KUPANG, NTT – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMKN 3 Kupang, Alce Papote, mengatakan strategi promosi melalui platform e-School dan sosialisasi langsung ke sekolah-sekolah serta rumah ibadah berhasil meningkatkan minat masyarakat terhadap SMKN 3 Kupang. Pada Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027, sekolah tersebut menerima 502 siswa baru, sementara jurusan Busana dan Kecantikan menjadi program keahlian yang paling diminati calon peserta didik.
Alce Papote menjelaskan, sejak dipercaya sebagai Plt Kepala Sekolah sekitar enam bulan lalu, pihaknya bersama jajaran sekolah melakukan berbagai upaya memperkenalkan SMKN 3 Kupang kepada masyarakat.
Salah satu strategi yang dilakukan adalah memperkuat promosi melalui e-School, yang menampilkan berbagai prestasi sekolah, aktivitas pembelajaran, hingga keberhasilan para siswa dan alumni.
Selain promosi digital, tim sekolah yang terdiri dari Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan dan Wakil Kepala Sekolah Bidang Hubungan Masyarakat (Humas) juga turun langsung melakukan sosialisasi ke SMP, gereja, masjid, serta sejumlah tempat ibadah lainnya.
"Memang dari tahun ke tahun kami terus melakukan promosi. Salah satunya melalui e-School sehingga masyarakat bisa melihat berbagai prestasi yang dimiliki sekolah. Selain itu, tim kami juga datang langsung ke sekolah-sekolah, gereja, masjid, dan tempat ibadah lainnya untuk memperkenalkan SMKN 3 Kupang," ujar Alce Papote, Rabu (15/7/2026).
Menurutnya, strategi tersebut memberikan hasil yang cukup baik. Jika pada tahun-tahun sebelumnya jumlah siswa baru hanya berkisar antara 480 hingga 490 orang, tahun ini jumlahnya meningkat menjadi 502 siswa.
Ia menilai masyarakat kini tidak hanya memilih sekolah berdasarkan lokasi, tetapi juga mempertimbangkan rekam jejak, prestasi, dan peluang kerja lulusan.
"Kami bersyukur karena tahun ini jumlah siswa meningkat. Artinya masyarakat semakin percaya terhadap kualitas pendidikan di SMKN 3 Kupang," katanya.
Alce mengungkapkan, dari lima kompetensi keahlian yang tersedia, jurusan Busana masih menjadi pilihan utama para calon siswa.
Menurutnya, banyak orang tua melihat jurusan tersebut mampu memberikan keterampilan yang langsung menghasilkan pendapatan setelah lulus sekolah.
"Orang tua berpikir sederhana. Setelah anak tamat, cukup memiliki mesin jahit dan obras, mereka sudah bisa membuka usaha sendiri di kampung halaman," ujarnya.
Ia mencontohkan sejumlah alumni asal Kabupaten Alor yang kini berhasil membuka usaha jahit secara mandiri dan melayani kebutuhan masyarakat di daerahnya.
Keberhasilan alumni tersebut menjadi bukti bahwa pendidikan vokasi mampu melahirkan lulusan yang siap berwirausaha.
"Anak-anak kami di daerah 3T seperti Alor sudah banyak yang membuka usaha sendiri. Mereka tidak lagi bergantung mencari pekerjaan karena mampu menciptakan lapangan kerja," katanya.
Selain Busana, jurusan Kecantikan juga mengalami lonjakan peminat pada tahun ajaran ini.
Menurut Alce, perubahan pola usaha di bidang kecantikan membuat lulusan memiliki peluang yang lebih besar untuk berwirausaha.
"Dulu lulusan lebih banyak bekerja di salon. Sekarang mereka membentuk kelompok usaha sendiri, menerima panggilan ke rumah pelanggan untuk tata rias wisuda, pesta, dan berbagai kegiatan lainnya. Peluang usahanya semakin luas," jelasnya.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMKN 3 Kupang, Esther Nopenanu, menjelaskan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ini berlangsung selama lima hari, mulai 13 hingga 17 Juli 2026, dengan mengusung konsep MPLS Ramah sesuai petunjuk teknis Kementerian Pendidikan.
Ia mengatakan, kuota penerimaan tahun ini sebanyak 512 siswa, namun hingga hari kedua pelaksanaan MPLS tercatat 502 siswa telah hadir mengikuti kegiatan.
"Masih ada beberapa siswa yang belum bergabung karena proses administrasi, tetapi secara umum kegiatan MPLS berjalan dengan baik," ujar Esther.
Menurut Esther, karena sistem penerimaan SMK tidak menggunakan zonasi, siswa yang diterima berasal dari berbagai daerah.
Selain Kota Kupang, terdapat peserta didik dari Kabupaten Timor Tengah Selatan (Soe), Flores, dan sejumlah kabupaten lain di Provinsi Nusa Tenggara Timur.
"Kami menerima siswa dari berbagai daerah. Ada yang berasal dari Kota Kupang, Soe, Flores, dan daerah lainnya karena SMK menerapkan sistem nonzonasi," katanya.
Selama lima hari pelaksanaan MPLS, siswa baru mengikuti berbagai materi yang telah disusun sesuai petunjuk teknis, mulai dari pengenalan lingkungan sekolah, budaya sekolah, penguatan karakter, tata tertib, hingga pengenalan lima kompetensi keahlian yang dimiliki SMKN 3 Kupang.
Kegiatan tersebut dipadukan dengan berbagai ice breaking, permainan edukatif, serta diskusi bersama narasumber agar suasana belajar lebih menyenangkan.
Dalam setiap sesi, panitia dan narasumber juga mengajak siswa berdiskusi mengenai alasan memilih jurusan serta cita-cita mereka setelah lulus.
"Kami ingin mengetahui motivasi mereka memilih jurusan sehingga bisa menjadi dasar pembinaan selama belajar di SMKN 3 Kupang," jelas Esther.
Sebagai penutup rangkaian MPLS, sekolah akan menggelar api unggun pada Jumat (17/7/2026).
Tradisi tersebut rutin dilaksanakan setiap tahun sebagai simbol kebersamaan sekaligus mempererat hubungan antarsiswa baru sebelum mereka memulai kegiatan belajar mengajar secara penuh.
Melalui berbagai strategi promosi, peningkatan kualitas layanan pendidikan, serta penguatan pendidikan vokasi berbasis kebutuhan dunia kerja dan kewirausahaan, SMKN 3 Kupang optimistis dapat terus meningkatkan kepercayaan masyarakat sekaligus melahirkan lulusan yang kompeten, mandiri, dan siap bersaing di dunia kerja maupun menjadi wirausahawan muda.
✒️: kl
