Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Bukan Jalannya yang Jauh, Tapi Garis Akhirnya Terus Bergeser

Jumat, 31 Juli 2026 | Juli 31, 2026 WIB Last Updated 2026-07-30T18:28:17Z

 



Konon, di sebuah desa ada lomba lari yang paling ditunggu setiap tahun.


Para pelari berlatih berbulan-bulan. Mereka rela bangun sebelum matahari terbit, berlari di jalan berbatu, menahan lelah, bahkan jatuh berkali-kali demi satu tujuan: menyentuh garis finis.


Hari perlombaan pun tiba.


Seorang pelari hampir mencapai ujung lintasan. Nafasnya tersengal, keringat membasahi wajah, tetapi senyumnya mulai mengembang. Tinggal beberapa langkah lagi.


Namun tiba-tiba terdengar suara dari depan.


"Tunggu dulu... garis finisnya dipindahkan sedikit."


Pelari itu terdiam.


Bukan karena ia tidak sanggup berlari lagi.


Tetapi karena ia tidak pernah membayangkan garis akhir bisa bergeser ketika ia hampir menyentuhnya.


Penonton pun mulai berbisik.


"Kalau memang harus dipindahkan, mengapa tidak sejak awal?"


"Kalau aturannya memang begitu, mengapa baru sekarang?"


Tak ada yang buru-buru menjawab.


Semua memilih menunggu panitia menjelaskan.


Barangkali begitulah gambaran yang sedang dirasakan banyak orang ketika kasus mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Nusa Cendana (Undana), Jessica Sofia Tunardjo, menjadi perhatian publik.


Jessica diketahui telah menyelesaikan seluruh mata kuliah dan lulus ujian proposal. Ia hanya tinggal menghadapi ujian hasil dan ujian skripsi.


Namun di saat garis akhir terasa begitu dekat, muncul persoalan yang kini masih dalam proses investigasi oleh pihak universitas.


Undana pun memilih tidak tergesa-gesa mengambil kesimpulan.


Wakil Rektor IV, Philiphi de Rozari, menegaskan investigasi sedang berjalan untuk mengungkap fakta yang sebenarnya. Jika ditemukan pelanggaran, kampus tidak menutup kemungkinan menjatuhkan sanksi, bahkan hingga pemecatan, sesuai ketentuan yang berlaku.


Sementara itu, Dekan FKM Undana, Apris Adu, memastikan bahwa pemeriksaan dilakukan secara adil dan objektif.


Baginya, siapa pun yang terbukti keliru harus mempertanggungjawabkan tindakannya. Sebaliknya, siapa pun yang benar harus memperoleh keadilan.


Karena kampus bukan sekadar tempat mengejar nilai.


Kampus adalah tempat menumbuhkan kepercayaan.


Dan kepercayaan hanya akan tumbuh jika aturan berjalan dengan adil, konsisten, dan dapat dipahami oleh semua.


Semoga investigasi ini bukan hanya menemukan siapa yang benar dan siapa yang salah.


Tetapi juga memastikan bahwa di masa mendatang, setiap mahasiswa yang telah menempuh perjalanan panjang tidak lagi merasa garis akhirnya terus bergeser ketika impian tinggal selangkah lagi.


Sebab dalam setiap perjuangan, yang paling melelahkan bukanlah panjangnya jalan, melainkan ketika garis akhir terus bergeser saat pelari hampir mencapainya.

✒️: kl