Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Bukan Karena Panggungnya Ramai, Tapi Karena Kenangannya Belum Pulang: Simson Polin Menyebut Jokowi Selalu Punya Tempat di Hati Masyarakat NTT

Rabu, 29 Juli 2026 | Juli 29, 2026 WIB Last Updated 2026-07-29T15:59:13Z

 




Kupang, NTT -Ada tamu yang datang karena undangan.

Ada tamu yang datang karena pekerjaan.

Tetapi ada juga tamu yang datang karena pintu rumah itu memang tidak pernah benar-benar tertutup untuknya.


Begitulah cara Simson Polin memaknai rencana kedatangan Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), ke Nusa Tenggara Timur pada 31 Juli hingga 2 Agustus 2026.


Bagi Ketua DPD PSI Kabupaten Rote Ndao yang juga Anggota DPRD Provinsi NTT Fraksi PSI itu, sambutan masyarakat kepada Jokowi bukan lahir karena panggung yang disiapkan atau keramaian acara yang akan digelar.


Melainkan karena ada kenangan yang belum pernah pergi.


"Bagi kami, Pak Jokowi datang ke NTT seperti datang ke rumah sendiri," ujar Simson.

Kalimat itu terdengar sederhana.


Namun di baliknya tersimpan cerita panjang tentang hubungan seorang pemimpin dengan masyarakat di wilayah yang selama bertahun-tahun kerap merasa jauh dari pusat kekuasaan.


Di NTT, kata Simson, masyarakat tidak mudah menilai seorang pemimpin hanya dari pidato atau janji.


Yang diingat adalah siapa yang pernah hadir, siapa yang mau mendengar, dan siapa yang meninggalkan jejak yang bisa dilihat dan dirasakan.


Karena itulah, menurutnya, Jokowi masih memiliki tempat tersendiri di hati sebagian masyarakat NTT.


Ada yang mengingat jalan yang dibangun.


Ada yang mengingat bendungan, pelabuhan, bandara, hingga berbagai program pembangunan yang menjangkau daerah-daerah yang sebelumnya jarang menjadi perhatian.


Ada pula yang hanya mengingat satu hal sederhana.


Bahwa seorang Presiden pernah datang, menyapa mereka tanpa sekat, dan melihat langsung kehidupan masyarakat.


Itu adalah kenangan yang tidak mudah hilang.


Simson menyadari, selalu ada suara-suara yang mencoba mengaitkan setiap kedatangan tokoh nasional dengan kepentingan politik.


Namun menurutnya, masyarakat NTT memiliki kedewasaan untuk memberikan penilaian sendiri.


"Masyarakat NTT tahu mana penghormatan yang lahir dari hati, dan mana yang sekadar kepentingan politik," katanya.


Baginya, kunjungan Jokowi kali ini bukan sekadar perjalanan seorang mantan Presiden.


Ini adalah pertemuan kembali antara seorang pemimpin dengan masyarakat yang masih mengingat jejak pengabdiannya.


"NTT memang jauh dari pusat kekuasaan. Tetapi ketika Pak Jokowi datang, masyarakat merasa diperhatikan, didengar, dan menjadi bagian dari Indonesia," ujar Simson.


Di mata Simson Polin, jabatan hanyalah amanah yang memiliki batas waktu.


Namun ketulusan, kesederhanaan, dan kepedulian seorang pemimpin tidak mengenal masa pensiun.


Karena itulah ia percaya, seorang pemimpin bisa berhenti menjabat, tetapi belum tentu berhenti hidup dalam ingatan rakyat.


Mungkin itulah sebabnya, setiap kali nama Jokowi disebut di NTT, yang kembali hadir bukan sekadar sosok seorang mantan Presiden.


Melainkan kenangan.


Dan memang, bukan karena panggungnya ramai, tapi karena kenangannya belum pulang.

✒️: kl