![]() |
| Atlet Taekwondo Sikka dari Derina Winners Club berfoto bersama usai meraih 12 medali dalam ajang PPA Liliba Open Tournament 2 di GOR Flobamora Kupang. |
Maumere, NTT — Atlet Sikka tanpa dukungan penuh justru mencatat prestasi membanggakan dengan memborong 12 medali dalam ajang PPA Liliba Open Tournament 2 di GOR Flobamora Kupang.
Di tengah keterbatasan dukungan, sebanyak 22 atlet Kabupaten Sikka tampil mengejutkan. Mereka berhasil membawa pulang 12 medali, terdiri dari 2 emas, 1 perak, dan 9 perunggu, pada Selasa (7/4/2026).
Prestasi ini bukan sekadar angka, tetapi bukti nyata bahwa semangat dan kerja keras mampu mengalahkan keterbatasan.
Momen puncak terjadi pada 28 Maret 2026, saat para atlet Sikka naik podium di GOR Flobamora Kupang. Di sanalah mereka membuktikan bahwa mereka bukan hanya peserta, tetapi penantang serius di arena kompetisi.
Dua medali emas diraih oleh: Yohanes Wilfin Parere (SMPK Frater Maumere)
Luciana Rosalia Desvianti (SD Kewapante)
Satu medali perak diraih oleh: Paskalia Mafrida Melani Putri (SMP Negeri 1 Maumere)
Sementara sembilan medali perunggu disumbangkan oleh:
Theresia Marlinda Ayusta, Syifa Nur Fadila, Elisabeth Zhavera Lealuther, Vinsensia Yuliva Aslinda, Dea Ananda Putri, Salvatores Yosri Siga, Maharani Kartika Putri Ipaubla, Aurelia Constansia Masangin, dan Lutsia Alex Sandria.
Seluruh atlet merupakan binaan Derina Winners Club di bawah pelatih Derina da Cunha, bersama Albert Keytimu dan Thomas Novrianus.
Meski menghadapi lawan dengan jam terbang tinggi, para atlet Sikka tampil disiplin, berani, dan penuh semangat juang.
“Lawan mereka lebih berpengalaman, tapi anak-anak mampu bertahan dan bahkan menang. Ini pengalaman besar bagi mereka,” ungkap pelatih.
Di balik minimnya dukungan, para atlet justru menunjukkan mental tanding yang kuat.
Kejuaraan ini menjadi ruang pembelajaran penting—bukan hanya membawa pulang medali, tetapi juga membangun kepercayaan diri dan karakter.
Dukungan orang tua dan donatur menjadi salah satu faktor penting yang membuat tim tetap bisa berangkat dan bertanding.
“Terus berlatih, disiplin, dan jangan berhenti berproses. Semua bisa diraih kalau mau kerja keras,” pesan pelatih.
Prestasi ini menjadi bukti bahwa keterbatasan bukan penghalang bagi atlet Sikka untuk bersinar di tingkat kompetisi.
Tanpa banyak dukungan, mereka tetap berdiri—dan justru membuktikan diri sebagai pemenang.
✒️: kl
