MALAKA, NTT – Sebuah unggahan dan video yang beredar luas di media sosial memicu perhatian publik di Kabupaten Malaka. Dalam unggahan viral tersebut, nama anggota DPRD Provinsi NTT, Beni Chandra, ikut disebut terkait dugaan penyaluran BBM kepada pengguna motor bertangki modifikasi di salah satu SPBU di Malaka. Unggahan itu juga menampilkan rekaman aktivitas pengisian BBM, jerigen penampungan, serta kritik warga yang mempertanyakan pengawasan distribusi BBM di tengah kelangkaan bahan bakar yang dikeluhkan masyarakat.
Unggahan yang beredar melalui akun Facebook CaringFox2784 memuat sebuah surat terbuka yang ditujukan kepada Beni Chandra dan Kapolres Malaka. Dalam unggahan tersebut, pemilik akun menyampaikan sejumlah tudingan terkait distribusi BBM di Kabupaten Malaka, termasuk dugaan adanya penjualan BBM kepada pengguna motor dengan tangki modifikasi yang diduga digunakan untuk menampung BBM dalam jumlah besar.
Selain narasi tertulis, unggahan tersebut juga disertai video yang memperlihatkan aktivitas pengisian BBM ke sejumlah sepeda motor yang tampak menggunakan tangki berukuran tidak lazim. Dalam video yang sama terlihat beberapa wadah penampungan berupa jerigen berwarna biru yang disebut oleh pengunggah sebagai tempat penyimpanan BBM.
Dalam rekaman video itu, seorang warga menyampaikan keluhannya terkait perbedaan perlakuan dalam pembelian BBM. Warga tersebut mengaku kesulitan memperoleh BBM menggunakan jerigen untuk kebutuhan pekerjaan sehari-hari, sementara menurutnya terdapat pihak-pihak tertentu yang dapat membeli BBM menggunakan motor bertangki besar atau modifikasi.
"Kami yang ambil pakai jerigen untuk kerja tidak diizinkan. Tapi yang pakai motor besar dan tangki modifikasi bisa dilayani. Kalau memang aturannya begitu, seharusnya berlaku sama untuk semua masyarakat," ujar warga dalam video yang beredar.
Warga tersebut juga terdengar meminta aparat kepolisian untuk melihat langsung aktivitas yang terjadi di lokasi dan melakukan pengawasan apabila ditemukan dugaan pelanggaran dalam distribusi BBM.
Sementara itu, dalam surat terbuka yang diunggah bersamaan dengan video, akun tersebut menyampaikan berbagai tudingan yang mengaitkan nama Beni Chandra, aparat kepolisian, serta pengelola SPBU. Namun hingga berita ini diterbitkan, seluruh tudingan tersebut masih berupa klaim dari pengunggah dan belum dapat diverifikasi kebenarannya secara independen.
Video tersebut kemudian memicu beragam tanggapan dari masyarakat di media sosial. Sebagian warganet mempertanyakan mekanisme pengawasan distribusi BBM di wilayah Malaka, terutama di tengah keluhan masyarakat mengenai ketersediaan bahan bakar yang disebut masih terbatas di beberapa daerah.
Sorotan publik juga tertuju pada dugaan penggunaan tangki modifikasi dan keberadaan sejumlah jerigen yang tampak dalam video. Masyarakat meminta adanya penjelasan dari pihak terkait guna memastikan distribusi BBM berjalan sesuai aturan yang berlaku dan tidak merugikan masyarakat umum.
Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat keterangan resmi dari Beni Chandra, pihak SPBU yang disebut dalam unggahan, maupun aparat kepolisian terkait tudingan yang beredar di media sosial tersebut.
News-Daring.com masih berupaya memperoleh konfirmasi dari seluruh pihak yang namanya disebut dalam unggahan viral tersebut guna memenuhi prinsip pemberitaan yang berimbang dan memberikan informasi yang utuh kepada masyarakat.
✒️: kl
