publik terhadap arah kebijakan pemerintah di tahun pertama kepemimpinan.


Ekonomi Jadi Keluhan Utama


Meski tingkat kepuasan tinggi, sebanyak 40,1 persen responden menyebut sektor ekonomi dan kesejahteraan sebagai prioritas paling mendesak untuk diperbaiki.


Persoalan terbesar yang dirasakan masyarakat adalah harga kebutuhan pokok mahal (56,1 persen). Selain itu, sulit mencari lapangan pekerjaan (12,8 persen) dan tingkat kemiskinan yang masih tinggi (11,2 persen) juga menjadi perhatian utama.


Kelangkaan barang kebutuhan pokok, mahalnya pupuk dan sarana pertanian, serta sulitnya akses kredit usaha turut memperkuat tekanan ekonomi yang dirasakan warga.


Jalan Rusak Dominasi Sorotan Infrastruktur


Di sektor infrastruktur dan layanan dasar yang dipilih 33,9 persen responden sebagai prioritas mendesak, persoalan paling dominan adalah jalan raya rusak atau tidak memadai (69,7 persen).


Selain itu, air bersih yang belum menjangkau seluruh wilayah atau mahal dan berkualitas buruk, fasilitas jembatan tidak memadai, serta listrik yang belum stabil juga menjadi keluhan masyarakat.


Tingginya angka keluhan terhadap jalan rusak menegaskan bahwa konektivitas antarwilayah masih menjadi pekerjaan rumah besar pembangunan di NTT.


Tata Kelola dan Kesehatan Jadi Catatan


Pada sektor kesehatan, fasilitas yang tidak memadai, biaya layanan mahal, serta kekurangan tenaga medis menjadi persoalan utama.


Sementara pada sektor tata kelola pemerintahan dan penegakan hukum, praktik korupsi atau pungli, penegakan hukum yang dinilai tidak adil, serta birokrasi lamban dan berbelit masih menjadi perhatian publik.


Perencanaan Dinilai Baik, Realisasi Ditunggu


Sebanyak 79,8 persen responden menilai perencanaan pembangunan yang telah disusun pemerintah sudah baik. Namun hanya 51,8 persen yang optimistis rencana tersebut dapat direalisasikan dalam periode pemerintahan ini, sementara 39,8 persen masih ragu-ragu.


Artinya, publik memberi apresiasi terhadap arah kebijakan, namun menanti implementasi nyata yang berdampak langsung.


Kondisi Keamanan Dinilai Aman


Sebanyak 83,1 persen responden menyatakan kondisi keamanan di lingkungan tempat tinggal mereka aman dan tertib. Bahkan 5 persen menyebut sangat aman dan sangat tertib, meski 8,6 persen masih merasa kondisi belum aman dan belum tertib.


Hasil survei yang dipaparkan di Aula Eltari Kupang ini memperlihatkan fondasi kepercayaan publik yang cukup kuat terhadap kinerja satu tahun pemerintahan. Namun ekonomi dan perbaikan infrastruktur jalan menjadi indikator utama yang akan menentukan keberlanjutan tingkat kepuasan tersebut ke depan.

✒️: kl