MAUMERE, NTT – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Sikka menggelar aksi demonstrasi dan melakukan penyegelan simbolis Kantor Kejaksaan Negeri Sikka, Jumat (5/6/2026). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk tekanan kepada Kejaksaan Negeri Sikka agar membuka secara transparan perkembangan penanganan dugaan kasus korupsi Perumda Wair Pu’an yang hingga kini dinilai belum memberikan kepastian hukum kepada masyarakat.
Aksi yang dimulai sekitar pukul 11.00 WITA itu berlangsung di halaman Kantor Kejaksaan Negeri Sikka. Massa mahasiswa datang membawa sejumlah atribut aksi dan menyampaikan tuntutan agar aparat penegak hukum segera memberikan penjelasan terbuka mengenai perkembangan kasus yang telah menjadi perhatian publik tersebut.
Situasi memanas ketika mahasiswa memperoleh informasi bahwa Kepala Kejaksaan Negeri Sikka tidak berada di tempat saat aksi berlangsung. Ketiadaan pimpinan kejaksaan tersebut memicu kekecewaan massa yang kemudian melakukan penyegelan simbolis pada pintu masuk kantor sebagai bentuk protes.
Tak hanya itu, mahasiswa juga menempatkan sebuah kursi roda di depan kantor kejaksaan. Kursi roda tersebut dijadikan simbol kritik terhadap kinerja penegakan hukum yang menurut mereka berjalan lamban dalam menangani perkara dugaan korupsi Perumda Wair Pu’an.
Dalam orasinya, salah satu peserta aksi
menyebut kursi roda tersebut sebagai simbol “lumpuhnya keadilan” yang dirasakan masyarakat akibat belum adanya kejelasan terkait penanganan kasus tersebut.
“Kursi roda ini kami siapkan untuk Pak Kajari. Ini simbol bahwa keadilan sedang lumpuh. Masyarakat menunggu kepastian hukum, tetapi sampai hari ini belum ada kejelasan,” ujar salah seorang orator.
GMNI Sikka menilai lambannya perkembangan kasus dugaan korupsi Perumda Wair Pu’an telah menimbulkan pertanyaan dan kecurigaan di tengah masyarakat. Karena itu, mereka meminta Kejaksaan Negeri Sikka menunjukkan komitmen nyata dalam menuntaskan perkara tersebut secara profesional, transparan, dan akuntabel.
Mahasiswa juga menegaskan bahwa pengawasan terhadap proses penanganan kasus tersebut akan terus dilakukan hingga ada kepastian hukum yang jelas.
“Kami tidak akan berhenti sampai keadilan benar-benar ditegakkan dan masyarakat mendapatkan jawaban atas kasus ini,” tegas salah seorang orator di hadapan peserta aksi.
Meski berlangsung dengan penyegelan simbolis dan penyampaian kritik keras terhadap lembaga penegak hukum, aksi demonstrasi berjalan dalam pengamanan aparat keamanan dan berlangsung tertib hingga selesai.
Aksi tersebut menjadi bentuk desakan publik agar penanganan dugaan korupsi Perumda Wair Pu’an tidak berlarut-larut serta memberikan kepastian hukum yang dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat Kabupaten Sikka.
✒️: kl
