![]() |
KUPANG, NTT – Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), David Boimau, menyatakan kesiapannya menjalankan amanah baru dalam struktur Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) sebagai Koordinator Daerah untuk wilayah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).
Hal tersebut disampaikan David Boimau seusai mengikuti pelantikan Badan Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hanura Provinsi NTT Periode 2025–2030 di Kupang, Rabu (22/7/2026).
David mengatakan, pelantikan kepengurusan menjadi momentum penting untuk melakukan konsolidasi dan memperkuat kembali struktur organisasi Partai Hanura hingga ke tingkat bawah.
“Saya dipercayakan dalam struktur hari ini sebagai Koordinator Daerah untuk Timor Tengah Selatan. Kita bersyukur kepengurusan ini sudah dilantik dan selanjutnya kita akan menjalankan struktur dan organisasi partai,” ujar David.
Menurutnya, NTT memiliki posisi penting dalam kekuatan politik Partai Hanura secara nasional. Hal itu terlihat dari kontribusi suara serta keterwakilan kader Hanura di lembaga legislatif, baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
Karena itu, kepengurusan yang baru memiliki tanggung jawab untuk mempertahankan kekuatan politik yang telah dibangun sekaligus meningkatkan perolehan kursi pada pemilu mendatang.
“Dengan pelantikan hari ini, kita akan menjalankan struktur dan organisasi partai untuk bisa mempertahankan kursi yang sudah ada dan bila perlu ditingkatkan,” katanya.
Khusus di Kabupaten Timor Tengah Selatan, David menegaskan salah satu target politik Hanura adalah mempertahankan tradisi keterwakilan partai sekaligus mengembalikan kekuatan satu fraksi utuh di DPRD TTS.
Menurutnya, Hanura sebelumnya memiliki lima kursi di DPRD Kabupaten TTS, namun pada pemilu terakhir kehilangan satu kursi.
Kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi kepengurusan baru untuk melakukan konsolidasi lebih kuat menjelang kontestasi politik berikutnya.
“Kita punya target untuk mengembalikan minimal lima kursi dan bila perlu ditingkatkan,” tegasnya.
Tidak hanya mengembalikan lima kursi, David menyebut Hanura juga memasang target yang lebih besar, yakni meraih posisi unsur pimpinan DPRD Kabupaten TTS.
“Salah satu target kita di TTS juga adalah meraih pimpinan DPRD,” ujarnya.
Target tersebut, menurut David, harus dibarengi dengan kerja organisasi yang terukur, penguatan struktur hingga tingkat desa, serta kemampuan merekrut figur-figur potensial yang memiliki kedekatan dan kepercayaan masyarakat.
David mengakui Timor Tengah Selatan merupakan salah satu wilayah dengan tingkat persaingan politik yang cukup tinggi.
Sebagai salah satu daerah dengan jumlah pemilih besar di NTT, TTS menjadi wilayah strategis dalam perebutan suara, baik untuk DPRD kabupaten, DPRD provinsi maupun DPR RI.
Karena itu, Hanura harus mempersiapkan strategi politik sejak dini agar basis suara yang selama ini dimiliki tidak tergerus oleh kekuatan politik lainnya.
David optimistis Hanura tetap memiliki modal politik yang kuat karena partai tersebut telah memiliki pengalaman mempertahankan keterwakilan di lembaga legislatif selama beberapa periode.
Menurutnya, penguatan struktur organisasi menjadi salah satu kunci utama untuk menjaga sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Hanura.
Selain target di tingkat kabupaten dan provinsi, David juga mendorong munculnya figur-figur potensial asal Timor Tengah Selatan yang mampu berkompetisi menuju DPR RI.
Ia menilai TTS memiliki jumlah penduduk dan pemilih yang besar, sehingga seharusnya memiliki peluang untuk mendorong figur lokal yang berkompeten agar dapat memperjuangkan kepentingan masyarakat di tingkat nasional.
“Kita akan berkoordinasi juga dengan pengurus DPD agar minimal ada tokoh-tokoh yang muncul, tokoh-tokoh yang punya kompetensi untuk bisa mewakili suara masyarakat,” katanya.
Menurut David, keterwakilan figur daerah di tingkat nasional penting karena TTS memiliki karakteristik wilayah dan kebutuhan pembangunan yang membutuhkan perhatian serius.
Luas wilayah serta kondisi geografis yang sebagian bergunung-gunung menjadi tantangan tersendiri, baik dalam pembangunan maupun dalam melakukan konsolidasi politik hingga ke masyarakat di pelosok.
Meski demikian, David optimistis tantangan geografis tersebut dapat diatasi melalui kerja struktur partai yang solid.
Ia merujuk pengalaman Hanura pada periode-periode sebelumnya yang mampu mempertahankan basis politik di TTS.
Sebagai Koordinator Daerah, David menegaskan langkah selanjutnya adalah melakukan pembenahan dan penguatan struktur organisasi secara menyeluruh.
Konsolidasi tidak boleh berhenti pada tingkat DPD maupun DPC, tetapi harus bergerak hingga struktur paling bawah.
“Lewat kesempatan ini, saya sebagai koordinator daerah tentunya berharap kita melakukan pembenahan struktur dengan kepengurusan baru,” ujarnya.
Menurutnya, struktur partai hingga tingkat kecamatan dan desa harus diaktifkan agar mesin organisasi benar-benar bergerak di tengah masyarakat.
Selain memperkuat kepengurusan, Hanura juga akan melakukan proses rekrutmen terhadap figur-figur potensial yang dinilai mampu memperbesar dukungan masyarakat terhadap partai.
David berharap seluruh kader Hanura di Timor Tengah Selatan dapat bekerja bersama, menjaga kekompakan serta memperkuat konsolidasi sejak dini.
Dengan penguatan struktur dan kerja politik yang konsisten, ia optimistis Hanura mampu mengembalikan minimal lima kursi DPRD TTS, mempertahankan keterwakilan di DPRD Provinsi NTT, serta mengejar target meraih unsur pimpinan DPRD Kabupaten TTS pada kontestasi politik mendatang.
✒️: kl
