KUPANG, NTT, 13 Juli 2026 – Universitas Nusa Cendana (Undana) kembali mencatatkan prestasi di tingkat internasional. Dosen Program Studi Budidaya Perairan Fakultas Peternakan, Kelautan, dan Perikanan (FPKP) Undana, Muh Farhan, S.Kel., M.Si., berhasil memperoleh hibah penelitian dari Kurita Water and Environment Foundation (KWEF) Jepang senilai JPY 400.000 atau sekitar Rp40 juta untuk melakukan riset mengenai kualitas air dan kontaminasi mikroplastik di kawasan marikultur Kabupaten Kupang.
Keberhasilan tersebut diraih setelah proposal penelitian yang diajukan Muh Farhan lolos dalam proses seleksi kompetitif yang diselenggarakan oleh Kurita Water and Environment Foundation, sebuah yayasan lingkungan terkemuka di Jepang yang setiap tahun memberikan pendanaan kepada peneliti muda di bidang lingkungan dan sumber daya air.
Berdasarkan keputusan resmi KWEF, hibah penelitian tersebut akan mendanai pelaksanaan riset selama satu tahun, mulai Oktober 2026 hingga September 2027.
Penelitian yang berjudul "Integrated Spatial Assessment of Water Quality and Microplastic Contamination in Mariculture Areas: Implications for Environmental Risk and Optimal Site Selection in Kupang Regency, Indonesia" akan memetakan kualitas perairan serta tingkat pencemaran mikroplastik pada kawasan budidaya laut di Kabupaten Kupang.
Dalam penelitian tersebut, Muh Farhan akan menggunakan teknologi Geographic Information Systems (GIS) untuk menganalisis hasil pengambilan sampel kualitas air dan mikroplastik selama lima bulan di sejumlah lokasi budidaya laut. Data yang diperoleh kemudian diolah menjadi peta spasial yang dapat digunakan sebagai dasar pengelolaan kawasan marikultur secara berkelanjutan.
Muh Farhan menjelaskan bahwa proses seleksi hibah dilakukan melalui penilaian ketat oleh komite ilmiah KWEF bersama komite khusus di Indonesia dengan mempertimbangkan aspek kebaruan penelitian, kualitas metodologi, rekam jejak peneliti, hingga dampak penelitian terhadap lingkungan perairan.
"Kompetisi ini sangat ketat karena diikuti peneliti dari berbagai negara di kawasan ASEAN. Proposal dinilai berdasarkan kualitas ilmiah, inovasi, metodologi, serta manfaatnya bagi lingkungan," jelas Muh Farhan.
Meski hibah tersebut diperuntukkan bagi peneliti individu berusia di bawah 40 tahun, Muh Farhan berencana melibatkan sejumlah mahasiswa Undana dalam pelaksanaan riset. Mahasiswa yang akan dilibatkan merupakan penerima The Explorer Club Research Grant yang sebelumnya telah mendapatkan pelatihan mengenai teknik pengambilan sampel dan analisis laboratorium.
Saat ini tim peneliti tengah menyelesaikan berbagai persiapan administrasi, menentukan titik pengambilan sampel, serta membangun koordinasi dengan berbagai pihak agar penelitian dapat dimulai sesuai jadwal pada Oktober 2026.
Lebih dari sekadar menghasilkan publikasi ilmiah, penelitian ini diharapkan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat pesisir Kabupaten Kupang, khususnya para pembudidaya rumput laut yang selama ini menghadapi berbagai persoalan seperti penurunan kualitas air, serangan penyakit ice-ice, perubahan lingkungan, hingga ancaman pencemaran mikroplastik.
Menurut Muh Farhan, hasil penelitian berupa peta spasial kualitas perairan akan menjadi referensi penting bagi pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan pengelolaan wilayah pesisir serta membantu masyarakat menentukan lokasi budidaya laut yang lebih aman dan produktif.
Selain dipublikasikan pada jurnal internasional bereputasi, hasil penelitian juga akan dipresentasikan dalam forum ilmiah internasional serta disosialisasikan kepada masyarakat pesisir sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pengelolaan marikultur di Kabupaten Kupang.
Keberhasilan Muh Farhan memperoleh hibah penelitian dari Jepang menjadi bukti meningkatnya daya saing riset Universitas Nusa Cendana di tingkat global. Capaian tersebut sekaligus memperkuat komitmen Undana dalam mendorong inovasi berbasis penelitian yang mampu menjawab persoalan nyata di bidang lingkungan, kelautan, dan pembangunan berkelanjutan, khususnya di kawasan Indonesia timur.
Melalui riset ini diharapkan tersedia data ilmiah yang akurat mengenai kondisi kualitas perairan dan pencemaran mikroplastik sehingga mampu mendukung peningkatan produktivitas sektor marikultur, melindungi ekosistem pesisir, sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat yang menggantungkan hidup pada usaha budidaya laut di Kabupaten Kupang.
✒️: kl
