Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

RSU Undana Didorong Jadi Rumah Sakit Rujukan Unggulan di NTT

Rabu, 20 Mei 2026 | Mei 20, 2026 WIB Last Updated 2026-05-20T08:56:33Z

 


Kupang,NTT- Rumah Sakit Umum (RSU) Undana terus didorong menjadi rumah sakit rujukan unggulan di Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui peningkatan standar pelayanan kesehatan, penguatan fasilitas medis, serta optimalisasi kerja sama dengan BPJS Kesehatan. Komitmen tersebut ditegaskan Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana), Prof. Dr. Ir. Jefri Samuel Bale, S.T., M.Eng., saat melakukan kunjungan kerja bersama jajaran pimpinan universitas ke RSU Undana, Senin (18/5/2026).


Dalam kunjungan tersebut, Rektor mengapresiasi progres pembenahan manajemen RSU Undana. Berdasarkan data BPJS Kesehatan, indikator kesiapan pelayanan rumah sakit mengalami peningkatan dari angka 70 menjadi 78.


“Pengembangan RSU Undana adalah prioritas strategis. Kami terus memperbaiki diri, melengkapi persyaratan administratif, serta memperkuat fasilitas medis agar rumah sakit ini segera menjadi mitra pelayanan kesehatan terbaik bagi pengguna BPJS di NTT,” ujar Prof. Jefri.


Langkah penguatan tersebut difokuskan pada pemenuhan standar pelayanan kesehatan nasional guna memberikan akses layanan medis yang maksimal bagi masyarakat Kota Kupang dan sekitarnya.


Perwakilan BPJS Kesehatan, Arfin Nalenan, membenarkan adanya perkembangan signifikan tersebut. Meski demikian, pihaknya tetap memberikan sejumlah catatan evaluasi agar seluruh standar fasilitas kesehatan dapat terpenuhi sesuai regulasi sebelum kerja sama diperluas.


Ketua Pengurus Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Wilayah NTT, dr. Rita Enny, yang turut hadir dalam kunjungan itu, menilai RSU Undana memiliki potensi besar menjadi rumah sakit rujukan di daerah.


Menurutnya, penguatan fasilitas medis, termasuk ruang tindakan, ruang isolasi, dan ruang kombinasi, perlu terus dioptimalkan demi menjamin keamanan pasien maupun tenaga kesehatan.


“Fasilitas di RSU Undana sudah cukup baik, namun penguatan pada ruang tindakan, ruang isolasi, dan ruang kombinasi perlu terus dioptimalkan. Hal ini penting untuk menjamin keamanan pasien serta tenaga medis dalam memberikan tindakan,” ungkap dr. Rita.


Dinas Kesehatan NTT juga memberikan sejumlah rekomendasi teknis berdasarkan hasil evaluasi tahunan. Fokus pengembangan diarahkan pada peningkatan kompetensi tenaga kesehatan secara berkelanjutan serta penyesuaian sarana pendukung sesuai standar perizinan nasional.


Sementara itu, Direktur RSU Undana, dr. Efrisca M. Br. Damanik, M.Biomed., menyampaikan bahwa dukungan penuh dari pihak rektorat menjadi energi baru bagi manajemen rumah sakit untuk terus berinovasi.


Selain memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat, RSU Undana juga memiliki fungsi penting sebagai laboratorium praktik bagi mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan (FKKH) Undana.


“Rumah sakit ini adalah tempat di mana pendidikan, penelitian, dan pelayanan kesehatan bertemu. Kami berkomitmen menjadikan RSU Undana sebagai sarana pengembangan kompetensi tenaga medis masa depan sekaligus pemberi layanan kesehatan yang ramah dan profesional bagi masyarakat NTT,” pungkas dr. Efrisca.


Kunjungan tersebut diakhiri dengan diskusi teknis bersama jajaran Biro Perencanaan dan Kerja Sama Undana untuk menyusun jadwal pemenuhan fasilitas sesuai target dalam rencana strategis universitas tahun 2026.

Editor: Ollien Manggol/kl