ROTE NDAO, NTT – Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, mendorong penambahan kapasitas gudang Bulog di Kabupaten Rote Ndao menyusul meningkatnya penyerapan beras dan gabah petani. Hingga pertengahan 2026, penyerapan beras telah mencapai sekitar 1.491 ton dan berpotensi menembus 2.000 ton, sehingga kapasitas penyimpanan dinilai perlu ditingkatkan untuk mengoptimalkan penyerapan hasil pertanian masyarakat.
Paulus Henuk mengatakan, peningkatan penyerapan hasil pertanian tersebut harus diimbangi dengan kesiapan fasilitas Bulog agar produksi petani dapat terserap secara maksimal.
Karena itu, ia mendorong agar kapasitas gudang Bulog di Rote Ndao segera ditambah untuk mengantisipasi peningkatan produksi dan penyerapan hingga akhir tahun.
Menurut Paulus, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao terus mendorong peningkatan produktivitas sektor pertanian, terutama komoditas padi dan beras, sebagai bagian dari upaya mendukung swasembada dan ketahanan pangan.
Upaya tersebut juga sejalan dengan arahan pemerintah pusat yang terus mendorong pemerintah daerah meningkatkan produksi pangan.
“Setiap pertemuan kita di Jakarta dengan Menteri Pertanian atau berbagai kesempatan, kita bicara tentang peningkatan produktivitas sektor pertanian kita, terutama berkaitan dengan padi atau beras, selalu ditekankan untuk kita mendukung swasembada pangan,” kata Paulus Henuk, Selasa (21/7/2026).
Paulus mengungkapkan, perkembangan penyerapan beras di Kabupaten Rote Ndao pada 2026 menunjukkan peningkatan signifikan.
Hingga pertengahan tahun, jumlah penyerapan telah mencapai sekitar 1.491 ton.
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan peningkatan lebih dari 100 persen dan masih berpotensi bertambah karena tahun 2026 baru memasuki bulan Juli.
“Kita posisi hari ini, di tahun ini, di pertengahan tahun ini, kita sudah 1.491 ton. Artinya peningkatannya itu 100 persen lebih,” ujarnya.
Paulus optimistis angka tersebut masih dapat meningkat seiring potensi produksi dan panen petani dalam beberapa bulan ke depan.
“Ini baru bulan Juli. Ada potensi lagi. Ini bisa naik sampai 2.000 ton,” katanya.
Potensi peningkatan hingga 2.000 ton tersebut, menurut Paulus, perlu diantisipasi dengan kesiapan fasilitas penyimpanan yang memadai.
Jika produksi meningkat tetapi kapasitas penyimpanan terbatas, kondisi tersebut dikhawatirkan dapat menghambat optimalisasi penyerapan hasil panen petani.
Melihat perkembangan tersebut, Paulus Henuk mengaku langsung berkomunikasi dengan pimpinan Bulog wilayah Nusa Tenggara Timur.
Ia meminta agar kapasitas gudang Bulog di Rote Ndao dapat ditambah untuk menyesuaikan dengan perkembangan penyerapan hasil pertanian.
“Tadi saya langsung menelepon pimpinan wilayah NTT, Kepala Bulog NTT, untuk minta kapasitas gudang ini ditambah,” tegas Paulus.
Penambahan kapasitas gudang dinilai penting agar Bulog memiliki kemampuan lebih besar dalam menyerap hasil panen masyarakat.
Terlebih, pemerintah daerah terus mendorong peningkatan produktivitas pertanian sehingga fasilitas penyimpanan juga perlu menyesuaikan dengan pertumbuhan produksi.
Keberadaan gudang dengan kapasitas memadai diharapkan memberikan kepastian bagi petani bahwa hasil produksi mereka memiliki ruang penyerapan yang cukup.
Tidak hanya meminta penambahan kapasitas gudang, Paulus Henuk juga mendorong peningkatan status kelembagaan Bulog di Kabupaten Rote Ndao.
Ia berharap keberadaan Bulog di daerah tersebut dapat ditingkatkan statusnya menjadi cabang.
Menurut Paulus, perkembangan produksi dan tingginya penyerapan hasil pertanian menunjukkan bahwa Rote Ndao memiliki potensi yang cukup untuk mendukung peningkatan status tersebut.
“Termasuk dengan status Bulog kita di Rote, itu bisa dinaikkan statusnya menjadi cabang karena sudah memungkinkan untuk itu,” ujarnya.
Peningkatan status tersebut diharapkan dapat memperkuat pelayanan dan peran Bulog dalam mendukung sektor pangan di Kabupaten Rote Ndao.
Dengan kelembagaan yang lebih kuat serta kapasitas penyimpanan yang lebih besar, proses penyerapan hasil pertanian masyarakat diharapkan dapat dilakukan secara lebih optimal.
Paulus menilai peningkatan produktivitas pertanian harus berjalan beriringan dengan penguatan sistem penyerapan hasil panen.
Pemerintah tidak cukup hanya mendorong petani meningkatkan luas tanam dan produksi apabila hasil yang diperoleh tidak didukung oleh pasar serta fasilitas penyimpanan yang memadai.
Karena itu, peningkatan kapasitas gudang Bulog menjadi salah satu langkah yang dinilai penting untuk mendukung keberlanjutan sektor pertanian.
Penyerapan yang optimal juga dapat memberikan kepastian kepada petani untuk terus meningkatkan produksi.
Dengan adanya kepastian penyerapan, petani diharapkan semakin terdorong mengembangkan usaha pertanian dan meningkatkan produktivitas lahan mereka.
Di sisi lain, peningkatan produksi dan penyerapan beras juga memiliki peran strategis dalam memperkuat ketersediaan pangan.
Capaian penyerapan sekitar 1.491 ton hingga pertengahan 2026 menjadi indikator positif bagi perkembangan sektor pertanian di Rote Ndao.
Dengan masih tersedianya waktu hingga akhir tahun, Paulus melihat peluang jumlah tersebut meningkat hingga sekitar 2.000 ton.
Potensi itu menjadi alasan pemerintah daerah mendorong agar kapasitas gudang Bulog segera ditingkatkan.
Selain untuk mengantisipasi peningkatan penyerapan, langkah tersebut diharapkan memperkuat ekosistem pertanian dari proses produksi hingga penanganan hasil panen.
Pemerintah Kabupaten Rote Ndao juga berharap penguatan peran Bulog dapat memberikan dampak langsung terhadap petani melalui kepastian penyerapan hasil produksi.
Dengan produktivitas yang terus meningkat, dukungan fasilitas penyimpanan yang memadai dan kelembagaan Bulog yang semakin kuat, Rote Ndao diharapkan mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap upaya mewujudkan swasembada pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
✒️: kl
