Ratusan warga menghadiri sosialisasi pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring. Pemerintah memastikan lapangan sepak bola tetap dipertahankan dan tidak masuk dalam area pembangunan.
MAUMERE, NTT – Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sikka, Paulus Hilarius Bangkur, S.Pi., M.Pi., memastikan bahwa lapangan sepak bola di Kelurahan Wuring, Kecamatan Alok Barat, tidak akan terdampak pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih. Kepastian tersebut disampaikan langsung di hadapan ratusan warga yang menghadiri sosialisasi program nasional tersebut pada Rabu (17/6/2026).
Sosialisasi yang berlangsung di Wuring itu dihadiri Camat Alok Barat, perangkat pemerintah setempat, tokoh masyarakat, tokoh nelayan, serta ratusan warga yang ingin mendapatkan penjelasan langsung terkait rencana pembangunan yang akan dilaksanakan di kawasan pesisir tersebut.
Dalam pemaparannya, Paulus Bangkur menjelaskan bahwa pemerintah memahami kekhawatiran masyarakat yang berkembang dalam beberapa waktu terakhir, khususnya terkait informasi yang menyebut lapangan sepak bola Wuring akan digunakan sebagai lokasi pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih.
Namun berdasarkan hasil survei lapangan dan layout pembangunan yang telah disusun oleh tim teknis, lapangan sepak bola tidak termasuk dalam kawasan yang akan dibangun.
"Kami memberikan penjelasan kepada masyarakat terkait pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring. Dari detail layout yang telah dibuat oleh tim survei, lapangan sepak bola tidak termasuk dalam area pembangunan. Jadi informasi yang beredar bahwa lapangan bola akan digunakan untuk pembangunan itu tidak benar," tegas Paulus Bangkur.
Penjelasan tersebut disambut positif oleh masyarakat yang sebelumnya mengaku khawatir kehilangan salah satu fasilitas publik yang selama ini menjadi pusat aktivitas olahraga, kegiatan kepemudaan, dan berbagai kegiatan sosial warga Wuring.
Dalam sesi dialog yang berlangsung terbuka, sejumlah warga menyampaikan dukungan terhadap Program Kampung Nelayan Merah Putih yang merupakan program nasional untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan dan memperkuat perekonomian kawasan pesisir.
Meski demikian, masyarakat berharap pembangunan tetap memperhatikan kepentingan warga dan tidak mengorbankan fasilitas publik yang telah lama dimanfaatkan masyarakat.
"Kami mendukung sepenuhnya program nasional ini karena tujuannya baik untuk masyarakat nelayan. Tetapi kami berharap pembangunan tetap memperhatikan kepentingan masyarakat dan tidak mengorbankan fasilitas umum seperti lapangan sepak bola yang selama ini digunakan warga," ujar salah seorang warga dalam forum tersebut.
Menanggapi aspirasi tersebut, pemerintah kemudian memperlihatkan secara langsung detail layout pembangunan kepada masyarakat. Dari pemaparan tersebut, warga memperoleh kepastian bahwa lapangan sepak bola tetap dipertahankan dan berada di luar area pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih.
Paulus Bangkur mengatakan bahwa keterbukaan informasi kepada masyarakat sangat penting agar tidak terjadi kesalahpahaman yang dapat memicu polemik di tengah warga.
"Sore ini semuanya sudah clear. Setelah kami menunjukkan detail layout dan menjelaskan secara langsung kepada masyarakat, mereka sudah memahami bahwa lapangan sepak bola tidak masuk dalam rencana pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih," ujarnya.
Suasana sosialisasi berlangsung kondusif dan penuh dialog. Warga diberikan kesempatan untuk menyampaikan berbagai pertanyaan, masukan, maupun kekhawatiran terkait pembangunan yang direncanakan di kawasan pesisir Wuring.
Melalui forum tersebut, pemerintah berharap seluruh informasi yang berkembang di masyarakat dapat diluruskan sehingga pembangunan dapat berjalan dengan baik dan mendapat dukungan dari seluruh elemen masyarakat.
Dengan adanya penjelasan langsung dari pemerintah, polemik yang sempat berkembang terkait penggunaan lapangan sepak bola kini dinilai telah selesai. Masyarakat dan pemerintah pun sepakat untuk bersama-sama mengawal pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih agar berjalan sesuai rencana, memberikan manfaat bagi nelayan, meningkatkan ekonomi masyarakat pesisir, serta tetap menjaga fasilitas publik yang menjadi kebutuhan warga Wuring.
Program Kampung Nelayan Merah Putih sendiri merupakan salah satu program strategis nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas permukiman nelayan, memperkuat infrastruktur pendukung sektor perikanan, serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui pembangunan yang terintegrasi dan berkelanjutan.
