Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Datang dan Saksikan Konser Kelas Dunia Ledalero Choir di Auditorium Undana

Jumat, 10 Juli 2026 | Juli 10, 2026 WIB Last Updated 2026-07-10T09:14:29Z

 



KUPANG, NTT– Sebuah pertunjukan seni bertaraf internasional akan hadir di Kota Kupang. Ledalero Choir dari Seminari Tinggi Santo Paulus Ledalero Maumere akan menggelar konser spektakuler di Auditorium Universitas Nusa Cendana (Undana), Sabtu (11/7/2026), yang memadukan musik, budaya, teater, dan aksi sosial dalam satu panggung megah.


Moderator Ledalero Choir, Pater Rolan Lima Letu, SVD, mengatakan konser ini merupakan rangkaian tur keempat yang sebelumnya telah digelar di Jakarta, Flores, Surabaya, Denpasar, dan Atambua sebelum akhirnya tiba di Kupang.


Menurutnya, konser tersebut bertujuan menggalang dana untuk membantu biaya formasi para frater serta renovasi Seminari Tinggi Santo Paulus Ledalero yang dalam beberapa tahun terakhir mengalami penurunan dukungan dari para donatur luar negeri.


"Sebagian besar donatur kami berasal dari Amerika dan Eropa. Banyak yang sudah lanjut usia bahkan meninggal dunia sejak masa pandemi COVID-19. Akibatnya terjadi penurunan dukungan terhadap biaya formasi para frater," ujar Pater Rolan saat konferensi pers, Jumat (10/7/2026).


Saat ini, Seminari Tinggi Santo Paulus Ledalero membina sekitar 305 frater dengan kebutuhan biaya hidup dan pendidikan sekitar Rp29 juta hingga Rp30 juta per frater setiap tahun. Total kebutuhan operasional mencapai sekitar Rp8 miliar hingga Rp9 miliar per tahun.


Selain biaya pendidikan, seminari juga membutuhkan dana sekitar Rp1,5 miliar untuk merenovasi bangunan yang telah berusia puluhan tahun dan mengalami berbagai kerusakan, terutama pada bagian atap.


"Melalui konser ini kami mengajak masyarakat ikut mengambil bagian mendukung pendidikan calon imam sekaligus membantu renovasi seminari," katanya.


Konser Ledalero Choir tidak hanya menghadirkan paduan suara rohani, tetapi juga berbagai pertunjukan seni yang dikemas secara profesional.


Penonton akan menikmati lagu-lagu rohani dalam Bahasa Indonesia, Inggris, dan Spanyol, lagu klasik dan opera, lagu-lagu daerah dari Timor, Manggarai, Ngada, Ende, Lamaholot hingga Batak.


Selain itu akan dipentaskan teater bertema realitas sosial yang mengangkat berbagai persoalan kehidupan masyarakat.


Keunikan lainnya adalah pelelangan lukisan yang dibuat langsung di atas panggung oleh para frater, pelelangan Ti'i Langga khas Rote karya Pater John Bako, serta kolaborasi bersama mahasiswa Program Studi Pendidikan Musik Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang yang memadukan alat musik modern dan tradisional.


"Melalui konser ini kami ingin menunjukkan bahwa para frater tidak hanya belajar filsafat dan teologi, tetapi juga mengembangkan bakat seni sebagai bagian dari pembinaan diri," jelas Pater Rolan.


Ketua Panitia Lokal, Kristo Blasin, mengatakan konser ini didukung oleh alumni Ledalero di Kupang bersama Pemuda Katolik, Wanita Katolik, Persatuan Orang Tua Seminari Mataloko (POT), serta berbagai komunitas lainnya.


Panitia menargetkan sekitar 5.000 penonton memenuhi Auditorium Undana.


Untuk memberi kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat menikmati pertunjukan tersebut, panitia menetapkan harga tiket hanya Rp20.000 per orang.


Tiket dapat dibeli langsung di depan Graha Auditorium Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang menjelang pelaksanaan konser. Panitia berharap masyarakat tidak hanya membeli tiket, tetapi juga hadir menyaksikan pertunjukan seni yang dipersembahkan para frater Ledalero sekaligus ikut mendukung karya misi dan pendidikan calon imam SVD.


Sementara itu, Sekretaris Panitia, Isidorus Lilidjawa, mengatakan konser Ledalero Choir di Kupang menjadi momen bersejarah.


Menurutnya, terakhir kali para frater Ledalero menggelar konser di Kupang berlangsung sekitar tahun 1981. Kehadiran mereka kembali setelah hampir empat dekade menjadi jawaban atas kerinduan umat Katolik di Kota Kupang.


Ia menambahkan, Ledalero saat ini dikenal sebagai salah satu seminari terbesar di dunia dengan sekitar 600 misionaris SVD yang telah berkarya di lebih dari 80 negara.


"Harapan kami, konser ini tidak hanya menghibur masyarakat, tetapi juga menginspirasi kaum muda untuk terpanggil menjadi imam serta menggerakkan dukungan bagi pendidikan calon misionaris," tuturnya.


Panitia mengajak seluruh masyarakat Kota Kupang dan sekitarnya untuk datang bersama keluarga menikmati konser yang memadukan musik, budaya, teater, dan karya seni dalam satu panggung spektakuler, sekaligus menjadi bagian dari dukungan terhadap pendidikan calon imam dan karya misi SVD di seluruh dunia.