Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Saboak Jadi Magnet Wisata Kuliner, Omzet UMKM Tembus Rp6,3 Miliar dan Panggung Gratis Disiapkan

Rabu, 15 Juli 2026 | Juli 15, 2026 WIB Last Updated 2026-07-15T06:32:06Z

 



Kota Kupang, NTT Kawasan Saboak semakin berkembang menjadi magnet wisata kuliner di Kota Kupang. Selain mencatat omzet sekitar Rp6,3 miliar bagi ratusan pelaku UMKM, Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Pariwisata juga menyiapkan panggung dan fasilitas pendukung yang dapat dimanfaatkan secara gratis oleh sanggar seni, komunitas, maupun penyelenggara kegiatan untuk menghidupkan kawasan tersebut.


Kepala Dinas Pariwisata Kota Kupang, Evie Gheta, mengatakan hingga pertengahan Juli 2026, omzet sekitar 400 pelaku UMKM yang berjualan di kawasan Saboak telah mencapai sekitar Rp6,3 miliar.


Menurutnya, jumlah tersebut diperoleh berdasarkan laporan omzet yang disampaikan para pelaku UMKM setiap pekan kepada Dinas Pariwisata.


"Setiap minggu mereka melaporkan omzet penjualan, baik transaksi tunai maupun non-tunai. Dari hasil rekapitulasi, omzet yang tercatat hingga pekan lalu mencapai sekitar Rp6,3 miliar dan terus mengalami peningkatan," ujar Evie Gheta.


Ia menjelaskan, pada awal pendataan jumlah UMKM yang mendaftar hampir mencapai 500 pelaku usaha. Namun setelah dilakukan verifikasi ulang ditemukan adanya data ganda sehingga kini tersisa sekitar 400 UMKM yang telah terdaftar secara resmi.


Seluruh pelaku usaha yang lolos verifikasi kini dibekali ID Card sebagai identitas resmi agar aktivitas perdagangan di kawasan Saboak lebih tertib. Penataan tersebut juga dilakukan bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk mencegah pedagang yang tidak terdaftar berjualan di lokasi.


Untuk memberikan kesempatan yang adil, sekitar 400 UMKM tersebut dibagi ke dalam tiga kelompok yang bergiliran berjualan setiap akhir pekan.


"Sistem ini kami terapkan agar semua pelaku usaha memperoleh kesempatan yang sama dalam meningkatkan pendapatan," jelasnya.


Evie menilai tingginya antusiasme masyarakat mengunjungi kawasan Saboak menjadi faktor utama meningkatnya omzet para pelaku usaha. Selain itu, harga makanan dan minuman yang relatif terjangkau membuat kawasan tersebut semakin diminati.


"Paling mahal makanan sekitar Rp20 ribuan, bahkan masih banyak yang harganya di bawah itu. Karena terjangkau, daya beli masyarakat juga cukup tinggi," katanya.


Selain menjadi pusat wisata kuliner, Dinas Pariwisata Kota Kupang kini mengembangkan Saboak sebagai ruang kreativitas masyarakat dengan menyediakan panggung pertunjukan lengkap dengan sound system dan kursi yang dapat dimanfaatkan secara gratis.


Fasilitas tersebut terbuka bagi sanggar seni, komunitas, sekolah, organisasi kepemudaan, maupun lembaga lain yang ingin menggelar pertunjukan seni, sosialisasi, edukasi, atau kegiatan kreatif lainnya.


"Kami menyiapkan panggung bagi teman-teman sanggar maupun komunitas. Silakan dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan agar kawasan Saboak semakin hidup," ujar Evie.


Menurutnya, sejumlah komunitas telah memanfaatkan fasilitas tersebut untuk berbagai kegiatan. Bahkan Dinas Pariwisata mengajak sanggar-sanggar seni dan lembaga pendidikan memanfaatkan panggung sebagai ruang bagi anak-anak dan generasi muda untuk menampilkan bakat serta meningkatkan rasa percaya diri.


"Anak-anak jangan hanya tampil di dalam ruangan. Mereka perlu diberi kesempatan tampil di ruang publik agar semakin percaya diri," katanya.


Meski fasilitas tersebut disediakan secara gratis, setiap penyelenggara kegiatan tetap diwajibkan melakukan koordinasi dengan Dinas Pariwisata sebelum menggunakan panggung.


Koordinasi diperlukan agar jadwal penggunaan dapat diatur dengan baik sekaligus menjaga seluruh fasilitas tetap dalam kondisi baik.


"Yang penting mereka berkoordinasi terlebih dahulu. Sound system juga harus digunakan oleh orang yang memahami peralatannya agar tidak mengalami kerusakan," jelas Evie.


Ia berharap semakin banyak komunitas yang memanfaatkan kawasan Saboak untuk menggelar berbagai kegiatan, terutama pada akhir pekan.


Menurutnya, setiap kegiatan yang berlangsung di panggung akan menarik lebih banyak pengunjung sehingga berdampak langsung terhadap peningkatan omzet para pelaku UMKM.


"Kalau ada kegiatan, masyarakat datang menonton. Setelah itu mereka juga berbelanja di lapak UMKM. Itu yang kami harapkan agar ekonomi masyarakat terus bergerak," ujarnya.


Di tengah kondisi ekonomi yang masih menghadapi tantangan, Dinas Pariwisata juga masih membuka peluang bagi masyarakat yang ingin memulai usaha di kawasan Saboak.


Selama masih tersedia lokasi berjualan, masyarakat dipersilakan mendaftar dan mengikuti proses verifikasi yang telah ditetapkan.


"Kami ingin membantu masyarakat yang ingin berusaha, termasuk mereka yang sedang mencari peluang ekonomi baru. Selama masih ada ruang, kami akan membuka kesempatan," pungkasnya.


Pemerintah Kota Kupang berharap kawasan Saboak tidak hanya menjadi destinasi wisata kuliner unggulan, tetapi juga berkembang sebagai pusat ekonomi kreatif, ruang ekspresi seni budaya, sekaligus penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat Kota Kupang.

✒️: kl