Kota Kupang, NTT– Sekretaris Umum KONI Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Alfonsius Theodorus, mewakili Ketua Umum KONI NTT Melkiades Laka Lena melantik Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Kupang masa bakti 2026–2030, Sabtu (6/6/2026).
Dalam sambutannya, Alfonsius menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus yang baru dilantik dan menegaskan bahwa amanah yang diterima bukan sekadar jabatan organisasi, melainkan tanggung jawab besar untuk membangun ekosistem olahraga yang lebih maju, profesional, dan berprestasi.
“Atas nama Ketua Umum KONI Provinsi Nusa Tenggara Timur, saya menyampaikan selamat kepada seluruh pengurus yang baru dilantik. Amanah yang diterima hari ini bukan sekadar jabatan organisasi, tetapi tanggung jawab besar untuk membangun olahraga yang lebih maju dan berprestasi,” ujarnya.
Menurut Alfonsius, pelantikan tersebut memiliki makna strategis karena berlangsung di tengah persiapan NTT dan NTB sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028.
Ia menjelaskan, berdasarkan rancangan awal, NTT akan mempertandingkan 24 cabang olahraga, sementara NTB menjadi tuan rumah sekitar 30 cabang olahraga. Dari jumlah tersebut, Kota Kupang diproyeksikan menjadi lokasi pelaksanaan sekitar 14 cabang olahraga.
“Kita harus mulai mempersiapkan diri dari sekarang. Terhitung masih ada sekitar 821 hari menuju PON 2028. Waktu yang tersisa harus dimanfaatkan secara maksimal,” katanya.
Alfonsius menilai kesempatan menjadi tuan rumah PON bukan hanya sebuah kehormatan, tetapi momentum kebangkitan olahraga NTT. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, NTT mendapat kepercayaan menjadi bagian dari penyelenggara ajang olahraga terbesar di Indonesia.
Karena itu, seluruh elemen olahraga diminta bergerak bersama mempersiapkan diri demi mewujudkan empat target utama atau empat sukses PON 2028.
“Pertama adalah sukses penyelenggaraan. Kita harus memastikan seluruh sarana dan prasarana tersedia dengan baik,” ujarnya.
Ia mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Kupang yang terus mendorong pembangunan fasilitas olahraga, termasuk rencana pengembangan Stadion Oepoi dengan kapasitas yang lebih besar sebagai salah satu venue penting PON 2028.
Target kedua adalah sukses prestasi. Alfonsus memberikan apresiasi kepada Ketua Umum KONI Kota Kupang yang telah mulai menyusun pola pembinaan atlet dan program-program olahraga sebagai langkah awal menuju peningkatan prestasi.
“Pembinaan harus dilakukan sejak sekarang agar kita siap menghadapi PON 2028,” katanya.
Sementara target ketiga adalah sukses administrasi. Menurutnya, seluruh program dan penggunaan anggaran harus dikelola secara tertib, transparan, dan akuntabel.
“Kita ingin sukses prestasi, tetapi administrasi juga harus sukses. Semua harus berjalan sesuai aturan,” tegasnya.
Adapun target keempat adalah sukses pertumbuhan ekonomi. Alfonsus meyakini penyelenggaraan PON 2028 akan memberikan dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya di Kota Kupang.
“Momentum PON akan mendorong sektor usaha, pariwisata, perhotelan, UMKM, dan berbagai sektor lainnya sehingga memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” ungkapnya.
Ia berharap kepengurusan baru KONI Kota Kupang segera menyusun program kerja yang selaras dengan agenda besar PON 2028 serta memperkuat koordinasi dengan KONI Provinsi NTT.
Alfonsius juga mengajak seluruh insan olahraga untuk menghilangkan sekat-sekat organisasi dan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, dunia pendidikan, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan olahraga.
“Keberhasilan PON 2028 adalah keberhasilan kita bersama sebagai masyarakat Nusa Tenggara Timur. Saya yakin dengan kerja keras, persatuan, dan komitmen yang kuat, olahraga NTT akan mengalami lompatan besar dan mampu mengharumkan nama daerah di tingkat nasional,” pungkasnya.
✒️: kl
