Rote Ndao,NTT-Ada orang yang mengukur perjalanan dari seberapa jauh kendaraan melaju. Ada pula yang mengukurnya dari seberapa banyak tangan yang disalami dan persoalan yang berhasil didengar.
Bagi seorang pemimpin daerah, satu hari sering kali bukan sekadar perpindahan dari satu tempat ke tempat lain. Ia adalah rangkaian ikhtiar agar hari esok tiba dengan keadaan yang lebih baik.
Begitulah potret aktivitas Bupati Rote Ndao, Rabu (29/7/2026).
Pagi itu, langkah pertama membawanya ke Kantor Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT di Tanah Merah, Kabupaten Kupang. Bukan untuk sekadar bersalaman atau berfoto, melainkan memastikan janji pembangunan tidak berhenti sebagai tulisan di atas kertas.
Ada tiga ruas jalan yang kembali diperjuangkan agar dapat dikerjakan tahun ini, yakni Kapasiok–Ho sepanjang 3,81 kilometer, Nggelak–Seda (Titik Nol) sepanjang 3 kilometer, serta Kenamoen–Maeoe sepanjang 4 kilometer.
Di balik angka-angka itu, tersimpan harapan masyarakat. Jalan bukan sekadar hamparan aspal. Ia adalah jalur bagi petani membawa hasil panen, anak sekolah mengejar cita-cita, pedagang menggerakkan roda ekonomi, dan keluarga saling mengunjungi tanpa harus bergelut dengan medan yang sulit.
Sebab, daerah yang ingin maju selalu membutuhkan jalan yang membuka peluang, bukan jalan yang justru membatasi langkah.
Namun perjalanan hari itu belum selesai.
Usai menuntaskan agenda di Kupang, perhatian Bupati beralih pada masa depan sumber daya manusia melalui pertemuan bersama Panitia Rote Mengajar. Diskusi dilakukan untuk mematangkan pelaksanaan program yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus mendatang.
Program itu bukan hanya tentang mengajar di ruang kelas. Ia adalah ajakan agar semakin banyak putra-putri Rote ikut menyalakan cahaya pengetahuan bagi generasi berikutnya.
Tak ada daerah yang besar hanya karena bangunannya megah. Daerah menjadi besar ketika ilmu pengetahuan tumbuh bersama semangat masyarakatnya.
Menjelang malam, perjalanan kembali berlanjut menuju Rote Ndao.
Di rumah jabatan, Bupati menerima Deputi II Kantor Staf Kepresidenan, Ibu Poppy beserta tim, Dirjen PK bersama jajaran, serta Direktur Utama NK dan tim. Suasana makan malam yang sederhana berubah menjadi ruang diskusi mengenai agenda besar yang akan berlangsung keesokan harinya.
Rote Ndao dijadwalkan menerima kunjungan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Menteri Kelautan dan Perikanan, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, serta anggota DPR RI pada Kamis (30/7/2026).
Kunjungan tersebut diharapkan menjadi momentum mempercepat pembangunan di sektor pangan, kelautan, perikanan, dan desa, sekaligus membuka peluang investasi dan pengembangan ekonomi daerah.
Karena sesungguhnya, seorang pemimpin tidak hanya bekerja untuk menyelesaikan persoalan hari ini. Ia juga menyiapkan panggung agar kesempatan esok datang mengetuk pintu daerahnya.
Seperti matahari di Rote yang selalu lebih dulu menyapa Indonesia setiap pagi, harapan pun selalu lahir lebih awal dari kerja yang dilakukan hari ini. Dan ketika matahari belum benar-benar terbenam, Rote ternyata sudah sibuk menyiapkan esok.
✒️: kl
