![]() |
| Kepala SDI RSS Oesapa Kota Kupang, Leonard Ere Roi, S.Pd, saat diwawancarai di lingkungan sekolah, Rabu (25/2/2026), terkait kesiapan siswa kelas 6 menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) dengan target nilai minimal 80. |
Kota Kupang, NTT, 25 Februari 2026 — Tes Kemampuan Akademik (TKA) menjadi perhatian serius di SDI RSS Oesapa Kota Kupang. Kepala sekolah SDI RSS Oesapa Kota Kupang Leonard Ere Roi, S.Pd menegaskan bahwa standar nilai 80 yang ditetapkan menjadi tantangan besar, karena nilai 70 masih dianggap di bawah target.
Menurut Leonard Ere Roi, TKA yang baru diluncurkan tahun ini khusus untuk kelas 6 berbeda dengan ANBK. TKA lebih merujuk pada kemampuan akademik siswa sebagai salah satu syarat untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya.
“Tes Kemampuan Akademik ini yang baru diluncurkan tahun ini khusus kelas 6 ini, kita telah mempersiapkan sedemikian rupa,” jelasnya.
Pihak sekolah mengaku tidak main-main dalam menghadapi TKA. Sejak Januari hingga Maret, sekolah telah melakukan pendampingan khusus bagi siswa kelas 6.
“Langkah-langkah yang kami tempuh sejauh ini, kita buat pendampingan khusus. Baik dari guru kelasnya, juga dari guru mata pelajaran,” ujarnya.
Pendampingan dilakukan berdasarkan kisi-kisi yang telah diperoleh melalui sosialisasi dari pengawas dan dinas terkait. Selain pembelajaran di sekolah, siswa juga dibekali buku khusus TKA dan didorong belajar di rumah bersama orang tua.
“Berbagai cara, metode untuk kita meningkatkan kualitas siswa itu sendiri. Kita tidak cukup belajar di sekolah, tetapi juga dengan orang tua,” tambahnya.
Bahkan, sekolah juga memberi ruang bagi siswa untuk mengikuti les tambahan di luar guna meningkatkan mutu akademik.
Leonard tidak menutup-nutupi bahwa standar nilai 80 yang ditentukan dinas cukup berat.
“Yang ditentukan oleh dinas harus 80. Nah ini kesiapan kita yang tidak main-main, tetapi kami sebagai pelaksana tentu cemas,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa nilai 70 masih di bawah standar yang diharapkan. “70 masih di bawah. Kalau standar baik itu nilai berapa? Minimal harus baik-baik,” katanya.
Meski demikian, pihak sekolah tetap optimis. Berdasarkan simulasi dan evaluasi, sekitar 90 persen siswa diharapkan bisa mendekati target nilai 80.
“90 persen supaya bisa mendekati, ketika kita uji. Tetapi memang tidak seperti yang kita harapkan, tidak muluk-muluk,” ujarnya realistis.
Kunci utama kesiapan siswa, menurut Leonard, adalah kolaborasi. “Kita kolaborasi tadi dengan orang tua. Orang tua juga harus baik supaya merasa lega dan ketika mencari sekolah yang mereka impikan itu tidak terlalu sulit,” jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa setiap siswa memiliki karakter yang berbeda. “76 orang, berbagai karakter, berbagai sifat, perilaku dan lain-lain. Semua siswa harus mengikuti proses pembelajaran,” katanya.
Selain kesiapan akademik, sekolah juga memperhatikan kesiapan mental, fisik, hingga dukungan keluarga.
“Sehingga guru-guru kelas itu betul-betul dibantu oleh guru mata pelajaran. Bahkan kita masuk di kelas untuk memberikan motivasi,” tambahnya.
Sebagai penutup, Leonard menegaskan harapan besarnya.“Harapan utama, anak itu harus dan wajib melanjutkan studinya ke jenjang berikut,” tegasnya.
Ia berharap seluruh siswa dapat lulus TKA dengan hasil memuaskan sehingga memiliki peluang besar melanjutkan pendidikan ke SMP yang diimpikan.
✒️: kl
